Hitstat

16 November 2013

Filipi - Minggu 12 Sabtu



Pembacaan Alkitab: Flp. 3:13-16

Seperti telah kita tunjukkan, dalam ayat 16 Paulus mengatakan tentang berjalan menurut aturan yang sama (Tl.). Kita juga telah nampak bahwa kata “berjalan” di sini dalam bahasa Yunaninya berarti berjalan menurut prinsip dasar. Prinsip pengendali kehidupan kristiani kita seharusnya adalah menuntut kenikmatan akan Kristus dan mengalami Kristus. Prinsip ini akan melindungi kita dalam keesaan yang wajar. Dahulu kita pernah mengatakan bahwa tumpuan keesaan yang sejati akan melindungi kita dalam keesaan yang sejati. Ini benar, dan kita terus menyiarkan ajaran ini hari ini. Akan tetapi, tumpuan keesaan yang unik ini sedikit banyak merupakan masalah yang di luar. Seiring dengan ini, kita perlu sesuatu yang di dalam untuk mengendalikan kita dan menjaga kita dalam keesaan. Masalah yang di dalam ini ialah apa yang dilukiskan Paulus sebagai “pikiran” (ayat 15) ini juga merupakan jalan yang unik bagi hidup kristiani kita. Baik pikiran unik maupun jalan unik ini semua berkaitan dengan mengejar Kristus. Mengejar Kristus demi mengalami dan menikmati Dia seharusnya menjadi prinsip utama dan mendasar dari kehidupan kristiani kita.

Alangkah indahnya jika semua orang Kristen memiliki pikiran ini dan menempuh jalan ini! Sebab musabab kekacauan dan perpecahan di antara orang Kristen hari ini ialah jarangnya orang yang mau berjalan menurut prinsip dasar ini. Dalam Kitab Filipi ini Paulus tidak menanggulangi masalah gereja. Bebannya ialah menunjukkan bahwa kebutuhan kita ialah mengejar Kristus. Saya yakin, ketika Paulus menulis Surat Kiriman ini, ia telah kehabisan kosakata guna mengekspresikan bebannya mengenai perilaku orang Kristen. Selaku orang Kristen, kita perlu berjalan di atas jalur yang khusus ini, yakni jalur mengejar Kristus. Kita harus memperhatikan “hanya ini” (“inilah”, ayat 13), bukan begitu banyak doktrin dan praktek. Tetapi kaum beriman hari ini telah diselewengkan oleh hal-hal seperti nubuat, penudungan kepala, pembasuhan kaki, cara pembaptisan, jenis air yang dipakai, bahan atau bentuk roti yang dipakai pada perjamuan Tuhan, bahkan ukuran dari cawan yang dipakai untuk menampung sari anggur. Alangkah kasihannya situasi yang demikian! Sebaliknya, jika kita nampak Allah telah menetapkan satu sasaran bagi kita, telah menyediakan satu pahala bagi kita, dan jika kita memiliki pikiran untuk mengejar Kristus, maka dunia ini akan berpaling kepada Tuhan, dan Tuhan Yesus akan mempunyai jalan untuk segera kembali.

Hanya Kristus yang dapat membuat kaum beriman dari berbagai bangsa dan budaya itu benar-benar bersatu. Marilah kita semua menuntut Kristus sedemikian rupa sehingga kita bersedia menganggap segalanya rugi, bahkan menganggap filsafat dan ciri-ciri nasional kita pun rugi karena Dia. Jangan mengizinkan hal-hal itu bercokol seperti batu karang yang tersembunyi di lubuk batin kita, menduduki tempat milik Kristus. Seperti telah kita tunjukkan di tempat lain, ciri-ciri nasional kita telah diperalat oleh musuh, Iblis, sebagai pengganti Kristus. Musuh telah memperalat semua itu untuk mencegah Kristus beroleh kedudukan yang memadai dalam diri kita. Semoga Tuhan membelaskasihani kita, agar kita memiliki satu pikiran untuk menuntut Kristus sepenuhnya, dan berjalan menurut prinsip dasar kehidupan kristiani! Prinsip ini ialah menuntut Kristus, melupakan apa yang di belakang, dan mengarahkan diri kepada apa yang di depan, kepada sasaran yang ditetapkan Allah, agar kita dapat memperoleh pahala yang telah Dia sediakan bagi kita.


Sumber: Pelajaran-Hayat Filipi, Buku 2, Berita 24

No comments: