Hitstat

27 May 2020

Kisah Para Rasul - Minggu 3 Rabu


Pembacaan Alkitab: Kis. 1:1-26
Doa baca: “Tetapi kamu akan menerima kuasa bilamana Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.” (Kis. 1:8)


Roh Kudus Turun ke Atas Kita


Mengalami Roh Kudus turun ke atas kita berbeda dengan memiliki Roh Kudus di dalam kita (Yoh. 14:17). Roh Kudus diembuskan ke dalam murid-murid pada hari kebangkitan Tuhan untuk menjadi Roh hayat bagi mereka secara esensial. Roh Kudus yang sama turun ke atas murid-murid pada hari Pentakosta untuk menjadi Roh kuasa secara ekonomikal. Terhadap Roh hayat, kita perlu menghirup Dia sebagai embusan. Terhadap Roh kuasa, kita perlu mengenakan Dia sebagai seragam. Ini adalah dua aspek dari Roh yang satu untuk kita alami (1 Kor. 12:13). Roh hayat yang menghuni adalah esensial bagi hayat dan kehidupan kita; Roh kuasa yang dicurahkan adalah ekonomikal bagi ministri dan pekerjaan kita.

Dalam ayat 8 Tuhan menunjukkan kepada murid-murid-Nya bahwa mereka harus memperhatikan turunnya Roh Kudus ke atas mereka dan kemudian menjadi saksi-saksi-Nya di Yerusalem, Yudea, Samaria, dan sampai ke ujung bumi. Tetapi, murid-murid itu diduduki oleh konsepsi tradisional mereka mengenai kerajaan Israel, Musa, dan memelihara hukum Taurat. Di sini, dengan singkat Tuhan memberi tahu mereka bahwa mereka memerlukan suatu peralihan yang besar, peralihan zaman. Tuhan seolah-olah memberi tahu mereka, “Kalian perlu peralihan zaman. Kalian perlu dialihkan secara ekonomikal dari Perjanjian Lama ke Perjanjian Baru, dari kerajaan Israel ke Kerajaan Allah, yang adalah gereja.”

Meskipun kita adalah umat Perjanjian Baru, kita mungkin masih memiliki konsepsi Perjanjian Lama. Kita perlu suatu peralihan dari menjadi para pemelihara hukum Taurat kepada menjadi saksi-saksi Yesus. Saya harap Roh wahyu akan memperlihatkan kepada Anda bahwa Anda memerlukan peralihan yang demikian.


Sumber: Pelajaran-Hayat Kisah Para Rasul, Buku 1, Berita 4

26 May 2020

Kisah Para Rasul - Minggu 3 Selasa


Pembacaan Alkitab: Kis. 1:1-26
Doa baca: “Pada suatu hari ketika Ia makan bersama-sama dengan mereka, Ia melarang mereka meninggalkan Yerusalem, dan menyuruh mereka tinggal di situ menantikan janji Bapa, yang sebagaimana dikatakan-Nya, telah kamu dengar dari Aku.” (Kis. 1:4)


Pencurahan Roh Ekonomikal


Kerajaan Allah adalah Juruselamat itu sendiri (Luk. 17:21) sebagai benih hayat yang ditaburkan ke dalam kaum beriman-Nya, umat pilihan Allah (Mrk. 4:3, 26), dan berkembang menjadi suatu alam di mana Allah dapat memerintah di dalam hayat ilahi-Nya. Pintu masuk ke dalam kerajaan ini adalah kelahiran kembali dan perkembangan kerajaan ini adalah pertumbuhan hayat ilahi kaum beriman. Kerajaan Allah adalah kehidupan gereja hari ini, yang di dalamnya kaum beriman yang setia hidup (Rm. 14:17), dan kerajaan ini akan berkembang ke dalam kerajaan yang akan datang sebagai suatu pahala warisan (Gal. 5:21; Ef. 5:5) bagi orang-orang kudus yang menang di dalam Kerajaan Seribu Tahun. Akhirnya, kerajaan ini akan rampung dalam Yerusalem Baru sebagai Kerajaan kekal Allah, dan alam kekal berkat kekal dari hayat kekal Allah untuk dinikmati seluruh umat tebusan Allah di dalam langit baru dan bumi baru sampai selama-lamanya.

Dalam mempersiapkan murid-murid, Tuhan Yesus harus membantu mereka untuk mendapatkan pemahaman yang tepat mengenai Kerajaan Allah. Murid-murid harus sudah nampak bahwa mereka adalah bagian dari perkembangbiakan, perkembangluasan Kristus, dan adalah bagian dari Kerajaan Allah.

Dalam Kisah Para Rasul 1:4-8 Tuhan Yesus menyuruh murid-murid untuk menantikan baptisan Roh Kudus. Janji dalam Kisah Para Rasul 1:4 adalah janji Yoel 2:28-29, yang digenapi pada hari Pentaskosta, untuk pencurahan sebagai kuat kuasa dari tempat tinggi bagi ministri kaum beriman secara ekonomikal. Janji Bapa dalam Kisah Para Rasul 1:4 digenapi empat puluh hari setelah kebangkitan-Nya, pada hari Pentakosta.


Sumber: Pelajaran-Hayat Kisah Para Rasul, Buku 1, Berita 4

25 May 2020

Kisah Para Rasul - Minggu 3 Senin


Pembacaan Alkitab: Kis. 1:1-26
Doa baca: “Kepada mereka Ia menunjukkan diri-Nya setelah penderitaan-Nya selesai, dan dengan banyak bukti Ia menunjukkan bahwa Ia hidup. Sebab selama empat puluh hari Ia berulang-ulang menampakkan diri dan berbicara kepada mereka tentang Kerajaan Allah.” (Kis. 1:3) 


Kerajaan Allah dan Perkembangluasannya


Kita nampak selama empat puluh hari Tuhan berbicara kepada murid-murid mengenai Kerajaan Allah. Lukas tidak memberi tahu kita secara terperinci sebaliknya dengan sederhana mengatakan bahwa Dia berbicara kepada mereka tentang Kerajaan Allah. Untuk mengenal Kerajaan Allah, kita memerlukan pemahaman rohani, pandangan rohani. Tanpa pandangan rohani, tidak mungkin kita dapat mengenal Kerajaan Allah. Orang-orang yang kekurangan pandangan rohani mungkin mengira bahwa masuk ke dalam Kerajaan Allah adalah pergi ke surga. Umumnya, ini adalah konsepsi alamiah dari manusia yang jatuh mengenai Kerajaan Allah.

Pada titik ini kita perlu mengajukan satu pertanyaan penting: Apakah Kerajaan Allah itu? Kerajaan Allah bukanlah satu kerajaan material yang terlihat oleh mata manusia, namun adalah suatu kerajaan hayat ilahi, perkembangluasan Kristus sebagai hayat ke dalam kaum beriman-Nya. Kerajaan Allah adalah pengaturan, pemerintahan Allah dengan semua berkat dan kenikmatannya.

Kerajaan ini kelak akan menjadi Kerajaan Kristus dan Allah bagi kaum beriman pemenang untuk diwarisi dan dinikmati pada zaman kerajaan yang akan datang, sehingga mereka dapat memerintah bersama Kristus selama seribu tahun (Why. 20:4, 6). Kemudian, sebagai kerajaan kekal, kerajaan ini akan menjadi berkat kekal dari hayat kekal Allah untuk dinikmati seluruh umat tebusan Allah dalam langit baru dan bumi baru sampai selama-lamanya (Why. 21:1-4; 22:1-5, 14, 17).

Zaman ini, Kerajaan Allah adalah realitas gereja yang dihasilkan oleh hayat kebangkitan Kristus melalui Injil. Kelahiran kembali merupakan pintu masuknya (Yoh. 3:5), dan pertumbuhan hayat ilahi kita adalah perkembangannya (2 Ptr. 1:3-11).


Sumber: Pelajaran-Hayat Kisah Para Rasul, Buku 1, Berita 4