Hitstat

04 January 2017

1 Yohanes - Minggu 20 Rabu



Pembacaan Alkitab: 1 Yoh. 5:20
Doa baca: 1 Yoh. 5:20
Akan tetapi, kita tahu bahwa Anak Allah telah datang dan telah mengaruniakan pengertian kepada kita, supaya kita mengenal Yang Benar; dan kita ada di dalam Yang Benar, di dalam Anak-Nya Yesus Kristus. Dialah Allah yang benar dan hidup yang kekal.


Dalam 5:20 Yohanes mengatakan bahwa Anak Allah telah memberi kita satu pengertian sehingga kita dapat mengenal Yang Benar, atau mengetahui Yang Benar. Pengertian ini adalah fungsi pikiran kita yang diterangi dan dikuatkan oleh Roh realitas (Yoh. 16:12-15) untuk memahami realitas ilahi dalam roh kita yang dilahirkan kembali. Dalam ayat ini “mengetahui” adalah kemampuan hayat ilahi untuk mengenal Allah yang benar (Yoh. 17:3) dalam roh kita yang dilahirkan kembali (Ef. 1:17) melalui pikiran kita yang diperbarui, diterangi oleh Roh realitas.

Pengertian yang dibicarakan dalam ayat 20 meliputi pikiran kita, roh kita, dan Roh realitas. Menurut alamiah kita, roh kita mati, dan pikiran kita gelap. Sebab itu, dalam alamiah kita, kita tidak mempunyai kemampuan untuk mengenal Allah.

Tuhan Yesus, Anak Allah, telah datang dan telah memberi kita satu pengertian agar kita dapat mengenal Allah yang sejati dan riil. Dia telah datang kepada kita dengan langkah-langkah inkarnasi, penyaliban, dan kebangkitan. Dia menyempurnakan penebusan bagi kita, dan ketika kita bertobat dan percaya kepada Dia, kita menerima Dia. Sekarang karena kita telah percaya kepada Dia dan menerima Dia, dosa-dosa kita telah diampuni, pikiran kita yang gelap telah diterangi, dan roh kita yang mati telah dihidupkan. Selanjutnya, Roh realitas, yang adalah Roh wahyu, telah datang ke dalam diri kita. Ini berarti Roh realitas telah ditambahkan kepada roh kita yang dihidupkan dan telah menyinari pikiran kita untuk meneranginya. Sekarang kita mempunyai satu pikiran yang diterangi dan roh yang dihidupkan dengan Roh realitas, yang mewahyukan realitas rohani kepada kita. Sebagai akibatnya, kita pasti mempunyai satu pengertian dan dapat mengenal Yang Benar. Sebelum kita beroleh selamat, kita tidak mempunyai pengertian ini. Tetapi Putra Allah telah datang kepada kita dan telah memberi kita pengertian ini sehingga kita dapat mengenal Allah.

Dalam 5:20 Yohanes berbicara tentang mengenal Yang Benar. Di sini kata “mengenal” sebenarnya berarti mengalami, menikmati, dan memiliki. Karena itu, mengenal Yang Benar adalah mengalami, menikmati, dan memiliki Yang Benar. Di dalam alam semesta ini hanya Allah sendiri adalah Yang Benar. Kita perlu hayat Allah untuk mengalami, menikmati, dan memiliki Dia.

Anak Allah telah datang melalui inkarnasi dan melalui kematian dan kebangkitan dan telah memberi kita satu pengertian, kemampuan untuk mengenal Allah yang benar. Pengertian ini mencakup pikiran kita yang diterangi, roh kita yang dihidupkan, dan Roh Kudus yang mewahyukan. Karena pikiran kita telah diterangi, roh kita telah dihidupkan, dan Roh realitas berhuni di dalam kita, kita mempunyai kemampuan untuk mengenal Allah, kemampuan untuk mengalami, menikmati, dan memiliki Yang Benar.


Sumber: Pelajaran-Hayat 1 Yohanes, Buku 2, Berita 39

03 January 2017

1 Yohanes - Minggu 20 Selasa



Pembacaan Alkitab: 1 Yoh. 5:19
Doa baca: 1 Yoh. 5:19
Kita tahu bahwa kita berasal dari Allah dan seluruh dunia berada di bawah kuasa si jahat.


Dalam 5:18 Yohanes mengatakan kepada kita sesuatu yang erat kaitannya dengan kehidupan kristiani kita. Dia mengatakan bahwa setiap orang yang telah dilahirkan dari Allah tidak berdosa. Kemudian ia mengatakan, siapa saja yang dilahirkan dari Allah menjaga dirinya sendiri, dan si jahat tidak dapat menyentuhnya. Di sini kita mempunyai satu pikiran yang belum diperkenalkan sebelumnya pikiran bahwa orang-orang yang dilahirkan kembali dapat menjaga diri mereka dari perbuatan dosa.

Dalam 5:18 Yohanes mengatakan bahwa si jahat tidak dapat menyentuh orang yang telah dilahirkan dari Allah dan yang menjaga dirinya sendiri. Di sini “menyentuh” berarti mencengkeram, menangkap, untuk melukai dan melaksanakan maksud yang jahat. Kata “si jahat” dalam bahasa Yunaninya tidak mengacu kepada karakter yang tidak berharga dan jahat secara hakiki, juga tidak menunjukkan keadaan yang tidak berharga dan kebobrokan, kemerosotan, dari kebajikan aslinya, melainkan mengacu kepada orang yang merusak, sangat jahat, yang mempengaruhi orang lain, memaksa mereka menjadi jahat dan ganas. Yang jahat seperti itu adalah Iblis, Satan, dan seluruh dunia berada dalam kuasanya.

Pemikiran dalam 1 Yohanes 5:18 adalah kita telah dilahirkan dari Allah dan mempunyai hayat ilahi. Kelahiran ilahi ini terjadi di dalam roh kita yang dilahirkan kembali, dan sekarang hayat ilahi ada di dalam roh kita yang dilahirkan kembali. Karena itu, kita harus dengan sederhana tinggal di dalam roh kita yang dilahirkan kembali. Kelahiran kembali dengan kelahiran ilahi dan hayat ilahi menjaga kita dari dosa, kegagalan, dan kecemaran. Bila kita tinggal di dalam roh kita yang dilahirkan kembali, Iblis tahu bahwa dia tidak bisa menyentuh kita, dan dia tidak akan mencoba untuk menyentuh kita.

Jika kita melihat seluruh surat ini, kita akan menyadari bahwa Rasul Yohanes mencoba untuk mengesankan kita dengan fakta bahwa kita telah dilahirkan dari Allah. Kita telah memiliki satu kelahiran ilahi, dan kita memiliki hayat ilahi. Satu bagian yang khusus dari diri kita roh kita telah dilahirkan kembali dengan hayat ilahi. Sekarang kita mempunyai satu pelindung: roh kita yang dilahirkan kembali dengan hayat ilahi. Asalkan kita tinggal di dalam roh kita yang dilahirkan kembali, kita berada di dalam tempat pelarian, satu tempat perlindungan dan penjagaan, dan si jahat tidak menyentuh kita.

Dalam 5:19 Yohanes mengatakan bahwa seluruh dunia berada di bawah kuasa si jahat. Seluruh dunia terdiri atas sistem dunia setani (2:15) dan orang-orang dunia, yaitu umat manusia yang telah jatuh (4:1). Karena seluruh dunia berada di bawah kuasa si jahat, berarti tinggal secara pasif dalam lingkungan pengaruh yang jahat, di bawah perampasan dan manipulasi jahatnya. Sementara kaum beriman hidup dan bergerak dengan aktif berdasarkan hayat Allah, seluruh dunia (dan khususnya manusia di dunia) tergeletak pasif di bawah tangan perampas kuasa dan penggelapan Iblis, si jahat. Kita berasal dari Allah, milik Allah, dan bersatu dengan Allah, sedangkan dunia berada di bawah kuasa si jahat dan milik Iblis. Orang-orang di dalam dunia tidak mempunyai kebebasannya sendiri. Melainkan berada di bawah penguasaan dan penyelewengan Iblis.


Sumber: Pelajaran-Hayat 1 Yohanes, Buku 2, Berita 39

02 January 2017

1 Yohanes - Minggu 20 Senin



Pembacaan Alkitab: 1 Yoh. 5:18-21
Doa baca: 1 Yoh. 5:18
Kita tahu bahwa setiap orang yang lahir dari Allah, tidak berbuat dosa; tetapi Dia yang lahir dari Allah melindunginya, dan si jahat tidak dapat menyentuhnya.


Dalam 1 Yohanes 5:14-17 menunjukkan bahwa kita tidak hanya memiliki hayat kekal dan menikmatinya, tetapi kita juga dapat menyuplaikan hayat ini kepada orang lain. Ini berarti kita dapat memberikan hayat kekal kepada orang lain. Mengenai hal ini, pikiran Yohanes sangatlah dalam. Meskipun pikiran di sini sangat dalam, hal ini sangat riil dalam kehidupan kristiani kita. Jika kita menikmati hayat kekal dan mengalaminya, kita pasti dapat menyalurkan hayat ini kepada orang lain. Kita dapat menyuplaikan hayat kekal kepada anggota-anggota Tubuh yang lain.

Dalam 5:16 Yohanes mengatakan bahwa ada dosa yang mendatangkan maut dan kita tidak seharusnya berdoa tentang hal itu. Kita telah menjelaskan bahwa di bawah penanggulangan pemerintahan Allah, suatu dosa mungkin mendatangkan maut. Tetapi masalah dosa yang mendatangkan maut ini tidak boleh mengalihkan kita dari pemikiran dasar dalam ayat-ayat tentang menyuplaikan hayat kekal kepada orang lain. Bagian ini menyiratkan bahwa kita dapat menyalurkan hayat kekal dari dalam diri kita ke dalam orang lain. Anda tidak seharusnya berusaha mengetahui seseorang akan disembuhkan atau tidak atau suatu dosa itu mendatangkan maut atau tidak. Sebaliknya, Anda harus dengan sederhana mengenali bahwa kaum beriman di sekeliling Anda, sebagai sesama anggota di dalam Tubuh, semua memerlukan hayat kekal yang disalurkan dari dalam Anda ke dalam mereka.

Kita perlu menyuplaikan hayat kepada orang lain. Kita dapat menyuplaikan hayat kepada kaum beriman melalui berdoa dengan mereka atau melalui bersekutu dengan mereka. Kadang-kadang kita dapat menyuplaikan hayat kepada seorang saudara hanya dengan mengunjungi dia tanpa berkata banyak kepada dia. Kontak kita dengan dia menyuplaikan hayat kepadanya. Asalkan kita berkumpul bersama dengan saudara ini, hayat keluar dari diri kita dan mengalir ke dalam dia. Dari 1 Yohanes 5:14-17 kita perlu nampak bahwa kita mempunyai hayat kekal dan kita dapat mengalami dan menikmati hayat ini dan kemudian menyuplaikannya kepada orang lain.

Dalam 1 Yohanes 5:18-21 kita mempunyai satu kesimpulan yang tegas dari Surat 1 Yohanes. Dalam kesimpulan ini Yohanes sekali lagi menekankan kelahiran ilahi (ayat 18). Seperti yang telah kita jelaskan, kitab ini disusun dengan kelahiran ilahi, hayat ilahi, persekutuan ilahi, pengurapan ilahi, dan semua kebajikan yang berasal dari kelahiran ilahi. Saya mengharapkan kita semua mempunyai satu kesan yang dalam mengenai kelahiran ilahi, mengenai fakta bahwa kita telah dilahirkan dari Allah. Kita juga perlu memiliki kesan yang dalam mengenai hayat ilahi, yang telah ditanamkan sebagai benih ilahi ke dalam diri kita; persekutuan ilahi, agar kita dapat menikmati kekayaan hayat ilahi; pengurapan ilahi, yang dengannya kita tinggal di dalam Tuhan dan mempunyai persekutuan dengan Dia; dan semua kebajikan yang dihasilkan dari kelahiran ilahi. Mengenai hal-hal ini, kita tidak boleh hanya mempunyai pengetahuan; kita perlu men-jamah kedalaman realitas hal-hal ini dalam surat ini.


Sumber: Pelajaran-Hayat 1 Yohanes, Buku 2, Berita 39