Hitstat

28 July 2015

Ibrani - Minggu 10 Selasa



Pembacaan Alkitab: Mat. 6:10; 16:18-19; Why. 1:9


Marilah kita melihat mengapa gereja hari ini adalah perhentian hari Sabat. Pertama, menurut Kejadian 1 dan 2 kita nampak Allah beroleh perhentian hari Sabat karena Ia telah beroleh ekspresi dan wakil. Dengan perkataan lain, perhentian Allah terletak pada adanya orang yang memiliki gambar dan kuasa‑Nya. Karena itu, ketika manusia pertama, yaitu manusia lama, selesai diciptakan, Allah menda­patkan perhentian; karena Allah telah memperoleh manusia untuk mengekspresikan dan mewakili Dia. Tidakkah Allah juga beroleh perhentian setelah penciptaan manusia baru? Gereja adalah manusia baru (Ef. 2:15; 4:24). Kalau setelah terciptanya manusia lama Allah bisa menikmati perhentian, Ia pasti memiliki perhentian yang lebih besar setelah penciptaan manusia baru. Hari ini kita bukan berada dalam zaman penciptaan manusia lama, melainkan dalam zaman baru setelah manusia baru diciptakan. Allah memiliki hari Sabat yang baru, karena Ia telah beroleh satu manusia baru untuk mengekspresikan dan mewakili‑Nya. Alkitab menyebutkan perhentian hari Sabat untuk kali pertama adalah setelah manusia diciptakan. Jadi menurut prinsip ini, setelah manusia baru diciptakan tentu ada satu perhentian hari Sabat yang baru dan lebih indah. Hari ini kita justru berada di dalam hari Sabat yang baru ini.

Kedua, Ulangan 12:9 dengan jelas memperlihatkan kepada kita bahwa karena Tanah Kanaan adalah perhentian Allah, maka tanah tersebut juga menjadi perhentian bagi orang Israel. Karena di situ Allah telah mendapatkan tempat kediaman serta menegakkan nama‑Nya, maka di tanah itu Allah bisa beroleh perhentian (Ul. 12: 5, 11). Nama Allah ialah Allah sendiri. Bila Allah berkata bahwa Ia akan menegakkan nama‑Nya, berarti Ia sendiri berada di sana. Allah seolah‑olah berkata, "Nama‑Ku adalah diri‑Ku sendiri. Nama‑Ku ditegakkan di mana, Aku akan tinggal di sana dan membangun tempat kediaman‑Ku di sana. Tempat itu akan menjadi tempat kediaman‑Ku, dan tempat kediaman‑Ku adalah perhentian‑Ku." Bukankah gereja hari ini adalah tempat kediaman Allah? Bukankah gereja rumah Allah? Efesus 2:22 mengatakan bahwa tempat kediaman Allah adalah di dalam roh kita. Efesus 2:15 mengatakan tentang manusia baru, sedang pada 2:22 mengatakan tentang tempat kediaman Allah. Keduanya ‑ manusia baru dan tempat kediaman ‑ adalah perhentian hari Sabat. Bukankah gereja itu manusia baru? Kalau gereja itu manusia baru, kita memiliki perhentian. Bukankah gereja itu tempat kediaman Allah? Kalau gereja memang tempat kediaman Allah, kita pun pasti memiliki perhentian Allah.

Untuk memiliki tempat kediaman Allah bagi ekspresi-Nya, perlulah menerapkan kekuasaan Allah. Dalam Kejadian 1:26 kita nampak kekuasaan mengikuti gambar dan berjalan bersamanya. Itu berarti Kerajaan Allah muncul karena Allah dapat diekspresikan. Tanpa kerajaan sebagai perlindungan dan pengamanan, ekspresi Allah sulit untuk bereksistensi. Di mana ada ekspresi Allah, di situ selalu ada Kerajaan Allah. Bukankah gereja hari ini adalah Kerajaan Allah?.Benar, gereja tentu adalah Kerajaan Allah hari ini.

Kitab Efesus juga memperlihatkan kepada kita bahwa gereja hari ini adalah Kerajaan Allah. Efesus 2:15 mengatakan tentang manusia baru, Efesus 2:22 mengatakan bahwa roh kita adalah tempat kediaman Allah, dan Efesus 3:21 mengatakan tentang gereja. Gereja sebagai Kerajaan Allah terdapat dalam Efesus 5:5. Maka manusia baru ialah tempat kediaman, tempat kediaman ialah gereja, dan gereja ialah kerajaan. Jadi, hari ini gereja adalah Kerajaan Allah. Ibrani 12:28 mengatakan bahwa kita telah menerima kerajaan yang tidak terguncangkan. Kita bukan menanti‑nantikan kerajaan, melainkan kita telah memperoleh kerajaan.


Sumber: Pelajaran-Hayat Ibrani, Buku 2, Berita 19

No comments: