Hitstat

02 November 2013

Filipi - Minggu 10 Sabtu



Pembacaan Alkitab: Flp. 3:8-9; 1:19


Kitab Filipi ditulis Paulus pada masa akhir pelayanannya, yakni tak lama sebelum kepergiannya dari bumi ini. Karena itu, ketika Paulus menulis kitab ini, ia sudah matang sekali. Namun ia tetap tidak dapat menjamin bahwa ia dapat ditemukan orang lain di dalam Kristus. Karena itulah dalam ayat 8 dan 9 ia menggunakan bentuk waktu sekarang, katanya, “Malahan segala sesuatu kuanggap rugi, karena pengenalan akan Kristus Yesus, Tuhanku, lebih mustika daripada semuanya. Karena Dialah aku telah melepaskan semuanya itu dan menganggapnya sampah, supaya aku memperoleh Kristus, dan berada di dalam Dia.”

Jika kita ingin ditemukan orang di dalam Kristus, kita harus berjaga-jaga dari saat ke saat, senantiasa dengan waspada hidup di dalam Kristus. Jika kita tidak waspada, kita akan segera diselewengkan dari Kristus, dan hidup di dalam sesuatu yang bukan Kristus. Kehidupan kita boleh jadi sangat baik, tetapi dalam pengalaman kita, kita tidak berada di dalam Kristus.

Ditemukan orang di dalam Kristus berarti Dia adalah ekspresi kita yang unik. Karena Paulus ditemukan orang di dalam Kristus, maka Kristus menjadi ekspresinya. Dari tiap aspek dan dari setiap sudut, hanya Kristuslah yang tertampak pada dirinya. Kedambaan Paulus ialah Kristus menjadi ekspresi tunggalnya. Dia tidak ingin ditemukan orang di dalam pekerti-pekerti alamiah, seperti kerendahan hati, kesabaran, dan kasih. Semua hal itu dianggapnya sebagai sampah, kotoran, supaya memperoleh Kristus dan ditemukan orang di dalam Kristus. Kebudayaan, kesabaran manusia, kasih alamiah, kepatuhan, dan lain sebagainya, semua adalah sampah bila dibandingkan dengan Kristus. Kita tidak seharusnya menginginkan ditemukan orang di dalam kasih alamiah kita sendiri mengasihi orang lain, atau di dalam kepatuhan alamiah kita. Kedambaan kita yang sejati seharusnya ialah ditemukan orang di dalam Kristus.

Standar keselamatan Allah sangatlah tinggi. Ketika membicarakan keselamatan ini Paulus berkata, “Karena aku tahu bahwa kesudahan semuanya ini ialah keselamatanku oleh doamu dan pertolongan (suplai limpah lengkap dari) Roh Yesus Kristus” (1:19). Keselamatan di sini adalah Kristus itu sendiri, yaitu Kristus yang di dalam-Nya kita bisa ditemukan oleh orang, bahkan oleh para malaikat dan setan.

Jika kita nampak standar tinggi dari keselamatan Allah ini, kita akan menyadari betapa perlunya kita beroleh rahmat Allah. Kita sungguh jauh sekali dari standar-Nya, sebab orang lain hanya menemukan kita di dalam banyak hal yang baik, yang bukan Kristus. Semua hal itu tidak lain adalah tradisi manusia selama enam ribu tahun ini. Iblis, musuh Allah, memperalat tradisi tersebut untuk menduduki kita, menggagalkan kita, dan menjauhkan kita dari pengalaman akan Kristus yang lebih tinggi dan kaya. Karena itu, dalam Kitab Filipi, yaitu kitab yang membicarakan pengalaman akan Kristus menurut standar Allah yang tinggi ini, Paulus menyatakan kedambaannya agar kita mengalami Kristus sedemikian rupa, sehingga kita ditemukan di dalam Kristus.


Sumber: Pelajaran-Hayat Filipi, Buku 1, Berita 20

No comments: