Hitstat

15 May 2015

Titus - Minggu 3 Jumat



Pembacaan Alkitab: Titus 3:9-15


Ministri Tuhan bukanlah ajaran perorangan. Ministri ini adalah ajaran tentang ekonomi Perjanjian Baru Allah. Hal ini berarti ministri Tuhan adalah ajaran sehat yang mengungkapkan kepada kita ekonomi Perjanjian Baru.

Tujuan pemulihan Tuhan bukan untuk memulihkan kebenaran-kebenaran doktrinal. Tujuan pemulihan adalah untuk membawa kita kembali kepada ekonomi Perjanjian Baru Allah, yang adalah Kristus dan gereja. Apa yang Tuhan inginkan dari kita dan yang kita sendiri perlukan adalah seluruh diri kita difokuskan pada ekonomi Allah. Dalam pemulihan Tuhan, kita harus sepenuhnya memperhatikan Kristus dan gereja.

Ketika kita mengarahkan perhatian kita kepada ekonomi Allah mengenai Kristus dan gereja, kita harus menghindari ajaran-ajaran yang berbeda. Ajaran-ajaran itu bisa jadi sangat alkitabiah, dan beberapa pengkhotbah mungkin membicarakannya dengan cara yang fasih dan menarik. Akan tetapi, kita harus nampak jelas apakah pembicaraan itu berintikan Kristus dan gereja, apakah pembicaraan itu menguatkan kaum beriman untuk memperhidupkan Kristus dan mempraktekkan hidup gereja atau tidak. Seseorang bisa saja menyampaikan suatu berita bagus mengenai kasih dari 1 Korintus 13. Akan tetapi, jika ia belum nampak visi ekonomi Perjanjian Baru mengenai Kristus dan gereja, maka beritanya yang menggugah mengenai kasih pun bisa menjadi pengalih perhatian. Semakin ia menjabarkan 1 Korintus 13, orang-orang yang mendengarkannya semakin teralih perhatiannya dari Kristus dan hidup gereja. Mereka malah melulu memperhatikan hal-hal tentang kasih.

Titus 3:10-11 mengatakan, "Seorang yang menyebabkan perpecahan (bergolong-golong), apabila sudah satu dua kali kaunasihati, hendaklah engkau jauhi. Engkau tahu bahwa orang yang semacam itu benar-benar sesat dan dengan dosanya menghukum dirinya sendiri." Orang yang bergolong-golong, pemecah belah, yang menyebabkan perpecahan adalah bidah, yang menyebabkan perpecahan dengan membentuk golongan-golongan dalam gereja berdasarkan opininya sendiri. Ajaran Gnostik Yahudi yang disinggung dalam ayat sebelumnya tentu berhubungan dengan hal ini. Perpecahan tersebut berdasar pada ajaran-ajaran yang berbeda. Inilah sebabnya ayat 10 mengikuti ayat 9. Kaum beriman tertentu mungkin berpegang teguh pada ajaran hukum Taurat dan dengan demikian terjadilah perpecahan.

Paulus memberi tahu kita bahwa orang-orang yang bergolong-golong menghukum dirinya sendiri. Ketika orang yang bergolong-golong itu tinggal sendirian, di lubuk batinnya ia akan merasakan perasaan terhukum. Ia tahu bahwa ia tidak mempunyai damai yang sejati. Dengan lidahnya ia bisa saja mengatakan bahwa ia tidak terhukum, tetapi di lubuk batinnya ia mempunyai pertanyaan-pertanyaan dan perasaan yang tidak enak. Beberapa orang yang meninggalkan pemulihan Tuhan berargumentasi dengan seru tentang macam-macam hal. Tetapi di lubuk batin mereka, mereka tidak memiliki damai yang sejati. Sebaliknya, mereka merasa terhukum sendirian. Jika mereka tidak memiliki perasaan terhukum di lubuk batinnya, mereka tidak akan berjuang untuk membela diri sendiri guna meyakinkan orang lain bahwa mereka benar. Usaha mereka dalam membela diri adalah tanda terhukumnya diri mereka sendiri.


Sumber: Pelajaran-Hayat Titus, Berita 6

No comments: