Hitstat

28 May 2016

1 Petrus - Minggu 12 Sabtu



Pembacaan Alkitab: 1 Ptr. 3:8-13
Doa Baca: 1 Ptr. 3:10
Siapa yang mau mencintai hidup dan mau melihat hari-hari baik, ia harus menjaga lidahnya terhadap yang jahat dan bibirnya terhadap ucapan-ucapan yang menipu.


Dalam ayat 7 Petrus mengatakan bahwa suami-suami dan istri-istri adalah "teman pewaris dari anugerah hayat". Anugerah hayat adalah Allah dalam ketritunggalan-Nya menjadi hayat dan suplai hayat kita -- Bapa adalah sumber hayat, Putra adalah saluran hayat, dan Roh adalah aliran hayat yang mengalir di dalam kita, dengan Putra dan Bapa sebagai anugerah bagi kita (1 Yoh. 5:11-12; Yoh. 7:38-39; Why. 22:1). Semua orang beriman adalah pewaris anugerah ini. Pendeknya, anugerah hayat adalah Allah Tritunggal melalui proses menjadi Roh yang almuhit, Roh pemberi-hayat, Roh yang berhuni. Allah Tritunggal sekarang ada di dalam kita sebagai anugerah hayat. Para suami dan para istri adalah teman pewaris dari anugerah hayat ini. Kita mewarisi anugerah hayat bersama-sama.

Warisan ini adalah bagian dari "warisan yang tidak dapat binasa, yang tidak dapat cemar, dan tidak dapat layu" (1:4). Semua butir dari warisan kekal kita berhubungan dengan hayat ilahi yang kita terima melalui kelahiran kembali dan yang kita alami dan nikmati sepanjang hidup kita sebagai orang Kristen. Semua suami dan istri perlu melihat bahwa dalam kehidupan pernikahan mereka, suami dan istri adalah ahli waris bersama dari warisan semacam itu, khususnya anugerah hayat.

Dalam 3:8-13 Petrus membicarakan kehidupan Kristiani dan penderitaannya berkenaan dengan hidup bersama. Ayat 8 mengatakan, "Akhirnya, hendaklah kamu semua seia sekata, seperasaan, mengasihi saudara-saudara seiman, penyayang dan rendah hati." Ayat ini diisi dengan istilah-istilah yang baik. Paulus juga menggunakan istilah semacam ini, tetapi dia tidak menjajarkannya seperti cara Petrus.

Ayat 9 melanjutkan, "Dan janganlah membalas kejahatan dengan kejahatan, atau caci maki dengan caci maki, tetapi sebaliknya, hendaklah kamu memberkati, karena untuk itulah kamu dipanggil, yaitu untuk memperoleh berkat." Pada bagian pertama ayat ini "memberkati", petunjuk waktu dalam bahasa Yunaninya berarti "selalu memberkati". Bila yang lain mencaci maki kita, kita jangan membalas mencaci maki mereka. Sebaliknya, kita harus memberkati mereka. Perkataan Petrus di sini sesuai dengan apa yang dikatakan Tuhan Yesus dalam Matius 5:44 dan apa yang dikatakan Paulus dalam Roma 12:14.

Dalam ayat 10 Petrus melanjutkan, "Siapa yang mau mencintai hidup dan mau melihat hari-hari baik, ia harus menjaga lidahnya terhadap yang jahat dan bibirnya terhadap ucapan-ucapan yang menipu." Hari-hari baik adalah hari-hari yang penuh kebaikan, mengacu kepada hal-hal yang baik sebagai berkat. Jika kita ingin melihat hari-hari baik, kita harus menjaga lidah kita terhadap yang jahat dan bibir kita terhadap ucapan-ucapan yang menipu. Mengenai hal ini, Kristus adalah teladan untuk kita ikuti. Dalam 2:22 Petrus mengatakan kepada kita bahwa Kristus "tidak berbuat dosa, dan tipu tidak ada dalam mulut-Nya". Tetapi bibir kita dan lidah kita mendatangkan banyak masalah. Banyak hal negatif telah diakibatkan dari pemakaian lidah dan bibir kita dengan tidak tepat.

Dalam ayat 11 Petrus mengatakan tentang menjauhi yang jahat, melakukan yang baik, mencari perdamaian dan berusaha mendapatkannya. Dalam ayat 12 dia mengatakan bahwa mata Tuhan tertuju kepada orang-orang benar dan telinga-Nya kepada permohonan mereka yang minta tolong, tetapi wajah Tuhan menentang orang-orang yang berbuat jahat. Kemudian dalam ayat 13 Petrus mengatakan, "Lagi pula, siapa yang akan berbuat jahat terhadap kamu, jika kamu rajin berbuat baik?" Menurut ayat ini, kita jangan hanya rajin berbuat baik, tetapi harus menjadi orang yang rajin berbuat baik. Kata "orang yang rajin" menunjukkan semacam orang yang khusus. Kita semua harus menjadi orang yang rajin berbuat baik.


Sumber: Pelajaran-Hayat 1 Petrus, Buku 1, Berita 23

No comments: