Hitstat

23 June 2018

Markus - Minggu 3 Sabtu


Pembacaan Alkitab: Mat. 17:8; Mrk. 1:1-13
Doa baca: “Ketika mereka mengangkat kepala, mereka tidak melihat seorang pun kecuali Yesus seorang diri." (Mat. 17:8)


Kita telah nampak bahwa Allah pertama-tama memberikan janji-janji. Kemudian Ia menurunkan hukum Taurat untuk memelihara umat pilihan-Nya, setelah itu Ia mengutus nabi-nabi untuk mengutarakan nubuat-nubuat sebagai pengukuhan janji-janji tersebut. Akhirnya, Dia yang dijanjikan itu, keturunan perempuan dan keturunan Abraham, datang. Dia bukan hanya datang, tetapi juga diperkenalkan.

Tuhan Yesus dilahirkan sebagai keturunan perempuan dan keturunan Abraham adalah untuk menjadi Hamba-Penyelamat kita, untuk meremukkan ular dan mendatangkan Allah Tritunggal sebagai berkat hayat kekal. Akan tetapi pada usia tiga puluh, Ia perlu diperkenalkan ke dalam ministri-Nya.

Injil adalah penggenapan janji-janji dan nubuat-nubuat dan juga pembatalan (penghapusan) penjagaan hukum Taurat. Hal ini berarti Injil adalah penggenapan janji-janji dan nubuat-nubuat mengenai keturunan yang unik ini, keturunan perempuan, dan keturunan Abraham. Selanjutnya, Injil membatalkan, meniadakan, dan menghapus penjagaan hukum Taurat. Sekarang kita tidak lagi tergantung pada janji-janji, hukum Taurat, dan nubuat-nubuat Perjanjian Lama, karena Kristus, keturunan yang unik itu, telah datang. Karena kita memiliki Dia, maka semua janji digenapkan. Sekarang kita tidak lagi di bawah zaman hukum Taurat, janji-janji, atau nubuat-nubuat, karena kita memiliki Kristus.

Bila kita nampak hal ini, kita dapat mengerti makna dari apa yang terjadi di gunung perubahan ketika Petrus mengusulkan agar dibuat tiga kemah – satu untuk Musa, satu untuk Elia, dan satu untuk Tuhan Yesus. Usul semacam ini bertentangan dengan surga. Musa mewakili hukum Taurat, dan Elia mewakili nabi-nabi. Kristus, adalah pengganti yang sempurna bagi keseluruhan Perjanjian Lama. Ini adalah Injil, berita gembira. Puji Dia, bahwa Kristus adalah penggenapan janji-janji dan nubuat-nubuat dan juga penghapus hukum Taurat!


Sumber: Pelajaran-Hayat Markus, Buku 1, Berita 3

22 June 2018

Markus - Minggu 3 Jumat


Pembacaan Alkitab: Mrk. 1:1-13; Gal. 3:16
Doa baca: “Adapun segala janji itu diucapkan kepada Abraham dan kepada keturunannya. Tidak dikatakan 'kepada keturunan-keturunannya' seolah-olah yang dimaksudkan adalah banyak orang, tetapi hanya satu orang 'dan kepada keturunanmu', yaitu Kristus." (Gal. 3:16)


Tahukah Anda apakah janji pertama yang diberikan oleh Allah dalam Kitab Kejadian? Janji yang pertama tercatat dalam Kejadian 3:15, “Aku akan mengadakan permusuhan antara engkau dan perempuan ini, antara keturunanmu dan keturunannya; keturunannya akan meremukkan kepalamu, dan engkau akan meremukan tumitnya.” Allah memberikan janji kepada Adam dan Hawa, bahwa keturunan perempuan akan meremukkan kepala ular, walaupun tumitnya akan diremukkan.

Injil adalah penggenapan janji bahwa keturunan perempuan akan meremukkan kepala ular. Keturunan perempuan adalah Hamba-Penyelamat yang disajikan dalam Injil Markus. Kita perlu menyatakan hal ini dalam pemberitaan Injil kita.

Janji yang lainnya, juga mengenai keturunan, diberikan kepada Abraham. Dalam Kejadian 22:17-18, Allah berjanji bahwa keturunan Abraham akan menjadi berkat besar bagi umat manusia, karena segala bangsa akan diberkati melalui keturunannya. Keturunan ini juga mengacu kepada Tuhan Yesus. Dalam Galatia 3:16, Kristus dilahirkan sebagai keturunan Abraham, dilahirkan dari bangsa yang terpilih.

Keturunan perempuan adalah untuk menghancurkan kepala ular, keturunan Abraham adalah untuk membawakan berkat Allah kepada kita. Keturunan perempuan mengakhiri ular dan keturunan Abraham membawakan berkat Allah Tritunggal. Apakah berkat ini? Menurut Galatia 3:14, berkat ini adalah Roh itu, yang adalah perampungan sempurna dari Allah Tritunggal. Tidak hanya demikian, berkat ini adalah hayat kekal kita. Roh itu sama dengan Allah Tritunggal, Allah Tritunggal adalah hayat kekal, dan hayat kekal adalah berkat yang kita terima. Inilah injil, yaitu penggenapan dari dua janji yang besar.


Sumber: Pelajaran-Hayat Markus, Buku 1, Berita 3

21 June 2018

Markus - Minggu 2 Kamis


Pembacaan Alkitab: Mrk. 1:1-13
Doa baca: “Inilah permulaan Injil tentang Yesus Kristus, Anak Allah.” (Mrk. 1:1)


Injil Markus menyajikan Kristus sebagai Hamba Penyelamat yang memiliki satu ciri khas, yaitu keinsanian-Nya berbaur dengan keilahian-Nya. Keinsanian-Nya sangat elok dalam kebajikan dan kesempurnaan-Nya; keilahian-Nya sangat semarak dalam kemuliaan dan kebesaran-Nya. Ia adalah Allah sendiri yang menjadi Hamba untuk melayani kita dengan jalan memberikan hayat-Nya sebagai tebusan bagi kita.

Markus 1:1 mengatakan, "Injil tentang Yesus Kristus, Anak Allah.” Kata “Injil” berarti berita gembira, kabar baik (Rm. 10:15). Injil adalah pelayanan (ministri), pelayanan Yesus sebagai Hamba Allah yang rendah (Flp. 2:7), bukan dengan asal-usul persona-Nya. Karena yang patut diperhatikan dari seorang hamba adalah pelayanannya, bukan personanya.

Injil yang terdapat dalam Markus 1:1, merupakan Injil Yesus Kristus, Anak Allah. Injil ini merupakan biografi Hamba-Penyelamat, Allah yang berinkarnasi menjadi Hamba untuk menyelamatkan orang-orang dosa. Dalam sebutan (gelar) majemuk “Yesus Kristus, Anak Allah” ini, “Yesus Kristus” menyatakan keinsanian-Nya, dan “Anak (Putra) Allah” menyatakan keilahian-Nya. Keduanya sepenuhnya terekspresi melalui kebajikan-kebajikan insani-Nya dan atribut-atribut ilahi dalam ministri dan aktivitas-Nya untuk pelayanan Injil-Nya, seperti yang tercatat dalam Injil ini.

Walaupun kita menyadari bahwa kata Injil berarti berita gembira, kita perlu menyelami lebih dalam apakah Injil itu sebenarnya. Beberapa orang di antara kita yang telah menjadi Kristen selama bertahun-tahun masih belum menyadari apakah Injil itu. Injil adalah penggenapan seluruh Perjanjian Lama. Namun sekarang kita perlu bertanya apa isi Perjanjian Lama. Kita bisa memakai tiga kata untuk mengespresikan isi Perjanjian Lama: Janji, Hukum Taurat, dan Nubuat. Karena itu, untuk mengetahui apakah Injil itu, kita perlu membaca ketiga puluh sembilan kitab Perjanjian Lama dan diterangi mengenai wahyu yang ada di dalamnya.


Sumber: Pelajaran-Hayat Markus, Buku 1, Berita 3