Hitstat

22 June 2018

Markus - Minggu 3 Jumat


Pembacaan Alkitab: Mrk. 1:1-13; Gal. 3:16
Doa baca: “Adapun segala janji itu diucapkan kepada Abraham dan kepada keturunannya. Tidak dikatakan 'kepada keturunan-keturunannya' seolah-olah yang dimaksudkan adalah banyak orang, tetapi hanya satu orang 'dan kepada keturunanmu', yaitu Kristus." (Gal. 3:16)


Tahukah Anda apakah janji pertama yang diberikan oleh Allah dalam Kitab Kejadian? Janji yang pertama tercatat dalam Kejadian 3:15, “Aku akan mengadakan permusuhan antara engkau dan perempuan ini, antara keturunanmu dan keturunannya; keturunannya akan meremukkan kepalamu, dan engkau akan meremukan tumitnya.” Allah memberikan janji kepada Adam dan Hawa, bahwa keturunan perempuan akan meremukkan kepala ular, walaupun tumitnya akan diremukkan.

Injil adalah penggenapan janji bahwa keturunan perempuan akan meremukkan kepala ular. Keturunan perempuan adalah Hamba-Penyelamat yang disajikan dalam Injil Markus. Kita perlu menyatakan hal ini dalam pemberitaan Injil kita.

Janji yang lainnya, juga mengenai keturunan, diberikan kepada Abraham. Dalam Kejadian 22:17-18, Allah berjanji bahwa keturunan Abraham akan menjadi berkat besar bagi umat manusia, karena segala bangsa akan diberkati melalui keturunannya. Keturunan ini juga mengacu kepada Tuhan Yesus. Dalam Galatia 3:16, Kristus dilahirkan sebagai keturunan Abraham, dilahirkan dari bangsa yang terpilih.

Keturunan perempuan adalah untuk menghancurkan kepala ular, keturunan Abraham adalah untuk membawakan berkat Allah kepada kita. Keturunan perempuan mengakhiri ular dan keturunan Abraham membawakan berkat Allah Tritunggal. Apakah berkat ini? Menurut Galatia 3:14, berkat ini adalah Roh itu, yang adalah perampungan sempurna dari Allah Tritunggal. Tidak hanya demikian, berkat ini adalah hayat kekal kita. Roh itu sama dengan Allah Tritunggal, Allah Tritunggal adalah hayat kekal, dan hayat kekal adalah berkat yang kita terima. Inilah injil, yaitu penggenapan dari dua janji yang besar.


Sumber: Pelajaran-Hayat Markus, Buku 1, Berita 3

21 June 2018

Markus - Minggu 2 Kamis


Pembacaan Alkitab: Mrk. 1:1-13
Doa baca: “Inilah permulaan Injil tentang Yesus Kristus, Anak Allah.” (Mrk. 1:1)


Injil Markus menyajikan Kristus sebagai Hamba Penyelamat yang memiliki satu ciri khas, yaitu keinsanian-Nya berbaur dengan keilahian-Nya. Keinsanian-Nya sangat elok dalam kebajikan dan kesempurnaan-Nya; keilahian-Nya sangat semarak dalam kemuliaan dan kebesaran-Nya. Ia adalah Allah sendiri yang menjadi Hamba untuk melayani kita dengan jalan memberikan hayat-Nya sebagai tebusan bagi kita.

Markus 1:1 mengatakan, "Injil tentang Yesus Kristus, Anak Allah.” Kata “Injil” berarti berita gembira, kabar baik (Rm. 10:15). Injil adalah pelayanan (ministri), pelayanan Yesus sebagai Hamba Allah yang rendah (Flp. 2:7), bukan dengan asal-usul persona-Nya. Karena yang patut diperhatikan dari seorang hamba adalah pelayanannya, bukan personanya.

Injil yang terdapat dalam Markus 1:1, merupakan Injil Yesus Kristus, Anak Allah. Injil ini merupakan biografi Hamba-Penyelamat, Allah yang berinkarnasi menjadi Hamba untuk menyelamatkan orang-orang dosa. Dalam sebutan (gelar) majemuk “Yesus Kristus, Anak Allah” ini, “Yesus Kristus” menyatakan keinsanian-Nya, dan “Anak (Putra) Allah” menyatakan keilahian-Nya. Keduanya sepenuhnya terekspresi melalui kebajikan-kebajikan insani-Nya dan atribut-atribut ilahi dalam ministri dan aktivitas-Nya untuk pelayanan Injil-Nya, seperti yang tercatat dalam Injil ini.

Walaupun kita menyadari bahwa kata Injil berarti berita gembira, kita perlu menyelami lebih dalam apakah Injil itu sebenarnya. Beberapa orang di antara kita yang telah menjadi Kristen selama bertahun-tahun masih belum menyadari apakah Injil itu. Injil adalah penggenapan seluruh Perjanjian Lama. Namun sekarang kita perlu bertanya apa isi Perjanjian Lama. Kita bisa memakai tiga kata untuk mengespresikan isi Perjanjian Lama: Janji, Hukum Taurat, dan Nubuat. Karena itu, untuk mengetahui apakah Injil itu, kita perlu membaca ketiga puluh sembilan kitab Perjanjian Lama dan diterangi mengenai wahyu yang ada di dalamnya.


Sumber: Pelajaran-Hayat Markus, Buku 1, Berita 3

20 June 2018

Markus - Minggu 2 Rabu


Pembacaan Alkitab: Mrk. 10:45; Flp. 2:5-6
Doa baca: “Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus, yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan.” (Flp. 2:5-6)


Menurut Filipi 2:6, walaupun Kristus eksis dalam rupa Allah, Ia tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai sesuatu yang harus dipertahankan. Ia setara dengan Allah, tetapi Ia tidak menganggap kesetaraan ini sebagai harta milik yang harus dipertahankan dan disimpan. Sebaliknya, Ia bersedia datang ke dunia sebagai manusia.

Dalam Filipi 2:7 Paulus meneruskan, “melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia.” Tuhan mengosongkan diri-Nya sendiri dari kedudukan dan kemuliaan-Nya beserta hal-hal lain yang berkaitan dengan ke- Allahan Nya. Tentu saja, Ia tidak mengosongkan keilahian-Nya. Setelah mengosongkan diri-Nya, Tuhan datang sebagai seorang manusia, mengambil rupa seorang hamba dan menjadi sama dengan manusia.

Jika seorang saudara berdiri untuk berbicara dalam sidang gereja, ia tentunya mempunyai rupa manusia. Akan tetapi, jika saudara yang sama itu mengenakan pakaian kerja dan mulai membersihkan karpet, kita boleh mengatakan ia memakai rupa seorang petugas kebersihan. Ilustrasi sederhana ini kiranya membantu kita mengerti bagaimana Tuhan menjadi manusia dan kemudian akhirnya melayani dalam rupa seorang Hamba. Ketika para murid bertengkar mengenai siapa yang paling besar di antara mereka, Tuhan memberi tahu mereka bahwa Ia datang untuk melayani sebagai seorang Hamba “Karena Anak Manusia juga datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang” (Mrk. 10:45). Di sini Tuhan meperlihatkan bahwa Dia telah datang untuk melayani sebagai seorang Hamba, bahkan memberikan nyawa-Nya. Dia siap memberikan nyawa-Nya sebagai tebusan. Melalui ini kita nampak bahwa dalam ministri-Nya, yaitu melayani dalam rupa seorang Hamba.


Sumber: Pelajaran-Hayat Markus, Buku 1, Berita 2