Hitstat

22 March 2017

Wahyu - Minggu 7 Rabu



Pembacaan Alkitab: Why. 2:12-17
Doa baca: Why. 2:17
Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengarkan apa yang dikatakan Roh kepada jemaat-jemaat: Siapa yang menang, kepadanya akan Kuberikan dari manna yang tersembunyi; dan Aku akan mengaruniakan kepadanya batu putih, yang di atasnya tertulis nama baru, yang tidak diketahui oleh siapa pun, selain oleh yang menerimanya.


Gereja yang duniawi dan merosot bukan hanya berpegang kepada ajaran Bileam, bahkan berpegang kepada ajaran Nikolaus (ay. 15). Ajaran Nikolaus merusak fungsi kaum beriman sebagai anggota-anggota Tubuh Kristus, sehingga Tubuh Tuhan tidak berdaya mengekspresikan Tuhan. Ini adalah tipu muslihat musuh dalam semua ajaran agamis. Dalam gereja di Efesus hanya ada perbuatan pengikut Nikolaus (2:6), sedangkan dalam gereja di Pergamus, perbuatan mereka berkembang menjadi semacam ajaran. Pada mulanya mereka mempraktekkan sistem hierarki dalam gereja sebermula; kini mereka mengajarkannya dalam gereja yang merosot.

Dalam ayat 16 kita nampak, Tuhan segera datang, dan dengan pedang yang di mulut-Nya Ia akan memerangi sejumlah orang di dalam gereja duniawi ini. Hal ini tentunya tidak mengacu kepada kembalinya Tuhan, melainkan mengacu kepada kedatangan-Nya untuk berperang melawan guru-guru pengikut Nikolaus dalam gereja yang merosot. Saat itu, Dia akan menghakimi gereja yang merosot dengan firman yang membunuh yang keluar dari mulut-Nya. Gereja yang jatuh dan duniawi ini paling membutuhkan firman yang dikatakan Roh itu. Mereka hanya mempunyai Alkitab dengan huruf-huruf yang mati, tetapi kekurangan perkataan Roh itu. Pengetahuan Alkitab tanpa perkataan Roh itu, tidak dapat menyuplaikan kebutuhan kekristenan yang mati. Kematian di dalam kejatuhannya harus dihakimi dengan pedang tajam yang keluar dari mulut Tuhan. Gereja duniawi memerlukan perkataan yang hebat dan hidup dari Tuhan Roh.

Tuhan berjanji memberikan manna yang tersembunyi kepada pemenang. Menang di sini, secara khusus mengacu kepada mengalahkan perpaduan gereja dengan dunia, ajaran percabulan dan penyembahan berhala, serta ajaran sistem hierarki. Semakin duniawi gereja, semakin besar kebutuhan akan orang yang bangkit, bersaksi, dan membina persekutuan yang intim dengan Tuhan. Orang-orang itu akan diberi hak istimewa untuk menikmati Tuhan sebagai manna yang tersembunyi. Manna melambangkan Kristus sebagai makanan surgawi yang membuat umat Allah sanggup menempuh jalan-Nya. Manna yang tersembunyi adalah satu bagian manna yang tersimpan dalam buli-buli emas di dalam tabut perjanjian (Kel. 16:32-34; Ibr. 9:4). Manna yang terbuka diberikan kepada umat Tuhan untuk dinikmati secara terbuka, manna yang tersembunyi melambangkan Kristus yang tersembunyi, adalah bagian yang istimewa, tersimpan untuk para pencari-Nya yang menang yang mengalahkan kemerosotan gereja yang duniawi.

Tuhan berjanji memberi pemenang makan manna yang tersembunyi dan memberinya satu batu putih, artinya jika kita makan manna yang tersembunyi, kita akan berubah menjadi batu putih. Dalam manusia alamiah kita, kita bukanlah batu, melainkan tanah. Karena kita telah menerima hayat ilahi dan sifat ilahi melalui kelahiran kembali, maka kita bisa diubah (2 Kor. 3:18) menjadi batu-batu, bahkan permata, melalui menikmati Kristus sebagai suplai hayat kita. Dengan makan Yesus sebagai manna yang tersembunyi, kita dapat diubah menjadi batu putih untuk pembangunan Allah.


Sumber: Pelajaran-Hayat Wahyu, Buku 1, Berita 12

No comments: