Hitstat

09 July 2020

Kisah Para Rasul - Minggu 9 Kamis


Pembacaan Alkitab: Kis. 4:32-37

Kidung #339





Saksi-saksi Kristus yang Bangkit





Doa baca: “Dengan kuasa yang besar rasul-rasul memberi kesaksian tentang kebangkitan Tuhan Yesus dan mereka semua hidup dalam anugerah yang melimpah-limpah.” (Kis. 4:33)





Memiliki segala sesuatu bersama-sama bukanlah satu tanda kasih, melainkan tanda keselamatan Kristus yang penuh kuasa, yang menyelamatkan orang-orang yang percaya dari keserakahan dan kepentingan diri sendiri. Para rasul adalah saksi-saksi dari Kristus yang bangkit, bukan hanya dalam perkataan, tetapi juga dalam kehidupan dan tindakan mereka, terutama bersaksi tentang kebangkitan-Nya.



Menurut Kisah Para Rasul 4:33, anugerah berlimpah-limpah bagi semua orang yang percaya. Hukum Taurat mengajukan permintaan kepada manusia menurut hakiki Allah, sedangkan anugerah menyuplai manusia dengan hakiki Allah guna memenuhi permintaan Allah. Sebenarnya anugerah adalah Allah sendiri yang dinikmati oleh manusia. Anugerah adalah Kristus yang bangkit menjadi Roh pemberi-hayat (1 Kor. 15:45) untuk membawa Allah yang telah melalui proses di dalam kebangkitan ke dalam kita untuk menjadi hayat dan suplai hayat kita, supaya kita dapat hidup di dalam kebangkitan. Jadi anugerah adalah Allah Tritunggal menjadi hayat dan segala sesuatu bagi kita.



Kisah Para Rasul 4:34-35 mengatakan, “Sebab tidak ada seorang pun yang berkekurangan di antara mereka; karena semua orang yang mempunyai tanah atau rumah, menjual kepunyaannya itu, dan hasil penjualan itu mereka bawa dan mereka letakkan di depan kaki rasul-rasul; lalu dibagi-bagikan kepada setiap orang sesuai dengan keperluannya.” Seperti dalam Kisah Para Rasul 2:45, menjual tanah dan rumah adalah satu bukti keselamatan Allah yang penuh kuasa. Keselamatan ini membuat orang-orang yang percaya mengalahkan harta duniawi yang memenuhi, merasuki, dan menduduki seluruh umat manusia yang jatuh. Inilah satu teladan dari praktik kehidupan gereja dalam permulaan ekonomi Perjanjian Baru Allah.





Sumber: Pelajaran-Hayat Kisah Para Rasul, Buku 1, Berita 17

08 July 2020

Kisah Para Rasul - Minggu 9 Rabu


Pembacaan Alkitab: Yes. 28:16; Why. 2:17; 21:11
Kidung #151


Wahyu mengenai Batu dalam Alkitab


Doa baca: “Kota itu penuh dengan kemuliaan Allah dan cahayanya sama seperti permata yang paling indah, bagaikan permata yaspis, jernih seperti kristal.” (Why. 21:11)


Kejadian 2 membicarakan tentang emas, damar bedolah, dan batu krisopras (ay. 12). Ini adalah sebutan yang pertama tentang batu dalam Alkitab. Batu krisopras pada tutup bahu baju efod imam besar, dan dua belas batu yang ada pada tutup dada imam besar (Kel. 28:8-12, 21). Di atas batu-batu itu diukir nama-nama dua belas suku Israel. Ini menunjukkan bahwa umat pilihan Allah harus menjadi batu dalam pandangan-Nya. Batu karang terbelah yang mengalirkan air hayat (Kel. 17:5-6). Yesaya 8:14-15 membicarakan batu sandungan. Selain itu, Zakharia membicarakan Kristus sebagai batu utama (Za. 4:7).

Dalam Perjanjian Baru kita membaca lebih banyak tentang batu. Tuhan Yesus menyebut Petrus sebagai batu, dan menunjukkan diri-Nya sendiri sebagai batu karang (Yoh. 1:42; Mat. 16:18). Kristus akan membangun gereja-Nya di atas batu karang ini dengan kaum beriman sebagai batu-batu. Dalam 1 Korintus 3:11 Paulus mengatakan bahwa Kristus adalah fondasi yang unik yang telah diletakkan, dan kita harus membangun di atas fondasi ini dengan emas, perak, dan batu-batu permata. Kemudian dalam 1 Petrus 2:4-5 kita nampak bahwa Tuhan Yesus adalah batu hidup dan bahwa kita juga adalah batu-batu hidup yang akan dibangun menjadi sebuah rumah rohani. Kemudian dalam kitab Wahyu Tuhan mengatakan bahwa para pemenang akan menerima batu putih, menandakan bahwa mereka telah menjadi batu-batu permata di dalam pandangan-Nya (Why. 2:17). Selanjutnya dalam Wahyu 4, Allah yang duduk di atas takhta itu memiliki penampilan seperti yaspis dan sardis (ay. 3). Akhirnya, kita memiliki Yerusalem Baru, satu kota yang cahayanya sama seperti “permata yang paling indah, bagaikan permata yaspis” (Why. 21:11). Kita nampak bahwa kota itu terdiri dari emas, mutiara, dan batu-batu permata. Ini adalah wahyu yang jelas mengenai batu dalam Alkitab.


Sumber: Pelajaran-Hayat Kisah Para Rasul, Buku 1, Berita 16

07 July 2020

Kisah Para Rasul - Minggu 9 Selasa


Pembacaan Alkitab: Kis. 4:1-31; Mat. 21:44
Kidung #151


Kristus sebagai Batu Pembangunan


Doa baca: “Siapa saja jatuh ke atas batu itu, ia akan hancur dan siapa saja ditimpa batu itu, ia akan remuk.” (Mat. 21:44)


Dalam nama Yesus Kristus, Dia yang almuhit itu, kita diselamatkan. Tahukah anda mengapa nama-Nya begitu penuh kuasa? Nama-Nya penuh kuasa karena Dia adalah Sang ajaib, Sang almuhit. Kita telah diselamatkan dalam nama Yesus Kristus, dan Dia adalah Sang almuhit. Sebagai Dia yang almuhit, Kristus adalah Allah, manusia, Bapa, Putra, Roh itu, batu karang, fondasi, batu penjuru, batu utama, pintu, makanan, minuman, pakaian, hayat, kekuatan, kemampuan, fungsi, perilaku, kehidupan, perkataan, napas, pandangan, dan pendengaran kita. Oh, tidak mungkin habis menyebutkan semua apa adanya Kristus bagi kita!

Kristus bukan hanya batu bagi pembangunan Allah. Dia juga adalah batu sandungan dan batu sentuhan. Mengenai diri-Nya sendiri sebagai batu sandungan dan batu sentuhan, Tuhan Yesus berkata, “Siapa saja yang jatuh ke atas batu itu, ia akan hancur dan siapa saja yang ditimpa batu itu, ia akan remuk” (Mat. 21:44). Bagi kaum beriman, Kristus adalah batu fondasi yang di dalamnya kita percaya (Yes. 28:16). Tetapi bagi orang-orang Yahudi yang tidak percaya, Dia adalah batu sandungan (Yes. 8:14-15), dan bagi bangsa-bangsa Dia akan menjadi batu sentuhan. Menurut Daniel 2:34-35, Kristus sebagai batu akan memukul bangsa-bangsa pada kedatangan-Nya kembali.

Bagi kita kaum beriman, Kristus bukanlah batu sandungan maupun batu sentuhan Dia adalah batu pembangunan, bahkan batu perkembangbiakan. Bagi kita, Dia telah menjadi batu pembangunan. Pertama, kita menjadi perkembangbiakan-Nya, sekarang Dia sedang membangunkan kita bersama menjadi tempat kediaman Allah. Dia adalah Tukang Bangunan dan bahan untuk pembangunan Allah. Dia adalah Batu-Penyelamat. Di dalam ekonomi Allah, Dia sedang membangun tempat kediaman kekal-Nya. Bagi kita, Dia adalah batu perkembangbiakan dan batu pembangunan.


Sumber: Pelajaran-Hayat Kisah Para Rasul, Buku 1, Berita 16