Hitstat

07 November 2016

1 Yohanes - Minggu 12 Senin



Pembacaan Alkitab: 1 Yoh. 2:20-27
Doa baca: 1 Yoh. 2:20
Tetapi kamu telah beroleh pengurapan dari Yang Kudus, dan dengan demikian kamu semua mengetahuinya.


Dalam berita yang lalu kita telah menunjukkan bahwa menurut 1 Yohanes 2:20-27 Bapa dan Anak adalah satu. Benar-benar tepat mengatakan bahwa Anak tidak terpisah dari Bapa, atau Bapa dari Anak. Akan tetapi, masih ada perbedaan antara ketiga ke-Allahan, satu perbedaan antara Bapa, Anak, dan Roh Kudus.

Tuhan adalah Yesus, juga adalah Kristus. Meskipun tidak ada pemisahan antara Yesus dengan Kristus, tetapi ada satu perbedaan antara sebutan Yesus dan Kristus ini. Nama Yesus berarti "Yehova Juruselamat kita" atau "Yehova keselamatan kita". Gelar Kristus berarti "Yang diurapi". Nama Yesus kebanyakan menunjukkan Tuhan di dalam keinsanian-Nya, di dalam inkarnasi, kehidupan insani, dan penyaliban-Nya. Gelar Kristus menunjukkan Tuhan sebagai Yang diurapi Allah dan khususnya apa adanya Dia di dalam kebangkitan dan kenaikan. Yesus dan Kristus keduanya mengacu kepada persona yang sama. Meskipun persona ini tidak dapat dipisahkan, namun ada satu perbedaan antara gelar Yesus dengan Kristus ini.

Meskipun Anak dan Bapa adalah satu, tetapi kita jangan mengatakan bahwa tidak ada perbedaan antara Bapa dengan Anak. Ada satu perbedaan antara Bapa dengan Anak, tetapi tidak ada pemisahan. Ketika Bapa hadir, Anak juga hadir. Demikian juga, di mana ada Anak, di sana juga ada Bapa. Bapa dan Anak tidak dapat dipisahkan. Karena inilah dalam ayat 23 Yohanes mengatakan bahwa siapa yang menyangkal Anak, ia tidak memiliki Bapa, dan siapa yang mengakui Anak, ia juga mempunyai Bapa.

Seharusnya tidak ada suatu keraguan di dalam kita bahwa Bapa, Anak, dan Roh benar-benar satu dan adalah satu Allah. Meskipun kita percaya dalam Trinitas, kita jelas tidak percaya dalam tiga Allah. Triteisme, kepercayaan dalam tiga Allah, adalah bidah, dan kita harus mengecamnya. Meskipun Allah adalah satu, ada satu perbedaan yang jelas antara Bapa, Putra, dan Roh di dalam ke-Allahan.

Kebenaran tentang Allah Tritunggal beraspek dua, memiliki dua sisi atau dua aspek; aspek satu dan aspek tiga. Kebenaran beraspek dua mengenai Trinitas dinyatakan di dalam kata tritunggal (triune). Kata sifat ini sebenarnya adalah sebuah kata bahasa Latin yang tersusun dari dua bagian : tri, berarti tiga, dan une, berarti satu. Karena itu, kata "triune" berarti tritunggal. Di satu pihak, Allah kita adalah satu yang unik; di pihak lain, Dia adalah tiga. Dalam aspek Allah adalah satu, tidak ada pemisahan antara Bapa, Anak, dan Roh. Tetapi dalam aspek Allah adalah tiga, ada perbedaan antara Bapa, Anak, dan Roh. Tuhan Yesus mengatakan, "Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku." (Yoh. 14:10). Karena Bapa dan Anak tinggal di dalam satu sama lain, maka mereka tidak dapat dipisahkan. Tetapi masih ada perbedaan antara Bapa dengan Anak.


Sumber: Pelajaran-Hayat 1 Yohanes, Buku 1, Berita 23

05 November 2016

1 Yohanes - Minggu 11 Sabtu



Pembacaan Alkitab: 1 Yoh. 2:20-27
Doa baca: 1 Yoh. 2:25
Dan inilah janji yang telah dijanjikan-Nya sendiri kepada kita, yaitu hidup yang kekal.


Tidak menyangkal melainkan mengakui bahwa manusia Yesus adalah Kristus, Anak Allah (ayat 22), berarti membiarkan Firman hayat kekal tetap tinggal di dalam kita. Dengan berbuat demikian kita tetap tinggal di dalam Anak dan di dalam Bapa, dan tidak disesatkan oleh bidah tentang persona Kristus (ayat 26). Ini menunjukkan bahwa Anak dan Bapa adalah hayat kekal yang melahirkan kita kembali dan yang diberikan untuk kita nikmati. Dalam hayat kekal ini kita memiliki persekutuan dengan Allah dan dengan satu sama lain (1:2-3, 6-7), dan berperilaku dalam kehidupan kita sehari-hari (2:6; 1:7).

Dalam ayat 24 Yohanes mengatakan bahwa jika kita membiarkan yang ada sejak semula, yaitu Firman hayat, tinggal di dalam kita, kita akan tinggal di dalam Anak dan di dalam Bapa. Ini menyatakan bahwa Firman hayat sebenarnya adalah Anak dan Bapa.

Menurut pengalaman kita atas hayat ilahi, Anak. Bapa, Yesus, dan Kristus adalah satu. Bukan hanya Anak yang menjadi hayat kekal bagi kita dan Bapa bukan hayat, melainkan Yesus, sebagai Kristus, yang adalah Anak dan Bapa, adalah hayat yang ilahi dan kekal yang menjadi bagian kita. Menurut konteks ayat 22-25, hayat kekal ini adalah Yesus, Kristus, Anak, dan Bapa. Semuanya itu adalah suatu komposisi dari hayat kekal. Karena itu, hayat kekal juga adalah satu unsur dari Roh yang berhuni, majemuk, dan almuhit, yang bergerak di dalam kita.

Hayat kekal dalam ayat 25 adalah Firman hayat, dan Firman hayat adalah Yesus, Kristus, Anak, dan Bapa. Di sini ada enam hal: Yesus, Kristus, Bapa, Anak, Firman hayat, dan hayat kekal. Dari Alkitab, khususnya dari Surat 1 Yohanes, kita tahu bahwa Yesus adalah Kristus, Kristus sama dengan Bapa dan Anak, dan yang Satu ini juga adalah Firman hayat dan hayat kekal. Yesus, Kristus, Bapa, Anak, Firman hayat, dan hayat kekal adalah satu kemajemukan yang ilahi. Keenam hal ini adalah unsur-unsur yang telah dicampurkan ke dalam satu minyak urapan tunggal. Di dalam Yesus kita memiliki keinsanian, pada Bapa kita memiliki keilahian, dan pada Kristus kita mempunyai Yang diurapi. Pada Yesus kita memiliki inkarnasi, pada Kristus kita mempunyai kebangkitan, dan pada Anak kita memiliki hayat. Karena itu, dalam unsur-unsur ini kita memiliki segala bahan minyak urapan majemuk: sifat ilahi, sifat insani, inkarnasi, penyaliban, kebangkitan, dan hayat.

Dalam 1 Yohanes 2 kita benar-benar mempunyai minyak urapan majemuk, Roh yang almuhit. Akan tetapi, di sini kita tidak hanya memiliki minyak urapan secara objektif, melainkan kita mempunyai pengurapan yang subjektif, yaitu pergerakan dan pekerjaan yang subjektif dari minyak urapan. Pengurapan yang subjektif ini adalah Allah Tritunggal yang telah melalui proses, yang kita alami. Selanjutnya, pengurapan ini mengajarkan kepada kita mengenai Allah Tritunggal yang telah melalui proses. Contohnya, jika ada orang mengatakan bahwa Kristus tidak ada di dalam kita, kita harus menjawab, "Dari pengalamanku atas pengurapan, aku tahu bahwa Yesus Kristus ada di dalamku." Selain itu, jika ada orang mencoba mengajar Anda bahwa Bapa, Anak, dan Roh itu adalah tiga persona yang terpisah, Anda dapat mengatakan, "Aku tidak memiliki tiga persona yang terpisah di dalamku. Dari pengalamanku atas pengurapan aku tahu bahwa aku hanya memiliki satu persona di dalamku, dan persona ini adalah Bapa, Anak, dan Roh itu."


Sumber: Pelajaran-Hayat 1 Yohanes, Buku 1, Berita 22

04 November 2016

1 Yohanes - Minggu 11 Jumat



Pembacaan Alkitab: 1 Yoh. 2:20-27
Doa baca: 1 Yoh. 2:24
Dan kamu, apa yang telah kamu dengar sejak semula, itu harus tetap tinggal di dalam kamu. Jika apa yang telah kamu dengar sejak semula itu tetap tinggal di dalam kamu, maka kamu akan tetap tinggal di dalam Anak dan di dalam Bapa.


Dalam ayat 22 Yohanes mengatakan bahwa antikristus menyangkal Bapa dan Anak. Mengakui Yesus adalah Kristus berarti mengakui Dia adalah Anak Allah (Mat. 16:16; Yoh. 20:31). Karena itu, menyangkal Yesus adalah Kristus berarti menyangkal Bapa dan Anak. Siapa saja yang menyangkal persona ilahi Kristus seperti itu adalah antikristus.

Fakta bahwa menyangkal Yesus adalah Kristus sama dengan menyangkal Bapa dan Anak menyiratkan pemikiran bahwa Yesus, Kristus, Bapa, dan Anak adalah satu, semuanya adalah unsur, kadar dari Roh yang berhuni, majemuk, almuhit, yang sekarang sedang mengurapi kaum beriman setiap saat. Dalam pengurapan ini, Yesus, Kristus, Bapa, dan Anak, semua terurap ke dalam insan batiniah kita.

Dalam ayat 22 Yohanes menyatakan bahwa menyangkal "Yesus adalah Kristus" sama dengan menyangkal Bapa dan Anak. Di sini Yohanes menganggap Yesus, Kristus, Bapa, dan Anak adalah satu. Tentu saja Yesus dan Kristus adalah satu. Tetapi jika kita menyangkal bahwa Yesus adalah Kristus, kita menyangkal Bapa dan Anak. Ini dengan kuat menyatakan bahwa Bapa dan Anak adalah satu dengan Yesus dan Kristus. Karena Bapa dan Anak adalah satu dengan Kristus dan karena Yesus dan Kristus adalah satu, maka Yesus, Kristus, Bapa, dan Anak, semuanya adalah satu.

Dalam ayat 23 Yohanes melanjutkan, "Sebab siapa yang menyangkal Anak, ia tidak memiliki Bapa. Siapa yang mengaku Anak, ia juga memiliki Bapa." Karena Anak dan Bapa adalah satu (Yoh. 10:30; Yes. 9:5), maka menyangkal Anak berarti tidak memiliki Bapa, dan mengakui Anak adalah memiliki Bapa. Menyangkal Anak di sini mengacu kepada bidah yang menyangkal ke Allahan Kristus, menyangkal manusia Yesus adalah Allah. Ini adalah bidah yang besar.

Dalam ayat 23 Yohanes mula-mula mengatakan bahwa siapa saja yang menyangkal Anak, ia tidak memiliki Bapa. Jika Anak dan Bapa tidak satu, bagaimana orang yang menyangkal Anak bisa tidak memiliki Bapa? Dalam ayat ini Yohanes selanjutnya mengatakan bahwa orang yang mengakui Anak, ia memiliki Bapa. Siapa saja yang menyangkal Anak, tidak memiliki Anak maupun Bapa. Tetapi siapa saja yang mengakui Anak, memiliki Anak maupun Bapa. Aspek negatif dan positif dari ayat ini menunjukkan bahwa Anak dan Bapa tidak dapat dipisahkan. Karena Bapa dan Anak adalah satu, kita tidak dapat memisahkan Anak dari Bapa atau Bapa dari Anak.

Saya ingin Anda memperhatikan kata-kata "ia tidak" dan "ia juga" dalam ayat 23. Yohanes mengatakan bahwa siapa yang menyangkal Anak, ia tidak memiliki Bapa. Lalu dia mengatakan bahwa siapa yang mengakui Anak, ia juga memiliki Bapa. Kata-kata ini menyatakan bahwa Bapa dan Anak adalah satu dan tidak dapat dipisahkan. Karena itu, menyangkal Anak adalah menyangkal Anak dan Bapa; dan mengakui Anak adalah mengakui Anak dan Bapa.


Sumber: Pelajaran-Hayat 1 Yohanes, Buku 1, Berita 22