Hitstat

05 December 2015

Ibrani - Minggu 28 Sabtu



Pembacaan Alkitab: Ibr. 13:12-15


Darah kurban penghapus dosa dibawa masuk ke dalam tempat maha kudus pada hari pendamaian untuk mendamaikan umat; tubuh binatang‑binatang itu dibakar di luar perkemahan (Im. 16:14‑16, 27). Ini melambangkan darah Kristus, yang adalah kurban penghapus dosa yang sejati, yang dibawa masuk ke dalam tempat maha kudus yang sejati untuk merampungkan penebusan bagi kita; tubuh Kristus dikurbankan bagi kita di luar pintu gerbang kota Yerusalem.

Tubuh Kristus menderita maut salib di luar pintu gerbang, darah‑Nya dibawa ke dalam tempat maha kudus untuk pengudusan kita (ayat 11‑12). Kitab ini menyingkapkan kepada kita bahwa panggilan surgawi Allah adalah untuk membuat kita menjadi umat kudus (3:1), umat yang dikuduskan bagi Allah. Kristus adalah Sang Pengudus (2:11). Dia telah menderita kematian di atas salib, mencurahkan darah‑Nya, dan memasuki tempat maha kudus dengan darah‑Nya (9:12), agar melalui ministri surgawi (8:2, 6) dari keimaman surgawi‑Nya (7:26), Dia dapat melakukan pekerjaan pengudusan, dan agar kita dapat masuk ke belakang tirai oleh darah‑Nya untuk berbagian di dalam Dia sebagai Sang Pengudus surgawi. Dengan berbagian di dalam Dia sedemikian ini, kita dapat mengikuti Dia di luar perkemahan melalui jalan pengudusan salib.

Tuhan dengan darah‑Nya sendiri masuk ke dalam tempat maha kudus (9:12) dan darah ini telah membuka jalan yang baru dan yang hidup, sehingga kita dapat masuk ke belakang tirai untuk menikmati Dia di surga sebagai yang dimuliakan (10:19‑20); dan tubuh‑Nya yang telah dikurbankan untuk kita di kayu salib, juga telah membuka jalan salib yang sempit, sehingga kita dapat pergi ke luar perkemahan untuk mengikuti Dia di bumi sebagai yang menderita. Ayat 13 menerangkan, "Karena itu, marilah kita pergi kepada‑Nya di luar perkemahan dan menanggung kehinaan‑Nya." Kalau kita mau menjadi orang Kristen sejati, kita harus mengalami Kristus, namun bukan dengan memakan makanan agama, melainkan melalui pergi ke luar perkemahan dan menanggung kehinaan‑Nya, yakni mengikuti Dia di jalan pengudusan salib. Kita perlu mengalami Kristus pada aspek yang khusus ini. Bila kita ingin mengalami-Nya dalam aspek ini, kita harus masuk "ke belakang tirai", yakni masuk ke tempat maha kudus, menikmati‑Nya sebagai Pengudus surgawi kita dalam imamat‑Nya yang surgawi (10:19‑20; 6:19‑20).

Anugerah berada di perlombaan dan jalan‑jalan (paths). Janganlah kita sampai dialihkan dari setiap jalan dalam perlombaan ini, sebaliknya hendaklah kita maju terus di atas perlombaan anugerah. Banyak hal sedang menunggu kesempatan untuk mengalihkan kita dari jalan perlombaan ini, yakni meninggalkan jalan untuk menikmati anugerah. Seperti yang diwahyukan dalam susunan perabotan Kemah Pertemuan, tiap jalan dalam perlombaan ini merupakan salah satu aspek dari kenikmatan kita atas Kristus. Kita harus terus berlari dalam perlombaan dalam kenikmatan atas Kristus ini. Jangan sampai dialihkan oleh gelar, kedudukan, atau tarikan‑tarikan agama, yang hanya merupakan "makanan‑makanan" agama. Kita harus mengalami Kristus sebagai anugerah kita untuk hidup gereja. Jika kita tidak mengalami‑Nya sedemikian, kita tidak dapat menempuh hidup gereja.

Jika kita ingin mengalami Kristus di aspek ini, kita harus menempuh jalan salib, menderita penganiayaan, penolakan dan perlawanan dari pihak agama. Sebagaimana Kristus menderita sengsara di luar pintu gerbang, kita pun harus mengikuti‑Nya, menderita kehinaan‑Nya di luar pintu gerbang. Jika hari ini kita mengambil bagian dalam penderitaan‑Nya, kelak kita juga beroleh bagian dalam pemuliaan‑Nya. Jika kita mengalami Kristus sedemikian, yakni menanggung kehinaan‑Nya di atas jalan salib, kita pasti terpelihara di dalam kelimpahan hidup gereja; sehingga setiap sidang gereja terangkat tinggi dan menjadi kaya melimpah. Dalam hidup gereja yang demikian, kita dapat menerapkan hak kesulungan kita. Hal ini akan membuat kita memperoleh pahala dalam kerajaan yang akan datang.


Sumber: Pelajaran-Hayat Ibrani, Buku 4, Berita 56

No comments: