Hitstat

06 November 2013

Filipi - Minggu 11 Rabu



Pembacaan Alkitab: Flp. 3:8-11


Sangat penting sekali kita nampak visi Kristus, dan karena itu kita akan menerima kemustikaan pengenalan akan Kristus. Saya dapat bersaksi, melalui menyampaikan begitu banyak berita tentang Kristus dari Kitab Kolose, saya telah mendapat bantuan besar demi memiliki kemustikaan pengenalan akan Kristus. Pengenalan akan Kristus yang tercakup dalam kitab ini telah memberi saya kesan yang sangat dalam. Menurut Kitab Kolose, Kristus adalah bagian orang kudus, gambar Allah yang tidak kelihatan, yang Sulung dari segala yang diciptakan, Kepala Tubuh, dan yang Sulung dari antara orang mati. Dalam Kitab Kolose kita memiliki satu wahyu tentang Kristus yang almuhit dan alwasi.

Dalam Filipi 3, Paulus menggunakan ungkapan-ungkapan yang khusus. Dalam pasal ini Paulus tidak mengatakan Kristus adalah sukacita, damai sejahtera, atau perhentian kita. Sebaliknya, ia membicarakan tentang memperoleh Kristus, dan ditemukan di dalam Dia; tentang mengenal Kristus, kuasa kebangkitan-Nya, dan persekutuan dalam penderitaan Kristus; dan tentang menjadi serupa dengan kematian-Nya. Pertama-tama, kita perlu nampak semua hal ini. Kemudian kita harus berdoa mohon Tuhan mengaruniai kita anugerah untuk mengalami Dia.

Dalam ayat 7-11 Paulus membawa kita makin lama makin tinggi. Semua ayat ini tidak berada pada tingkat yang sama, tetapi ibarat anak tangga. Tiap ayat membawa kita ke tempat yang lebih tinggi hingga kita mencapai puncaknya, yaitu ayat 11. Saya menganjuri orang kudus merenungkan butir-butir dalam ayat-ayat ini dengan seksama dan rinci. Kita perlu merenungkan ayat-ayat ini dengan banyak berdoa dan doa-baca, agar pengenalan kita makin bertambah. Kita tidak boleh puas dengan memiliki pengetahuan dasar dari hal-hal rohani. Kita harus mempelajari apakah kemustikaan pengenalan akan Kristus dan apakah artinya menganggap segalanya sampah; apakah artinya memperoleh Kristus dan ditemukan di dalam Dia; apakah pula artinya mengenal Dia, kuasa kebangkitan-Nya, dan persekutuan dalam penderitaan-Nya. Kita juga perlu mengerti apa artinya menjadi serupa dengan kematian Kristus. Kita perlu mohon Tuhan memperlihatkan kepada kita segala hal ini. Kita perlu bertanya kepada-Nya tentang tiap hal dalam ayat-ayat ini. Karena hal-hal ini sangat dalam, kita tidak dapat memahaminya dengan cepat atau mudah.

Janganlah kita merasa puas terus-menerus menjadi orang Kristen yang dangkal. Kitab Filipi bukan tulisan tingkat sekolah dasar, melainkan sejilid kitab “sekolah tingkat sarjana” dalam pengalaman rohani. Karena itu, kita tidak boleh puas hanya memiliki pengenalan yang umum terhadap kitab ini. Sebaliknya, kita harus mengenal dengan baik ungkapan-ungkapan khusus yang dipakai Paulus dalam Surat Kiriman ini. Sebelum kita bisa memiliki pengalaman, kita harus mengenal dengan baik ungkapan-ungkapan Paulus tersebut. Hal ini akan membawa kita keluar dari keusangan dan kelaziman dalam membicarakan Kristus. Semoga Tuhan mengaruniakan belas kasihan kepada kita, agar kita memiliki pengenalan lebih banyak akan Kristus dan supaya kita memiliki pengalaman lebih banyak akan Dia.


Sumber: Pelajaran-Hayat Filipi, Buku 1, Berita 21

No comments: