Hitstat

06 December 2016

1 Yohanes - Minggu 16 Selasa



Pembacaan Alkitab: 2 Kor. 3:17
Doa baca: 2 Kor. 3:17
Sebab Tuhan adalah Roh; dan di mana ada Roh Tuhan, di situ ada kemerdekaan.


Awalan anti dalam bahasa Yunani mempunyai dua arti. Pertama, berarti menentang; kedua, berarti sebagai pengganti, atau pengganti dari. Ini menunjukkan bahwa seorang antikristus adalah menentang Kristus dan juga menggantikan Kristus dengan sesuatu yang lain. Menjadi seorang antikristus di satu pihak adalah menentang Kristus; di pihak yang lain juga mempunyai sesuatu yang menggantikan Kristus. Dengan ini kita nampak bahwa prinsip antikristus mencakup menyangkal apa adanya Kristus. Inilah artinya menjadi antikristus, menentang Kristus. Tentu saja, bilamana seseorang menyangkal apa adanya Kristus, secara otomatis orang itu akan menggantikan Kristus dengan sesuatu yang lain. Sebab itu, seorang antikristus adalah seorang yang menentang Kristus dan menggantikan Kristus.

Kita harus berhati-hati, jangan menyangkal sesuatu pun tentang apa adanya Kristus. Kita jangan pernah menyangkal suatu bagian, suatu aspek, atau suatu butir tentang persona Kristus. Menyangkal aspek apa saja tentang persona Kristus adalah melaksanakan prinsip antikristus. Beberapa orang yang mendengar ini mungkin mengatakan, “Aku pasti bukan seorang antikristus, karena aku tidak menentang Kristus.” Seseorang mungkin tidak menentang Kristus atau menyangkal Kristus secara sadar. Tetapi secara tidak sadar kita mungkin menyangkal suatu aspek tentang persona Kristus dan kemudian menggantikan aspek ini dengan sesuatu yang lain.

Beberapa orang menyalahkan kita karena mengajarkan bahwa menurut Kitab Suci, Kristus itu almuhit, Dia adalah Allah, adalah Anak, adalah Bapa, dan adalah Roh. Dua Korintus 3:17 dengan jelas mengatakan, “Tuhan adalah Roh.” Satu ayat penegas adalah 1 Korintus 15:45b, “Adam yang terakhir menjadi roh yang menghidupkan.” Selanjutnya Yesaya 9:5 mengatakan bahwa seorang anak dilahirkan untuk kita dan seorang Anak diberikan kepada kita, dan nama-Nya disebut Bapa yang kekal, atau menurut bahasa Ibrani, Bapa yang abadi. Di sini kita nampak bahwa Anak disebut Bapa yang kekal. Ayat-ayat ini mewahyukan bahwa Kristus adalah Roh dan juga Bapa yang kekal.

Mengenai aspek-aspek tertentu tentang persona Kristus, banyak orang beriman mengikuti tradisi dan mengabaikan wahyu Alkitab. Jika kita jujur, kita akan menyadari bahwa Yesaya 9:5 mengatakan bahwa Anak disebut Bapa dan bahwa 2 Korintus 3:17 dan 1 Korintus 15:45b mewahyukan bahwa Kristus adalah Roh pemberi hayat. Menyangkal Kristus sebagai Bapa kekal atau Dia adalah Roh pemberi hayat berarti menentang aspek-aspek dari persona-Nya. Dalam hal ini, melakukan penyangkalan semacam ini adalah mengikuti prinsip antikristus, yang menyangkal sesuatu tentang apa adanya Kristus.


Sumber: Pelajaran-Hayat 1 Yohanes, Buku 1, Berita 31

No comments: