Hitstat

06 May 2015

Titus - Minggu 2 Rabu



Pembacaan Alkitab: Titus 2:1-8


Dalam ayat 3-4 Paulus berbicara mengenai perempuan-perempuan yang tua, "Demikian juga perempuan-perempuan yang tua, hendaklah mereka hidup sebagai orang-orang yang beribadah, jangan memfitnah, jangan menjadi hamba anggur, melainkan menjadi pengajar hal-hal yang baik dan dengan demikian mendidik perempuan-perempuan muda mengasihi suami dan anak-anaknya." Penggunaan kata "Demikian juga" menunjukkan bahwa tingkah laku perempuan-perempuan yang tua hendaknya sama dengan laki-laki yang tua. Dalam tindak-tanduk mereka, hendaknya sesuai dengan orang-orang kudus. "Hidup" berarti berperilaku termasuk sikap dan kebiasaan. Kata "beribadah" dapat diterjemahkan "kudus", mengacu kepada orang-orang yang terlibat dalam hal-hal kudus. Ini bisa merupakan istilah khusus yang mengacu kepada pelayanan kita di gereja. Pelayanan apa pun di gereja adalah kudus, dan tindak-tanduk kita seharusnya sesuai dengan pelayanan kudus ini. Hidup mencakup segala apa adanya kita dalam sikap, penampilan, dan tingkah laku kita. Kesemuanya ini hendaknya sesuai dengan pelayanan gereja yang dalamnya kita berbagian. Terutama saudari-saudari yang tua hendaknya mempunyai tindak-tanduk yang cocok dengan hal-hal yang kudus (yang berkaitan dengan pelayanan gereja).

Dalam ayat 4-5 kita nampak bahwa perempuan-perempuan muda hendaknya "mengasihi suami dan anak-anaknya, hidup bijaksana dan suci, rajin mengatur rumah tangganya, baik hati dan taat kepada suaminya, agar firman Allah jangan dihujat orang". Perempuan-perempuan yang tua hendaknya mendidik perempuan-perempuan muda untuk mengasihi suami dan anak-anaknya. Dalam hidup gereja kita sangat menekankan perlunya kehidupan pernikahan dan kehidupan keluarga yang tepat. Sesuai dengan ucapan Paulus, kita menginginkan agar saudari mengasihi suami dan anak-anak mereka dengan mutlak. Selanjutnya perempuan-perempuan muda hendaknya bijaksana dan suci, rajin mengatur rumah tangganya, baik hati, dan taat kepada suaminya, agar firman Allah jangan dihujat orang. Firman Allah yang diajarkan dengan tepat dan memadai dalam gereja lokal seharusnya diperlihatkan melalui ketaatan para saudari kepada suami-suami mereka. Kalau tidak, firman Allah bisa dihujat, dijelek-jelekkan, dan dicela.

Ayat 6 mengatakan, "Demikian juga orang-orang muda; nasihatilah mereka supaya mereka menguasai diri" (Tl.). Penggunaan kata "demikian" juga menunjukkan bahwa pesan kepada orang-orang muda serupa dengan pesan yang diberikan kepada orang lain. Khususnya, Paulus memberi tahu Titus untuk menasihati orang-orang muda supaya menguasai diri. Telah kita tunjukkan bahwa dalam Kitab 1 dan 2 Timotius dan Titus Paulus menekankan perlunya semua orang kudus, muda dan tua, laki-laki dan perempuan, agar menguasai diri. Ini terutama sekali diperlukan pada masa kemerosotan gereja. Untuk melindungi diri terhadap segala kemerosotan, kita semua dalam gereja lokal perlu menguasai diri.


Sumber: Pelajaran-Hayat Titus, Berita 3

No comments: