Hitstat

27 December 2018

Markus - Minggu 29 Kamis


Pembacaan Alkitab: Luk. 17:20-24
Doa baca: “Kerajaan Allah datang tanpa tandatanda lahiriah, juga orang tidak dapat mengatakan: Lihat, ia ada di sini atau ia ada di sana! Sebab sesungguhnya kerajaan Allah ada di antara kamu.” (Luk. 17:20b-21)


Tuhan Yesus adalah Kerajaan Itu Sendiri


Dalam Lukas 17:20 Tuhan “ditanya oleh orangorang Farisi, kapan Kerajaan Allah akan datang.” Dalam jawaban-Nya Dia berkata kepada mereka, “Kerajaan Allah datang tanpa tanda-tanda lahiriah, juga orang tidak dapat mengatakan: Lihat, ia ada di sini atau ia ada di sana! Sebab sesungguhnya kerajaan Allah ada di antara kamu” (ayat 21). Ketika dijajarkan dengan Lukas 17:22-24, ayat-ayat ini membuktikan bahwa Kerajaan Allah adalah Juruselamat itu sendiri, yang ada di antara orang Farisi ketika Dia ditanyai oleh mereka mengenai kerajaan. Karena Tuhan sendiri adalah kerajaan, di mana Dia berada, di sana ada Kerajaan Allah. Setelah Tuhan Yesus dibaptis, Roh turun ke atas Dia. Kemudian Tuhan melanjutkan pergerakan-Nya untuk bekerja, melayani. Kehidupan-Nya adalah pekerjaan-Nya dan pekerjaan-Nya adalah kehidupan-Nya. Kita dapat mengatakan bahwa Tuhan Yesus memperhidupkan pekerjaan-Nya; Dia memperhidupkan sebuah ministri. Tuhan menempuh suatu kehidupan yang memberitakan, mengajar, mengusir setan, menyembuhkan orang sakit dan mentahirkan orang kusta. Apa pun yang Tuhan lakukan, apa pun yang Dia bicarakan, dan ke mana pun Dia pergi adalah bagian dari kehidupan-Nya. Ketika Tuhan Yesus bergerak di bumi, Dia memperhidupkan kehidupan Allah.

Dalam Markus 4, Tuhan Yesus pergi ke tepi danau. Bagi Tuhan Yesus, perahu dalam Markus 4 menjadi Ruang Maha Kudus. Jika Allah ada di sana, tempat itu adalah Ruang Maha Kudus. Ketika Tuhan Yesus berbicara dari perahu, yang berbicara sebenarnya adalah Allah. Dalam Perjanjian Lama Allah berbicara di Ruang Maha Kudus, dari tutup tabut. Pada waktu Markus 4, Ruang Maha Kudus telah dilewati oleh Allah, dan Ruang Maha Kudus yang baru adalah perahu tempat Tuhan Yesus berada.


Sumber: Pelajaran-Hayat Markus, Buku 3, Berita 57

26 December 2018

Markus - Minggu 29 Rabu


Pembacaan Alkitab: Mrk. 1:1, 4, 9-11
Doa baca: “Lalu terdengarlah suara dari surga, 'Engkaulah Anak-Ku yang terkasih, kepada-Mulah Aku berkenan.'” (Mrk. 1:11)


Pekerjaan dan Kehidupan Tuhan Yesus


Tuhan Yesus terus menerus hidup, bekerja, dan bergerak. Siang dan malam, Dia hidup, dan siang dan malam Dia bekerja dan bergerak. PekerjaanNya adalah kehidupan-Nya, dan pergerakan-Nya adalah apa adanya diri-Nya. Pada-Nya tidak ada perbedaan antara kehidupan-Nya, pekerjaan-Nya, dan pergerakan-Nya. Pada Tuhan Yesus setiap aspek kehidupan-Nya adalah sama, baik pemberitaan dan pengajaran-Nya adalah bagian dari kehidupan-Nya.

Dalam Markus 2:1-3:6 kita nampak cara-cara melaksanakan pelayanan Injil: mengampuni dosadosa (Mrk. 2:1-12), makan bersama orang dosa (Mrk. 2:13-17), membuat para pengikut-Nya untuk bersukacita tanpa berpuasa (Mrk. 2:18-22), lebih memperhatikan kelaparan para pengikut-Nya daripada peraturan agama (Mrk. 2:23-28), lebih memperhatikan pembebasan orang yang menderita daripada ritual agama (Mrk. 3:1-6). Semua hal ini harus ada dalam kehidupan kita sebagai orang Kristen hari ini. Dalam Markus 3:7-35 kita nampak lima hal tambahan bagi pelayanan Injil: menyingkir dari kerumunan orang (ayat 7-12), menetapkan para rasul (ayat 13-19), tidak makan karena keperluan (ayat 20-21), mengikat Iblis dan merampas isi rumahnya (ayat 22-30), dan tidak mengakui kaum keluarga-Nya, hanya mengakui orang yang melakukan kehendak Allah (ayat 31-35).

Hal-hal di atas bukan aspek-aspek dari hubungan etika, mor alitas, agama, atau kebudayaan, tetapi kehidupan yang berasal dari Allah dan menurut Allah. Kehidupan yang sedemikian ini berada di luar agama, kebudayaan, dan etika. Ini adalah kehidupan yang memperhidupkan Allah sebagai segala sesuatu. Injil Markus adalah sebuah kitab yang menyajikan kehidupan Allah, kehidupan yang memperhidupkan Allah dan mengekspresikan Allah. Ini adalah kehidupan yang sepenuhnya sesuai dengan dan bagi pengaturan Allah dalam Perjanjian Baru.


Sumber: Pelajaran-Hayat Markus, Buku 3, Berita 56

25 December 2018

Markus - Minggu 29 Selasa


Pembacaan Alkitab: Mrk. 1:1, 4, 9-10
Doa baca: “Pada saat Ia keluar dari air, langsung Ia melihat langit terkoyak, dan Roh seperti burung merpati turun ke atas-Nya.” (Mrk. 1:10)


Roh Turun ke Atas Tuhan Yesus


Markus 1:10 memberi tahu kita apa yang terjadi ketika Tuhan Yesus keluar dari air. Setelah baptisanNya, Allah Roh turun ke atas Dia. Karena itu, di dalam diri-Nya, Tuhan Yesus memiliki esens ilahi; di atas diri-Nya, Tuhan Yesus memiliki Roh Allah. Sebagai Orang yang bersatu dengan Bapa di dalamNya sebagai esens-Nya, dan Roh di atas-Nya sebagai kekuatan bagi pergerakan dan pekerjaan-Nya, Dia memulai ministri-Nya. Dalam pergerakan-Nya, pekerjaan-Nya, Tuhan Yesus bukan hanya seorang yang hanya bermoral atau beretika, dan Dia bukan hanya orang beragama, melainkan persona yang mutlak berasal dari Allah.

Setelah baptisan-Nya, dengan Roh di atas-Nya, Tuhan Yesus adalah Orang yang mutlak berasal dari Allah secara batiniah dan lahiriah. Secara batiniah, Dia memiliki Allah Bapa sebagai esens-Nya; secara lahiriah Dia memiliki Roh Allah sebagai kekuatanNya untuk bergerak, bertindak, melayani, dan memberitakan, segalanya berada dalam Kerajaan Allah. Ketika Tuhan Yesus keluar untuk melayani, Dia tidak mengajarkan etika, pemeliharaan hukum Taurat, atau pelayanan imam Allah. Dia hidup, bergerak, dan bertingkah laku dalam Kerajaan Allah. Kita dapat melihat hal ini dalam pelayanan Injil Tuhan: memberitakan Injil (Mrk. 1:14-20), mengajarkan kebenaran (ayat 21-22), mengusir setan (ayat 23-28), menyembuhkan orang sakit (ayat 29- 39), dan menahirkan kusta (ayat 40-45). Hal-hal ini bukanlah masalah etika, moralitas, kebudayaan, filsafat, atau agama. Ini adalah cara Tuhan Yesus melayani Allah. Alkitab tidak mengatakan bahwa pekerjaan Tuhan Yesus adalah memberitakan Injil, mengajarkan kebenaran, mengusir setan, menyembuhkan orang sakit, dan mentahirkan kusta. Sebaliknya, Perjanjian Baru menunjukkan bahwa ini adalah pergerakan-Nya. Setelah Dia dibaptis dan setelah Roh Kudus turun ke atas Dia, Dia bergerak dengan cara memberitakan, mengajar, mengusir setan, menyembuhkan orang sakit, dan menahirkan kusta.


Sumber: Pelajaran-Hayat Markus, Buku 3, Berita 56