26 June 2017

Wahyu - Minggu 21 Senin



Pembacaan Alkitab: Why. 13:1; Dan. 7:7, 19-20, 23-24
Doa baca: Why. 13:1
Lalu aku melihat seekor binatang keluar dari dalam laut, bertanduk sepuluh dan berkepala tujuh; di atas tanduk-tanduknya terdapat sepuluh mahkota dan pada kepalanya tertulis nama-nama hujat.


Banyak orang agak akrab dengan nubuat-nubuat dalam Kitab Daniel. Dalam berita-berita ini kita perlu memperhatikan empat pasal dalam Kitab Daniel: pasal 2, mengisahkan mimpi Nebukadnezar; pasal 7, wahyu tentang empat binatang yang berasal dari laut; pasal 8, domba jantan dan kambing jantan yang sedang berkelahi, saling menyerang; dan pasal 11, tentang raja negeri utara dan raja negeri selatan. Dalam pasal 8 sebuah tanduk kecil muncul dari antara keempat tanduk kambing itu, dan dalam pasal 11 sesuatu juga muncul dari raja negeri utara. Keduanya sama.

Patung besar dalam pasal 2 terdiri dari empat bagian: bagian kepala, bagian dada dan lengan, bagian perut dan paha, serta bagian kaki (termasuk kesepuluh jari kakinya). Bagian keempat terlebih dulu terbagi menjadi kedua kaki, kemudian menjadi kesepuluh jari kakinya. Zaman sejarah yang ditunjukkan oleh ketiga bagian pertama dari patung itu dan kedua kakinya telah digenapi, namun kesepuluh jari kaki masih belum digenapi. Keempat binatang dalam pasal 7 sama dengan keempat bagian patung besar dalam pasal 2. Binatang pertama dapat disamakan dengan kepala, binatang kedua sama dengan dada dan lengan, binatang ketiga sama dengan perut dan paha, dan binatang keempat sama dengan kaki dengan jari-jarinya. Terakhir, menurut visi dalam pasal 7, binatang keempat memiliki sepuluh tanduk. Kesepuluh tanduk dari binatang keempat ini sesungguhnya adalah kesepuluh jari-jari kaki dari bagian keempat patung besar itu.

Keempat binatang dalam pasal 7 sama dengan keempat bagian patung besar dalam pasal 2. Domba jantan dan kambing jantan dalam pasal 8 sama dengan binatang kedua dan ketiga dalam pasal 7. Raja negeri utara dalam pasal 11 berasal dari salah satu dari keempat tanduk kambing jantan dalam pasal 8. Terakhir, raja negeri utara akan menjadi bayang-bayang, lambang, dari Antikristus, yaitu tanduk kecil yang tercantum dalam pasal 8.

Binatang yang muncul dari dalam laut pada Wahyu 13:1 merupakan bagian yang terakhir dan yang paling penting dari binatang keempat dalam Kitab Daniel (Dan. 7:7-8, 19-26). Baik dalam Kitab Daniel maupun dalam Kitab Wahyu, binatang yang keluar dari laut bukan saja ditujukan kepada Kekaisaran Romawi, bahkan khususnya ditujukan kepada Antikristus. Karena itu, Antikristus adalah binatang yang keluar dari laut, binatang keempat dalam Kitab Daniel 7.

Binatang itu menakutkan dan mengerikan (Dan. 7:7, 19). Pada waktu yang silam, Kekaisaran Romawi melakukan perkara-perkara yang menakutkan dan mengerikan. Kelak, Antikristus juga akan melakukan perkara-perkara yang mengerikan dalam membinasakan manusia. Keduanya kejam dan mengerikan. Daniel 7:7 menunjukkan bahwa binatang itu "sangat kuat". Kekaisaran Romawi adalah kuasa kafir yang paling kuat dalam sejarah, dan Antikristus juga luar biasa kuatnya, kuat dalam kuasa Iblis. Kalau Kekaisaran Romawi mengalahkan semua kekuatan dan kekuasaan yang ada di sekitarnya, maka Antikristus akan menundukkan dan menaklukkan semua kuasa yang ada di sekitar Laut Tengah.


Sumber: Pelajaran-Hayat Wahyu, Buku 3, Berita 40

24 June 2017

Wahyu - Minggu 20 Sabtu



Pembacaan Alkitab: Why. 12:1-17
Doa baca: Why. 12:9
Naga besar itu, si ular tua, yang disebut Iblis atau Satan, yang menyesatkan seluruh dunia, dilemparkan ke bawah; ia dilemparkan ke bumi, bersama-sama dengan malaikat-malaikatnya.


Mungkin Anda adalah salah satu dari umat Allah, tetapi kunci permasalahannya ialah apakah Anda berdiri pada kedudukan sebagai umat Allah atau tidak. Baiklah sekali lagi kita gunakan gambaran tentang bangsa Yahudi hari ini. Di bumi ini mungkin ada 13-14 juta orang Yahudi, tetapi yang benar-benar sebagai bangsa Israel kurang lebih hanya 3 juta saja. Bukankah berjuta-juta orang Yahudi yang ada di kota New York adalah orang Yahudi asli? Ya. Namun, meskipun mereka itu orang-orang Yahudi asli dan jumlah mereka itu lebih besar daripada jumlah yang ada di Israel sendiri, mereka itu bukan bangsa Israel. Sesungguhnya, bangsa Israel hanya terdiri dari orang-orang Yahudi yang telah kembali. Dari 13-14 juta orang Yahudi, sekitar 11 juta orang Yahudi tidak memiliki kedudukan sebagai bangsa Israel. Akibatnya, meskipun mereka itu orang Israel asli, namun mereka bukan bangsa Israel. Orang-orang Israel yang kembali ke tanah nenek moyang mereka serta berkedudukan, hidup, dan berperang di sana sajalah yang disebut bangsa Israel. Demikian juga, semua orang Kristen adalah umat Allah, tetapi kebanyakan di antara mereka itu tidak memiliki kedudukan sebagai umat Allah.

Saya ulangi, jika kita ingin memahami Alkitab, terutama kitab-kitab nubuat, kita harus memahaminya berdasarkan hayat dan untuk hayat. Penafsiran yang Tuhan berikan kepada kita bukan hanya demi hayat dan dengan hayat, melainkan jauh lebih dari itu, untuk hayat. Kita semua harus dengan riil dan praktis menjadi bagian dari perempuan itu. Jika Anda hanya bisa berkata, "Aku telah ditebus oleh darah, dilahirkan kembali oleh Roh Kudus, dan dipenuhi dengan Roh Kudus!", Anda memang adalah seorang Kristen -- terima kasih kepada Tuhan atas hal ini -- namun Anda masih belum secara riil dan praktis menjadi bagian dari perempuan yang melahirkan anak laki-laki. Anda seperti orang-orang Yahudi yang tinggal di kota New York yang menyatakan bahwa mereka adalah orang-orang Yahudi dan bagi bangsa Israel. Mereka adalah orang-orang Yahudi, namun mereka tidak bisa menyebut diri mereka itu bangsa Israel. Mereka menunjang bangsa Israel dan mereka juga untuk bangsa Israel, namun secara praktisnya, mereka bukan bangsa Israel. Demikian juga hari ini, bukan anak-anak Allah yang terserak-serak itu yang telah kehilangan kedudukannya, yang akan melahirkan anak laki-laki. Hanya bagian dari umat tebusan Allah yang nampak ekonomi-Nya dan yang mau kembali kepada kedudukan sebagai perempuan suci, itulah yang akan melahirkan anak laki-laki.

Jika kita ingin secara praktis berbagian dalam perempuan suci itu, kita harus meninggalkan segala perkara yang bukan Allah dan Kristus, dan kembali ke kedudukan satu-satunya, dengan Kristus sebagai suami kita satu-satunya. Kita tidak mau disarati dengan perkara apa saja yang bukan Kristus. Kita hanya akan hamil oleh Kristus, karena Dia adalah suami kita satu-satunya. Selain Dia, kita tidak memiliki siapa atau apa. Kiranya Tuhan merahmati kita. Semua perkara ini bukan doktrin, melainkan sangat praktis. Kita bersyukur kepada Tuhan karena Ia telah membukakan firman-Nya kepada kita, juga telah membuka mata kita untuk melihat visi ini. Sekarang yang kita perlukan ialah setia kepada visi ini. "O, Tuhan, kami bersyukur karena Engkau membawa kami kembali ke kedudukan yang tepat sebagai umat-Mu. Terima kasih ya Tuhan, karena kami benar-benar adalah perempuan yang akan melahirkan anak laki-laki. Tuhan, kami bukan hanya perempuan itu, kami juga berharap akhirnya menjadi anak laki-laki itu."


Sumber: Pelajaran-Hayat Wahyu, Buku 3, Berita 39

23 June 2017

Wahyu - Minggu 20 Jumat



Pembacaan Alkitab: Why. 12:1-17
Doa baca: Why. 12:1
Kemudian tampaklah suatu tanda besar di langit: Seorang perempuan berselubungkan matahari, dengan bulan di bawah kakinya dan sebuah mahkota dari dua belas bintang di atas kepalanya.


Perkara-perkara apa yang ada di dalam bagian kedua dari Kitab Wahyu? Dalam pasal 21 dan 22 tercantum Yerusalem Baru sebagai istri Anak Domba, sedang dalam pasal 19 dan 20 tercantum mempelai perempuan dan pesta pernikahan Anak Domba. Dalam pasal 20, mempelai perempuan itu akan menjadi orang-orang yang akan memerintah bersama Kristus selama seribu tahun. Karena itu, dalam pasal 19 dan 20 perempuan itu menjadi mempelai perempuan, sedang dalam pasal 21 dan 22 ia sebagai istri. Dalam pasal 17 dan 18 kita nampak Babel besar, tiruan dari perempuan itu dan Yerusalem. Visi ini bukan hanya logis, tetapi juga sangat bermakna.

Lalu bagaimana dengan pasal 13--16? Antara pasal 12 dan 13 terdapat tenggang waktu tiga setengah tahun, atau 1.260 hari. Dalam 13:5 dikatakan bahwa kepada Antikristus akan diberikan kuasa untuk bertindak selama 42 bulan, yaitu tiga setengah tahun, atau 1.260 hari. Dalam 12:6 dan 14 dikatakan bahwa perempuan itu akan dipelihara di padang gurun selama 1.260 hari, atau selama satu masa dan dua masa dan setengah masa "dari tempat ular itu". Karena itu, pasal 13 merupakan tambahan bagi pasal 12 yang menggambarkan apa yang terjadi ketika naga merah itu menganiaya perempuan itu. Selama waktu itu, binatang itu, Antikristus, akan keluar dari laut dan akan bersatu dengan naga untuk memerangi kaum saleh, umat Allah. Dalam pasal 14 Allah memperingatkan semua orang, termasuk kaum saleh, agar tidak menyembah binatang itu. Ia juga memperingatkan penduduk bumi untuk tidak mengikuti Antikristus yang menganiaya umat-Nya. Dalam pasal 15 kita nampak visi: sejumlah orang saleh yang telah mengalahkan binatang itu dan patungnya berdiri di atas lautan kaca, menyanyi dan memuji Tuhan. Pasal 16 mewahyukan akhir dari periode waktu ini, saat itu Allah akan menjatuhkan "tujuh bom", yaitu ketujuh cawan yang merupakan tulah terakhir, untuk memusnahkan seluruh kerajaan binatang itu. Inilah ringkasan bagian kedua dari Kitab Wahyu.

Bagian kedua dari Kitab Wahyu sesungguhnya merupakan sejarah perempuan itu. Kelihatannya sebelas pasal yang terakhir merupakan satu seri hal-hal yang tidak saling berkaitan -- naga, dua binatang, lautan kaca, ketujuh cawan, Babel besar, pesta pernikahan. Secara permukaan, kelihatannya beberapa butir yang tidak saling berkaitan ini sangat penting, sedang yang lain kurang penting. Kalau Anda menganggap demikian, berarti Anda kekurangan visi dan tidak mempunyai wawasan yang tepat. Bila Anda memiliki wawasan yang tepat, Anda pasti akan berkata, "Pasal-pasal ini bukanlah satu potongan yang terdiri dari beberapa perkara yang tidak saling berkaitan, melainkan satu bagian yang mengisahkan sejarah umat Allah secara lengkap. Pasal-pasal ini memberi tahu kita bagaimana musuh Allah berperang melawan umat-Nya dan umat-Nya menghasilkan bagian yang lebih kuat, yaitu anak laki-laki, untuk mengalahkan musuh itu. Kita nampak, musuh Allah akan memperalat Antikristus, nabi palsu dan pengikut-pengikut mereka untuk memerangi umat Allah. Tetapi umat Allah akan mengalahkan mereka. Terakhir, kita nampak Allah akan melaksanakan penghakiman-Nya melalui ketujuh cawan untuk memusnahkan kerajaan Iblis yang ada di bawah kuasa Antikristus. Kemudian, Ia akan menggulingkan si pelacur besar, Babel besar. Lalu Kristus akan datang lagi untuk menikahi umat Allah, mengalahkan Antikristus bersama semua orang pilihan di antara umat Allah, dan memerintah bangsa-bangsa bersama mereka selama seribu tahun. Setelah itu, datanglah langit baru dan bumi baru dengan Yerusalem Baru, kesimpulan terakhir dari umat Allah sebagai istri Domba Penebus untuk selama-lamanya.


Sumber: Pelajaran-Hayat Wahyu, Buku 3, Berita 39