Hitstat

02 October 2017

Wahyu - Minggu 35 Senin

Pembacaan Alkitab: Why. 3:12
Doa baca: Why. 3:12
Siapa yang menang, ia akan Kujadikan tiang di dalam Bait Suci Allah-Ku, dan ia tidak akan keluar lagi dari situ; dan padanya akan Kutuliskan nama Allah-Ku, nama kota Allah-Ku, yaitu Yerusalem baru, yang turun dari surga dari Allah-Ku, dan nama-Ku yang baru.


Dalam kekekalan lampau, Allah Tritunggal yang unik -- Bapa, Putra dan Roh -- telah ada. Kejadian 1:26 mewahyukan bahwa Allah datang untuk menciptakan manusia menurut gambar-Nya. Meskipun manusia diciptakan menurut gambar Allah, tetapi pada waktu penciptaan, manusia tidak mempunyai hayat Allah di dalamnya. Kalau kita membaca seluruh Alkitab, dari Kejadian 1 sampai Wahyu 22, kita akan nampak bahwa setelah banyak zaman, generasi, dan abad berlalu, dalam kekekalan mendatang, Allah tetap ada, tetapi Dia tidak lagi sendirian. Meskipun Dia masih sebagai Allah Tritunggal, digambarkan dalam 22:1 sebagai Allah, Anak Domba, dan sungai yang mengalir (lambang Roh itu), namun pada waktu itu Dia akan menjadi pusat Yerusalem Baru. Dalam kekekalan lampau, Allah sendirian, tetapi dalam kekekalan mendatang, Allah Tritunggal adalah pusat Yerusalem Baru dan akan menjenuhi seluruh kota. Gambaran Yerusalem Baru dalam pasal 21 dan 22 adalah satu tanda yang menandakan Allah akan berbaur dengan umat tebusan-Nya sebagai perluasan-Nya. Akhirnya, umat ini akan menjadi satu bangunan. Bangunan ini, disusun dengan keilahian dan keinsanian, akan menjadi satu tempat tinggal bersama Allah dan manusia. Inilah wahyu yang tembus cahaya dari Alkitab.

Wahyu ini meliputi tiga butir utama: Allah yang unik, manusia yang tercipta, dan Yerusalem Baru yang terbangun. Ketiga butir ini mencakup seluruh Alkitab. Ketika Allah masuk ke dalam manusia, melahirkannya kembali dan mengubahnya, Dia membaurkan diri-Nya dengan manusia. Karena berbaur dengan manusia, Allah menjadi diperbesar. Hasil dari perbauran ini adalah bangunan, Yerusalem Baru. Jadi, Yerusalem Baru sebagai bangunan Allah adalah perbauran Allah dengan manusia yang diciptakan, ditebus, dan dilahirkan kembali. Kita semua perlu memiliki satu visi tentang bangunan yang mengagumkan ini.

Beberapa waktu yang lalu, seorang saudara bersaksi bahwa sejak dia diselamatkan, dia telah mengalami banyak perubahan. Sejangka waktu dia sangat bahagia, tetapi kemudian ada satu perubahan. Pada suatu masa, dia mengira dirinya telah masuk ke dalam hayat kemenangan, tetapi kemudian segalanya berubah lagi. Cobalah renungkan, berapa banyak perubahan yang telah terjadi dan yang akan terjadi dari zaman Adam sampai zaman Yerusalem Baru? Anda mengalami demikian banyak perubahan dikarenakan Anda belum dibawa ke dalam bangunan Allah yang tidak berubah. Setelah kita semua dibawa ke dalam bangunan Allah, barulah kita berhenti berubah. Setelah kita masuk ke dalam bangunan-Nya, barulah tidak ada perubahan lagi. Wahyu 3:12 mengatakan, "Siapa yang menang, ia akan Kujadikan tiang di dalam Bait Suci Allah-Ku, dan ia tidak akan keluar lagi dari situ." Ini menyatakan bahwa setelah kita dibangun ke dalam Bait Allah, barulah kita berhenti berubah. Saat ini, semakin banyak kita berubah, kita semakin mendekati bangunan. Nasib kekal kita adalah di dalam bangunan Allah. Tetapi sayang, di antara banyak orang Kristen hari ini tidak ada bangunan. Sebaliknya, ada pengembaraan dan pergolakan.



Sumber: Pelajaran-Hayat Wahyu, Buku 4, Berita 68

No comments: