Hitstat

04 June 2015

Ibrani - Minggu 2 Kamis



Pembacaan Alkitab: Ibr. 1:4-7


Apakah sebetulnya yang terkandung dalam Yudaisme, yang dianggap mustika oleh nenek moyang orang Yahudi? Dalam Yudaisme, agama yang khas dan sejati yang diben­tuk dan didirikan menurut Perjanjian Lama, hal yang utama adalah Allah. Mereka bermegah dalam Allah (Rm. 2:17). Agama lain tidak memiliki Allah yang sedemikian. Allah yang sejati dan benar ada pada agama Yahudi, karena agama Yahudi adalah agama yang paling asli, paling murni. Di satu aspek, mereka memiliki Allah yang sejati. Allah ini adalah kebanggsan mereka. Bahkan Yudaisme hari ini ma­sih membanggakan Allah.

Kedua, Yudaisme memiliki malaikat. Ajaran‑ajaran lain­nya hanya memihki setan‑setan kecil, dan malaikat tidak dapat dibandinglian dengan setan‑setan kecil tersebut. Alki­tab menunjukkan bahwa malaikat itu sangat dekat dengan Allah. Ketika Allah menampakkan diri kepada Abraham, ada dua malaikat yang menyertai‑Nya (Kej. 18:1‑2). Kelihatannya ketiga‑tiganya sangat mirip. Jadi betapa tinggi kedu­dukan malaikat itu; sampai‑sampai Taurat pun diturunkan melalui malaikat (Kis. 7:53; Gal. 3:19). Karena itu agama Yahudi juga membanggakan malaikat.

Ketiga, agama Yahudi juga membanggakan Musa, ka­rena melalui dialah hukum Allah diturunkan. Hampir se­tiap bangsa, terutama pada zaman dulu, memiliki pemim­pin yang luar biasa. Namun, Musa adalah yang terutama di antara semua pemimpin manusia itu. Tidak ada karya tulisan lain yang bisa dibandingkan dengan tulisannya. Kita tidak perlu mengajukan kelima kitab (Pentateudi) tulisan Musa, cukup ambil satu saja, Kitab Ulangan. Kitab ini ti­dak ada bandingannya; kitab yang terletak di surga tingkat tiga. Semua buku, kecuali Alkitab, hanyalah merupakan buku di permukaan bumi atau di dalam neraka yang paling rendah. Kitab tulisan Musa sangat tinggi. Saya benar‑benar menyukai semua kitab yang ditulis olehnya, teristimewa Kitab Ulangan, yang begitu manis dan lembut. Betapa luar biasa kelima kitab tulisan Musa! Kitab‑kitab itu adalah tambang emas. Makin digali, makin banyak barang mustika yang Anda dapatkan. Kitab‑kitab itu dalamnya tidak ter­duga. Tak heran orang‑orang Yahudi membanggakan Musa.

Hal keempat adalah Imamat yang dikepalai Harun, kakak Musa. Musa bukan imam, ia adalah seorang rasul dalam Perjanjian Lama. Harunlah imam besar. Musa di­utus dari Allah kepada umat Israel, sedangkan Harun ber­tolak dari umat Israel kembali kepada Allah. Musa melam­bangkan Kristus yang datang dari Allah kepada manusia, sedang Harun melambangkan Kristus yang bertolak dari manusia kepada Allah. Orang Yahudi mempunyai imamat yang sedemikian dalam melayani Allah dan memperhatikan keperluan‑keperluan umat‑Nya di hadirat Allah.

Di satu aspek, para imam bukan sekadar para pelayan, tetapi juga pengacara pengadilan surga. Alangkah baiknya memiliki pengacara yang terus‑menerus memperhatikan perkara Anda. Orang Yahudi memiliki imam pengacara se­macam ini. Hari ini, bila seseorang tidak memiliki penga­cara, ia kehilangan perlindungan; sebaliknya, bila ia selalu di bawah pembelaan seorang pengacara yang baik, barulah mereka bisa mengalami damai sejahtera. Orang kafir tidak mempunyai pengacara yang membela mereka di hadirat Allah, tetapi orang Yahudi mempunyai imam‑imam yang bertindak sebagai pengacara‑pengacara di hadapan Allah. Imam‑imam itu melayani Allah serta memperhatikan keper­luan‑keperluan orang Israel. Karena itu, orang‑orang Yahudi bermegah atas imam‑imam mereka.

Hal kelima dan yang terakhir yang dibanggakan Yu­daisme adalah Perjanjian Lama yang Allah buat dengan orang Yahudi. Orang‑orang Yahudi menjadi umat Allah ber­dasarkan perjanjian Allah yang dibuat sesuai dengan hu­kum Allah. Mereka adalah umat Allah di dalam perjanjian. Bangsa‑bangsa lain tidak memiliki perjanjian ilahi yang membuat mereka menjadi umat Allah sesuai dengan ke­hendak dan tuntutan Allah. Hanya orang‑orang Yahudilah yang memiliki perjanjian ilahi ini, yang menjadikan mereka bangsa istimewa bagi Allah. Demikianlah mereka memusti­kakannya, bahkan bermegah atasnya.


Sumber: Pelajaran-Hayat Ibrani, Buku 1, Berita 4

No comments: