Hitstat

17 June 2013

Efesus - Minggu 39 Senin


Pembacaan Alkitab: Ef. 2:15; Why. 5:9


Efesus 2:15 mengatakan bahwa dalam daging-Nya, Kristus membatalkan hukum Taurat dengan segala perintah dan ketentuannya untuk menciptakan keduanya (Yahudi dan Kafir) menjadi satu manusia baru di dalam diri-Nya. Melalui kematian-Nya di atas salib, Kristus tidak saja menanggulangi dosa kita, manusia lama, daging, dunia, dan Iblis, Ia pun menanggulangi hukum Taurat dan ketentuan-ketentuannya. Banyak berita yang baik telah disampaikan tentang bagaimana salib Kristus menanggulangi dosa, manusia lama, daging, dunia, dan Iblis. Tetapi pernahkah Anda mendengar Kristus di atas salib telah membatalkan hukum dan ketentuannya? Kristus melakukan hal ini bukan untuk keselamatan, pengudusan, atau bahkan untuk kemenangan. Ia membatalkan ketentuan-ketentuan untuk menciptakan manusia baru. Kita dengan sendirinya mengakui bahwa dosa, manusia lama, daging, dunia, dan Iblis semuanya perlu ditanggulangi oleh salib, dan kita memuji Tuhan bahwa segala perkara negatif ini telah disalibkan. Namun kita harus maju melihat pentingnya Kristus membatalkan hukum dengan ketentuan-ketentuannya, untuk menciptakan kita menjadi satu manusia baru.

Dilahirkan kembali tidak saja berarti diselamatkan, juga berarti diciptakan sekali lagi. Di atas salib, Kristus telah membatalkan ketentuan sehingga penciptaan kembali ini dapat terlaksana. Orang Yahudi dan kafir telah terpisah karena ketentuan-ketentuan. Tetapi kedua golongan orang itu telah diciptakan dalam Kristus dengan esens ilahi menjadi satu wujud baru, satu manusia baru yang korporat.

Ketentuan-ketentuan merupakan berbagai bentuk atau cara hidup dan penyembahan. Sebagai contoh, orang Yahudi memiliki cara khas mereka untuk menyembah Allah. Berdasarkan cara penyembahannya, mereka memiliki peraturan-peraturan yang mengatur kehidupan mereka sehari-hari. Orang lain pun mempunyai cara hidup dan penyembahan mereka sendiri. Demikian pula di antara berbagai macam denominasi kekristenan dewasa ini. Aliran Baptis, Presbiterian, Methodis, Lutheran, dan Episkopal, semua mempunyai cara penyembahan yang berbeda-beda. Betapa luasnya dan betapa besar pengaruh masalah ketentuan-ketentuan tersebut!

Kehendak Allah bukanlah memiliki sejenis penyembahan tertentu, Ia ingin memiliki satu manusia baru. Tetapi, secara licik, Iblis, musuh Allah, memperalat ketentuan-ketentuan untuk merusak manusia baru dan menghalangi kaum beriman untuk mengenal manusia baru secara riil. Sasaran Iblis bukan mencegah orang Kristen masuk surga atau menuntut kerohanian, melainkan mencegah mereka melihat dan mengalami gereja sebagai satu manusia baru.


Sumber: Pelajaran-Hayat Efesus, Buku 4, Berita 78

No comments: