Hitstat

14 November 2016

1 Yohanes - Minggu 13 Senin



Pembacaan Alkitab: 1 Yoh. 2:28-29
Doa baca: 1 Yoh. 2:28
Jadi sekarang, anak-anakku, tinggallah di dalam Kristus, supaya apabila Ia menyatakan diri-Nya, kita beroleh keberanian percaya dan tidak usah malu terhadap Dia pada hari kedatangan-Nya.


Dalam berita-berita di depan kita telah membahas dua bagian pertama dari surat ini: persekutuan hayat ilahi (1:1—2:11) dan pengajaran urapan ilahi (2:12-27). Dalam berita ini kita sampai pada bagian ketiga: kebajikan kelahiran ilahi (2:28—5:21). Urutan di sini sangatlah berarti. Pertama-tama, Yohanes menampakkan kepada kita bahwa dalam hayat ilahi ada kenikmatan persekutuan, dan dalam persekutuan ini kita menikmati pengajaran urapan. Berikutnya, Yohanes menulis mengenai kebajikan kelahiran ilahi. Menurut 2:28—3:10a, kebajikan kelahiran ilahi adalah untuk melakukan kebenaran ilahi.

Dalam 1 Yohanes 2:28 Rasul Yohanes mengatakan, “Jadi sekarang, anak-anakku, tinggallah di dalam Kristus.” Perkataan yang dimulai dalam 2:13 ditulis kepada ketiga kelompok penerima yang berbeda, diakhiri dalam ayat 27. Sekarang ayat 28 kembali kepada semua penerima. Karena itu, kata sapaannya kembali “anak-anakku”, seperti dalam ayat 1 dan 12.

Perkataan yang ditujukan kepada ketiga kelompok penerima dalam 2:13-27 tersimpul dalam nasihat untuk tinggal di dalam Dia seperti yang diajarkan oleh pengurapan. Dalam bagian ini, dari 2:28—3:24, rasul melanjutkan menguraikan kehidupan yang tinggal di dalam Tuhan. Bagian ini dimulai (2:28), dilanjutkan (3:6), dan diakhiri (3:24) dengan “tinggal di dalam Dia”.

Dalam ayat 28 Yohanes mengatakan bahwa jika kita tinggal di dalam Dia, “kita beroleh keberanian percaya dan tidak usah malu terhadap Dia pada hari kedatangan-Nya.” Dalam bahasa Yunani kata “pada hari kedatangan-Nya” secara harfiah berarti “dalam hadir-Nya” (parousia-Nya). Perkataan Yohanes tentang tidak malu menyatakan bahwa orang-orang beriman yang tidak tinggal di dalam Tuhan (yaitu tidak tinggal di dalam persekutuan hayat ilahi berdasarkan kepercayaan yang murni dalam persona Kristus), melainkan disesatkan oleh ajaran bidah mengenai Kristus (ayat 26), akan dihukum, dipermalukan terhadap-Nya, terhadap parousia-Nya yang mulia.

Dalam ayat 29 Yohanes dua kali memakai kata “tahu”: “Jikalau kamu tahu bahwa Ia benar, kamu harus tahu juga bahwa setiap orang yang melakukan kebenaran, lahir dari Dia.” Kata “tahu” yang pertama adalah terjemahan dari kata Yunani eideta, dari oida, menyatakan pemahaman dengan pengetahuan yang disadari, penampakan batini yang lebih dalam. Ini adalah untuk mengenal Tuhan. Tetapi kata “tahu” yang kedua adalah terjemahan dari kata Yunani ginoskete, dari ginosko, pengetahuan yang luaran yang objektif. Ini adalah untuk mengenal manusia.

Kata “kebenaran” dalam ayat 29 mengacu kepada Allah yang adil dalam 1:9 dan Yesus Kristus yang benar dalam 2:1. Dalam perkataan yang ditujukan kepada semua penerima suratnya, mulai dari 2:28, rasul mengalihkan penekanannya dari persekutuan hayat ilahi dalam 1:3-2:11 dan pengurapan Trinitas ilahi dalam 1Yohanes 2:12-27 kepada kebenaran Allah. Persekutuan hayat ilahi dan pengurapan Trinitas ilahi seharusnya menghasilkan sesuatu, yaitu ekspresi Allah yang adil.


Sumber: Pelajaran-Hayat 1 Yohanes, Buku 1, Berita 25

No comments: