Hitstat

25 June 2013

Efesus - Minggu 40 Selasa


Pembacaan Alkitab: Ef. 4:7, 12, 16


Satu-satunya jalan bagi Kritus untuk menjadi persona kita ialah Ia berumah di dalam hati kita. Kaum saleh di setiap gereja lokal harus menerima Kristus sebagai hayat mereka dan sebagai persona mereka melalui membiarkan Dia berumah di dalam hati mereka. Tiap-tiap gereja adalah kesaksian Tuhan di bumi ini. Namun kesaksian ini harus memiliki suatu realitas batiniah. Saya dengan menyesal mengatakan bahwa gereja mungkin saja menjadi suatu wadah yang hampa, tanpa isi. Isi gereja seharusnya adalah Kristus yang kita terima sebagai hayat dan persona. Jika kita menerima Kristus sebagai persona kita, maka ketika kita berhimpun bersama dalam sidang, Kristus akan terekspresi dari roh kita dan melalui hati kita. Semua orang yang datang akan merasa bahwa Kristus hadir baik sebagai hayat maupun sebagai persona kita.

Dalam Efesus 4 kita nampak bahwa ketika Kristus yang menang naik ke surga, Ia memimpin serombongan musuh yang tertawan dan menyusun mereka menjadi karunia-karunia bagi Tubuh-Nya. Kita telah menunjukkan bahwa kita telah menjadi karunia-karunia melalui mengalami turun naiknya Kristus di batin kita.

Paulus adalah karunia yang paling berguna yang diberikan oleh Kristus kepada Tubuh-Nya. Sebelum disusun menjadi satu karunia bagi gereja, Paulus adalah seorang seteru Kristus dan penganiaya gereja. Akan tetapi, ketika Tuhan Yesus menyatakan diri kepadanya, ia pun ditaklukkan. Ia rebah ke tanah dan berkata, “Siapakah Engkau, Tuhan?” Melalui menyeru nama Tuhan Yesus, ia diselamatkan, dan Tuhan masuk ke dalamnya. Pada saat itu, Paulus dari Tarsus menjadi seorang musuh yang tertawan. Pada tahun-tahun berikutnya ia maju terus mengalami turun naiknya Kristus di dalam batinnya. Terakhir, melalui mengalami Kristus yang berwisata ini, Paulus menjadi karunia yang luar biasa bagi Tubuh.

Pada prinsipnya kita juga demikian. Walau dahulu kita adalah seteru-seteru Tuhan, pada suatu hari Ia menjumpai kita, mungkin ketika kita dalam perjalanan menuju Damsyik. Tuhan lalu menawan kita, menangkap kita, dan menempatkan kita dalam rombongan musuh-musuh yang tertawan itu. Kini, melalui turun naik-Nya di batin kita, Ia telah menyusun kita menjadi karunia-karunia bagi Tubuh-Nya.

Efesus 4:12 membicarakan masalah memperlengkapi kaum saleh. Memperlengkapi kaum saleh terutama bukan dengan mengajar mereka, melainkan menyuplaikan Kristus kepada mereka. Yang diperlukan kaum saleh bukanlah pengetahuan doktrin, melainkan penyuplaian Kristus. Setiap kali ada orang menyuplaikan Kristus kepada kita, dengan spontan kita akan merasa bahwa kita diberi makan dan dirawat, yaitu menerima Kristus sebagai suplai makanan kita. Melalui suplai inilah kita diteguhkan dan diterangi.

Yang diperlukan kaum saleh ialah Kristus disuplaikan ke dalam mereka. Hal ini perlu bagi hidup gereja. Dalam seluruh kontak kita dengan kaum saleh haruslah ada Kristus yang disuplaikan sebagai suplai hayat. Karunia-karunia yang utama itu adalah untuk memperlengkapi kaum saleh melalui menyuplaikan Kristus yang sedemikian. Semakin kaum saleh disuplai dengan Kristus yang hidup, mereka akan semakin diperlengkapi.


Sumber: Pelajaran-Hayat Efesus, Buku 4, Berita 80

No comments: