Hitstat

01 September 2017

Wahyu - Minggu 30 Jumat

Pembacaan Alkitab: Why. 21:1-20
Doa baca: Why. 21:2
Aku juga melihat kota yang kudus, Yerusalem yang baru, turun dari surga, dari Allah, yang berhias bagaikan pengantin perempuan yang berdandan untuk suaminya.


Ketika Yohanes melihat Yerusalem Baru, dia berada di dalam roh dan juga dibawa ke sebuah gunung yang besar dan tinggi. Untuk melihat pengantin perempuan, Yerusalem Baru, dia dibawa ke gunung yang besar dan tinggi. Kita perlu diangkat ke gunung yang tinggi agar kita dapat melihat tempat kediaman Allah bagi penggenapan tujuan kekal-Nya. Yerusalem Baru adalah sebuah kota gunung, dan kita harus berada di atas sebuah gunung agar dapat melihatnya. Kita perlu berada di dalam roh dan naik ke gunung yang tinggi. Inilah cara untuk melihat visi Yerusalem Baru.

Kita juga perlu mengetahui apakah Yerusalem Baru itu. Yerusalem Baru adalah perampungan sempurna dari pekerjaan pembangunan Allah sepanjang abad. Yerusalem Baru adalah susunan hidup dari semua orang kudus tebusan Allah sepanjang zaman. Dia adalah pengantin perempuan Kristus, menjadi pasangan-Nya (Yoh. 3:29); juga kota kudus Allah, menjadi tempat tinggal-Nya, kemah-Nya (ayat 3). Inilah Yerusalem surgawi (Ibr. 12:22) yang Allah siapkan bagi kita dan yang dirindukan oleh Abraham, Ishak, dan Yakub (Ibr. 11:10, 16). Ia juga adalah Yerusalem yang di atas dan yang adalah ibu kita (Gal. 4:26).

Yerusalem Baru ini akan turun dari surga ke bumi. Allah tidaklah bermaksud memiliki sebuah tempat tinggal yang kekal di surga; Dia bermaksud tinggal di bumi. Hari ini pun, kediaman Allah yang terbaik bukanlah surga, melainkan gereja di bumi. Meskipun penampilan gereja tidak mengagumkan atau megah, anak-anak Allah ada di sana, dan Allah merasa nikmat dengan mereka. Akhirnya, "gubuk" yang kecil dari gereja akan diubah menjadi Yerusalem Baru, yang akan jauh lebih bagus daripada gedung mana pun.

Yerusalem Baru adalah sebuah kota yang sangat luas, panjangnya, lebarnya, dan tingginya 12.000 stadia (ayat 16 Tl.). Dua belas ribu stadia kira-kira 1360 mil (2176 km). Satu kota yang hebat sekali! Tingginya sekitar 7 juta kaki (2100 km). Kota ini, yang jauh lebih ajaib dari yang dapat kita bayangkan, sesungguhnya akan turun dari surga ke bumi. Tentu saja bumi pada waktu itu adalah bumi baru (ayat 1, 24, 26). Yerusalem Baru adalah kota kudus (ayat 2, 10). Sebagai kota kudus Allah, Yerusalem Baru adalah kudus, suci, tersisih mutlak bagi Allah, dan dijenuhi dengan sifat kudus Allah untuk menjadi tempat kediaman-Nya. Kota kudus ini sepenuhnya diresapi dan berbaur dengan Allah. Suatu hari, kita dengan riil akan ada di sana. Hari ini kita melihat Yerusalem Baru dalam sebuah visi, tetapi kelak kita akan ada di dalamnya. Betapa gembiranya kita! Tentu, kita akan mengingat kembali visi yang kita lihat sewaktu kita masih di bumi.

Yerusalem Baru akan menjadi pengantin perempuan dalam Kerajaan Seribu Tahun selama seribu tahun, yang seperti satu hari (2 Ptr. 3:8); dan akan menjadi istri dalam langit baru dan bumi baru untuk selama-lamanya, dari zaman ke zaman, tanpa akhir. Pengantin perempuan dalam zaman kerajaan hanya mencakup para pemenang (3:12; 19:7-9), tetapi istri dalam kekekalan mencakup seluruh umat tebusan Allah (21:9).



Sumber: Pelajaran-Hayat Wahyu, Buku 4, Berita 59

No comments: