Hitstat

02 June 2015

Ibrani - Minggu 2 Selasa



Pembacaan Alkitab: Ibr. 1:3, 8, 10


Kita semua harus nampak bahwa Tuhan Yesus kita adalah Allah. Jangan mengira Ia bukan Allah. Ia adalah Allah. Itulah sebabnya Ibrani 1:3 mengatakan bahwa Dia adalah cahaya kemuliaan Allah.

Putra juga adalah gambar substansi (keberadaan yang sesungguhnya, LAI) Allah (1:3). Kemuliaan adalah ekspresi lahirnya, substansi adalah esens batinnya. Allah memiliki esens, substansi, juga memiliki rupa penampilan. Misanya, sebuah meja kayu, substansinya ialah kayu. Kayu adalah esens dari meja itu. Begitu pula, Allah memiliki substansi dan juga mempunyai kemuliaan. Kita tidak mempunvai ungkapan yang cukup untuk menjelaskan hal ini. Kita hanya bisa mengatakan bahwa Allah kita mulia dan juga memiliki substansi, memiliki wujud. Menyinggung kemuliaan Allah, Putra adalah cahaya kemuliaan‑Nya. Menying­gung substansi Allah, Putra adalah gambar substansi Allah.

Gambar substansi Allah seperti gambar cetak sebuah cap stempel. Pada stempel terdapat gambar. Ketika stempel itu dicapkan ke atas sehelai kertas, gambar yang serupa niscaya tertera di atas kertas itu. Jika pada stempel tercantum huruf "USA", maka setelah kertas itu dicap, ker­tas itu akan menampilkan huruf yang sama. Putra bukan hanya cahaya kemuliaan Allah, Ia pun "stempel" substansi Allah. Ini berarti Putra adalah Allah yang datang kepada kita. Ketika saya memegang stempel ini di tangan saya, stempel ada pada saya. Jika stempel ini saya capkan pada Anda, gambar stempel ini ada pada Anda. Ke mana saja Anda pergi, gambar stempel itu akan terbawa serta. Ketika Allah belum datang, Ia hanya sebagai Allah semata. Tetapi ketika Ia datang, Dialah Putra, yang adalah gambar sub­stansi‑Nya.

Kristus adalah Allah yang datang kepada kita, Allah yang menghampiri kita. Bagaimanakah matahari mencapai kita? Melalui sinar yang dipancarkan‑Nya. Jangan Anda mengira di luar tidak ada matahari. Cobalah berdiri di luar 15 menit waktu tengah hari, Anda pasti akan terbakar oleh­nya karena sinar matahari telah mencapai Anda. Itu ber­arti matahari mencapai Anda. Siapakah Putra? Putra ada­lah Allah mencapai kita, Allah bersatu dengan kita. Sering orang berkata, "Mari kita mandi sinar matahari." Setelah mereka mandi sinar matahari, unsur‑unsur tertentu dari matahari tersalur ke dalam mereka. Ini berarti matahari telah mencapai mereka. Demikian pula, Kristus, Putra Allah adalah Allah sendiri yang mencapai kita dan masuk ke da­lam kita. Kita benar‑benar memiliki satu Allah yang men­capai kita dan yang masuk ke dalam kita. Inilah kese­lamatan kita, yaitu keselamatan besar yang diwahyukan dalam pasal 2. Keselamatan besar kita ialah Allah menca­pai kita dan masuk ke dalam kita. Inilah Putra Allah.

Ibrani 1:8 mewahyukan bahwa Putra yang adalah cahaya kemuliaan Allah dan gambar substansi Allah adalah Allah sendiri. Ayat 8 membicarakan tentang Putra, "Takhta­Mu, ya Allah, tetap untuk seterusnya dan selamanya." Di sini mewahyukan bahwa Putra adalah Allah sendiri.

Ayat 10 mengatakan bahwa Putra adalah Tuhan, yaitu Pencipta. "Pada mulanya, ya Tuhan, Engkau telah meletak­kan dasar bumi, dan langit adalah buatan tangan‑Mu." Kristus, Putra Allah, adalah Allah sendiri, Ia juga Tuhan, Pencipta. Janganlah mengira Ia berlainan dengan Tuhan dan Pencipta. Dia adalah Allah, juga Tuhan, Pencipta.

Sekarang kita melihat pekerjaan Putra. Ibrani 1:2‑3 mewahyukan dua kategori pekerjaan Putra, yaitu pencipta­an dan penebusan.

Ibrani 1 mewahyukan bahwa Putra telah meniadakan langit dan bumi (1:2, 10). Melalui Putra barulah segalanya itu ada (Yoh. 1:3; Kol. 1:16; 1 Kor. 8:6). Putra adalah Pencipta alam semesta.


Sumber: Pelajaran-Hayat Ibrani, Buku 1, Berita 3

No comments: