Hitstat

15 April 2014

Kolose - Minggu 3 Selasa



Pembacaan Alkitab: Kol. 1:15, 18-19; 3:11


Kesalahan orang-orang Kolose ialah menerima dan mengikuti sesuatu yang bukan Kristus. Menerima sesuatu sebagai pengganti Kristus bukan saja berada dalam kegelapan, juga berada di bawah kuasa yang mengendalikan kegelapan. Apa saja yang menggantikan Kristus — filsafat, agama, karakter, budi pekerti, konsepsi, opini — akan menjadi kuasa kegelapan yang mengendalikan kita. Di Kolose, kuasa kegelapannya adalah tata cara agama Yahudi, peraturan-peraturan kafir, filsafat, ajaran kebatinan, dan ajaran pertapaan. Meskipun hal-hal itu kelihatannya baik, sebenarnya hal-hal itu adalah kuasa kegelapan, karena semua hal itu telah menggantikan Kristus. Semua itu menyebabkan Kristus, terang itu, dikesampingkan. Sebab itu, kegelapan berkuasa lagi dan mengendalikan kaum saleh dalam gereja. Itulah situasi di Kolose, dan mungkin merupakan situasi hari ini.

Dengan latar belakang ini, kita perlu melihat bahwa Kristus adalah Sang utama dan Sang almuhit, sentralitas dan universalitas Allah. Kitab Kolose mewahyukan bahwa Kristus adalah yang utama, Ia memiliki tempat pertama dalam segala sesuatu, baik dalam ciptaan lama maupun dalam ciptaan baru. Dalam 1:15 dikatakan bahwa Kristus adalah “yang sulung, lebih utama dari segala yang diciptakan”, dan dalam 1:18, Dia adalah “yang sulung, yang pertama bangkit dari antara orang mati”. Ciptaan baru Allah terjadi melalui kebangkitan. Bagi Kristus, menjadi yang utama dalam ciptaan baru berarti Ia adalah yang pertama dalam kebangkitan. Dia adalah yang pertama dalam ciptaan dan dalam kebangkitan. Ini berarti Dia adalah yang pertama dalam ciptaan lama, alam semesta, dan dalam ciptaan baru, gereja. Alam semesta adalah lingkungan yang di dalamnya gereja ada sebagai Tubuh Kristus untuk mengekspresikan Kristus secara penuh. Kristus bukan hanya yang pertama dalam gereja, Tubuh, tetapi juga yang pertama dalam lingkungan, alam semesta. Ini berarti Dia adalah yang pertama dalam segala sesuatu.

Kolose 1:19 menerangkan, “Karena seluruh kepenuhan berkenan tinggal di dalam Dia” (Tl.). Apakah kepenuhan yang dikatakan dalam ayat ini? Banyak orang akan menjawab bahwa itu adalah kepenuhan ke-Allahan. Walau ini benar, tetapi di sini Paulus tidak menjelaskan kata kepenuhan dengan satu frase seperti “dari ke-Allahan” atau “dari Allah”. Ia hanya mengatakan bahwa segala kepenuhan berkenan, senang, tinggal di dalam Kristus. Dalam alam semesta ini ada sesuatu yang dikenal sebagai kepenuhan, dan kepenuhan ini berkenan tinggal dalam Kristus yang utama dan yang almuhit.

Kepenuhan di dalam ayat ini berarti ekspresi. Jika suatu benda tidak memiliki kepenuhan, benda itu tidak dapat diekspresikan. Tetapi jika suatu benda memiliki kepenuhan, ia dapat diekspresikan. Sebagai contoh, jika kasih saya sangat sedikit, maka kasih saya tidak dapat diekspresikan. Tetapi jika kasih saya penuh, maka kepenuhan kasih saya akan menjadi ekspresinya. Seprinsip dengan itu, kepenuhan adalah ekspresi segala apa adanya Allah.

Kepenuhan itu, ekspresi Allah, adalah satu persona. Banyak kata ganti orang dalam ayat-ayat setelah 1:19 mengacu kepada kepenuhan sebagai satu persona. Ini menunjukkan bahwa kepenuhan adalah ekspresi Allah, bahkan Allah itu sendiri. Dalam kepenuhan ini Sang Anak adalah yang utama, sebab segala kepenuhan berkenan tinggal di dalam Dia. Sebab itu, Ia harus memiliki tempat pertama dalam lingkungan dan dalam gereja. Dia adalah Sang utama.

Dia juga adalah yang almuhit. Kristus adalah realitas segala hal positif dalam alam semesta. Jika kita mengenal Alkitab dan ekonomi Allah, kita akan menyadari bahwa Kristus adalah langit, bumi, matahari, hayat, terang, bintang, pohon-pohon, bunga-bunga, air, udara, dan makanan. Benda-benda materi merupakan lukisan dari apa adanya Dia bagi kita. Lagi pula, Kristus adalah segala atribut ilahi, seperti kekuatan, kekudusan, keadilan, murah hati, dan kasih. Dia juga kebajikan insani, seperti rendah hati, sabar. Selain itu, Dia adalah gereja dan setiap anggota gereja, bangunan Allah dan setiap batu dalam bangunan itu. Ini berarti Kristus adalah Anda dan saya.


Sumber: Pelajaran-Hayat Kolose, Buku 1, Berita 5

No comments: