Hitstat

27 November 2012

Efesus - Minggu 10 Selasa


Pembacaan Alkitab: Ef. 2:1-3


Ayat 1 mengatakan kita sudah mati dalam pelanggaran-pelanggaran dan dosa-dosa kita. Pelanggaran-pelanggaran adalah tindakan-tindakan yang melangkahi batas hak seseorang. Dosa-dosa adalah perbuatan-perbuatan kejahatan. Sebelum kita diselamatkan, kita mati dalam pelanggaran-pelanggaran dan dosa-dosa. Dari latar belakang kematian inilah kita telah diselamatkan menjadi gereja, Tubuh Kristus. Orang-orang yang sudah mati ini telah dihidupkan menjadi organisme yang hidup untuk mengekspresikan Kristus.

Banyak tahun yang lalu, saya beroleh bantuan besar dari seorang saudara yang selalu belajar dalam perkara hayat. Pada suatu hari ia bersaksi, setelah ia diterangi Allah, ia menyadari jika ia mengetuk pintu kamar orang lain tanpa mendapat jawaban, ia tidak berhak memasuki kamar itu. Jika masuk berarti melanggar hak orang lain. Saya sangat beroleh bantuan melalui kesaksian itu. Sejak saat itu, bila saya mengunjungi rumah orang, saya membatasi diri untuk tetap duduk di ruangan tempat saya dipersilakan. Saya tidak berani berjalan-jalan di bagian lain dari rumah itu. Melakukan hal itu berarti melampaui hak saya dan melakukan suatu pelanggaran. Tetapi ada orang yang memasuki rumah orang lain, bahkan meneliti barang-barang orang tanpa perasaan. Walau mereka membenarkan tingkah laku mereka, tetapi dalam pandangan Allah mereka telah melampaui hak mereka.

Dalam pandangan Allah, kita sangat sering melampaui hak kita. Karena itu, kita adalah orang-orang yang sudah mati dalam pelanggaran. Selain itu, kita juga sudah mati di dalam dosa-dosa, yakni dalam perbuatanperbuatan jahat, seperti halnya berdusta, mencuri, dan sebagainya.

Berbicara tentang pelanggaran dan dosa-dosa kita, ayat 2 mengatakan, “Kamu hidup di dalamnya, karena kamu mengikuti jalan (zaman) dunia ini.” Ungkapan “dunia ini” mengacu kepada sistem setani yang terdiri atas banyak zaman. Karena itu, “zaman” di sini mengacu kepada satu bagian, satu aspek penampilan modern saat ini dari sistem Iblis yang digunakan olehnya untuk menghasut dan menduduki manusia, sehingga manusia jauh dari Allah dan tujuan-Nya. Ketika kita mati dalam pelanggaran-pelanggaran dan dosa-dosa, kita berjalan menurut zaman, penampilan modern, arus dunia masa kini, sistem setani itu.

Sepanjang waktu ketika kita mati dalam pelanggaran dan dosa-dosa, kita sangat aktif dalam dunia ini, yaitu dalam lingkungan kerajaan Iblis. Kata “dunia” dalam bahasa Yunani adalah “cosmos”, berarti sistem. Tetapi ini bukan sistem ilahi maupun insani, melainkan sistem setani. Sistem ini, dunia, tersusun dari banyak zaman, dan setiapnya merupakan satu bagian dari sistem setani itu. Setiap zaman juga merupakan satu jalur atau jalan. Karena itu, terjemahan versi King James memakai ungkapan “jalan dunia ini”. Setiap zaman mempunyai satu gaya atau penampilan yang tersendiri. Dunia yang tampil pada masa Abraham mempunyai satu corak, berlainan dengan corak masa Daud, berbeda pula dengan corak masa Paulus. Hari ini dunia pun memiliki corak modernnya yang tersendiri. Lagi pula, zaman dunia ini memiliki arusnya sendiri. Dahulu kita mengikuti arus zaman sekarang. Ketika orang mengikuti arus zaman, itu suatu bukti kuat bahwa mereka telah mati, mereka bagaikan mayat yang terhanyut oleh arus zaman.


Sumber: Pelajaran-Hayat Efesus, Buku 1, Berita 20

No comments: