Hitstat

10 March 2017

Wahyu - Minggu 5 Jumat



Pembacaan Alkitab: Why. 1:14
Doa baca: Why. 1:14
Kepala dan rambut-Nya putih seperti bulu domba,  seputih salju dan mata-Nya bagaikan nyala api.


Rambut putih dalam ayat 14 menandakan lanjut umurnya (Ayb. 15:10). Lukisan rambut putih di sini menunjukkan kepurbaan-Nya. Sekalipun Kristus itu purba, namun Ia tidak tua. Dalam pasal ini kita nampak bahwa kepala dan rambut-Nya putih bagaikan bulu domba dan seperti salju. Bulu domba yang putih dihasilkan dari hayat, dan salju yang putih turunnya dari langit. Bulu domba itu tidak dibuat menjadi putih; melainkan asalnya memang putih, warna putihnya berasal dari alam. Bulu domba yang putih merupakan warna sifat Kristus. Kepurbaan-Nya adalah sifat-Nya. Salju itu putih karena salju berasal dari langit dan tidak mengandung kecemaran atau noda yang berasal dari bumi. Karena itu, putih seperti bulu domba pada ayat ini dan Daniel 7:9 melambangkan bahwa kepurbaan Kristus berasal dari sifat-Nya, bukan karena Ia menjadi tua; sedangkan putih seperti salju melambangkan bahwa kepurbaan-Nya bersifat surgawi, bukan bumiah.

Dalam ayat 14 kita nampak "Mata-Nya bagaikan nyala api". Dalam Kidung Agung 5:12, mata Kristus bagaikan merpati, untuk memperlihatkan kasih-Nya. Di sini, "mata-Nya" bagaikan nyala api, untuk menyelidiki dan memeriksa, agar Ia dapat melaksanakan penghakiman-Nya melalui penyorotan. Dalam kitab ini, mata-Nya bukan dua, melainkan tujuh (5:6). Tujuh adalah angka yang lengkap dalam pergerakan Allah. Karena itu, dalam kitab ini mata-Nya adalah untuk pekerjaan Allah. Ketujuh mata-Nya ialah ketujuh pelita (lihat Dan. 10:6), yang menyala-nyala di depan takhta, dan ketujuh pelita ini adalah ketujuh Roh Allah (4:5). Api yang menyala-nyala sama dengan nyala api, adalah untuk menyelidiki dan memeriksa. Ketujuh Roh Allah yang diutus ke seluruh bumi (5:6), juga untuk pergerakan Allah di bumi. Karena itu, dalam kitab ini, mata Kristus adalah ketujuh Roh Allah, untuk pergerakan dan pekerjaan Allah di bumi pada hari ini.

Kitab Wahyu adalah sebuah kitab yang mengandung sifat penghakiman. "Api" adalah untuk penghakiman ilahi (1 Kor. 3:13; Ibr. 6:8; 10:27). "Allah kita adalah api yang menghanguskan" (Ibr. 12:29); takhta-Nya adalah nyala api, rodanya adalah api yang berkobar-kobar; dari hadapan-Nya ada api seperti sungai yang timbul dan mengalir (Dan. 7:9-10). Semuanya ini untuk menghakimi. Mata Tuhan yang seperti nyala api terutama untuk penghakiman (2:18-23; 19:11-12). Ketika Dia datang untuk mengambil alih bumi dengan melaksanakan penghakiman terhadap bumi, kedua kaki-Nya bagaikan tiang api (10:1).

Ayat 15 mengatakan, "Kaki-Nya mengkilap bagaikan tembaga membara di dalam perapian." Kaki melambangkan perilaku. Dalam perlambangan, tembaga melambangkan penghakiman ilahi (Kel. 27:1-6). Ketika Kristus berada di bumi, pergerakan-Nya di bumi dan kehidupan-Nya sehari-hari telah melewati pencobaan dan pengujian. Karena perilaku-Nya telah melewati pengujian, maka bisa berkilauan. Kini kaki Kristus seperti kilau tembaga yang digilap, seperti yang juga disebutkan dalam Yehezkiel 1:7 dan Daniel 10:6, menandakan perilaku-Nya sempurna, bahkan berkilauan, sehingga Ia layak melaksanakan penghakiman ilahi. "Membara di dalam perapian" berarti menerima pengujian melalui pembakaran. Perilaku Kristus telah teruji oleh penderitaan-Nya, bahkan oleh kematian-Nya di atas salib. Karena itu, perilaku-Nya berkilauan, seperti kilau tembaga yang mengkilap, membuatnya layak menghakimi orang yang lalim. Seperti yang telah kita tunjukkan, ketika Dia datang untuk mendapatkan bumi ini melalui penghakiman, kedua kaki-Nya bagaikan tiang api (10:1).


Sumber: Pelajaran-Hayat Wahyu, Buku 1, Berita 9

No comments: