Hitstat

09 November 2012

Efesus - Minggu 7 Jumat


Pembacaan Alkitab: Ef. 1:15-17


Untuk beroleh wahyu, kita perlu roh hikmat dan wahyu. Roh dalam ayat 17 tentu ditujukan kepada roh kita yang dilahirkan kembali yang dihuni oleh Roh Allah. Roh yang demikian diberikan Allah kepada kita agar kita memiliki hikmat dan wahyu untuk mengenal Dia dan ekonomi-Nya. Roh dalam ayat ini sesungguhnya adalah roh yang telah berbaur, yaitu roh insani yang telah dilahirkan kembali yang dihuni oleh Roh Kudus. Namun, titik beratnya terletak pada roh kita yang dilahirkan kembali, bukan pada Roh Kudus.

Paulus berdoa agar kita beroleh roh hikmat dan wahyu. Hikmat ada dalam roh kita, supaya kita dapat mengetahui rahasia Allah, dan wahyu berasal dari Roh Allah supaya Dia dapat menunjukkan visi kepada kita dengan membuka selubung (tirai). Pertama, kita memiliki hikmat, kemampuan untuk mengerti hal-hal rohani; kemudian Roh Allah mewahyukan hal-hal rohani kepada pengertian rohani kita itu.

Wahyu menyusul di belakang hikmat. Seperti telah kita tunjukkan, wahyu berarti penyingkapan, yaitu terbukanya tirai. Jadi wahyu ialah Roh Allah memperlihatkan visi rahasia Allah kepada kita (Ef. 3:3-5). Misalnya Anda seorang mahasiswa jurusan teknik mesin. Melalui pelajaran beberapa tahun, Anda beroleh pengetahuan tentang bermacam-macam mesin. Pengetahuan itu boleh diibaratkan sebagai hikmat. Pada suatu hari, Anda mengunjungi sebuah pabrik, Begitu pintu terbuka, Anda lalu nampak mesin-mesin itu. Terbukanya pintu dapat diibaratkan sebagai wahyu. Karena hikmat Anda, pengetahuan Anda tentang mesin-mesin itu, maka dengan sendirinya Anda memiliki pengertian terhadap mesin-mesin itu. Tetapi orang yang tidak memiliki kepandaian teknik mesin, walau juga bisa melihat mesin-mesin itu ia tidak memahaminya; ia memiliki wahyu, tetapi kekurangan hikmat. Ada orang mungkin berhikmat, tetapi pintunya tidak terbuka; yang lain pintunya terbuka, namun tidak berhikmat. Bila kita telah memiliki hikmat dan wahyu, barulah kita dapat memahami mesin-mesin itu. Demikian pula halnya dalam masalah rohani. Kita perlu hikmat, kita pun perlu tersingkapnya tirai. Bila kita mempunyai kedua-duanya, barulah kita dapat mengerti hal-hal rohani.

Ketika kita memiliki hikmat dan wahyu, kita baru memiliki pengenalan penuh akan Allah, yakni mengenal Allah secara menyeluruh.

Selain memiliki roh hikmat dan wahyu, kita juga harus menanggulangi mata hati kita. Di sini yang terutama perlu dibahas adalah fakta tentang rahasia kehendak Allah (Ef. 1:9). Dalam contoh yang ditampilkan di atas, pabrik mewakili fakta. Begitu pula, rahasia kehendak Allah adalah fakta yang perlu kita nampak.


Sumber: Pelajaran-Hayat Efesus, Buku 1, Berita 14

No comments: