Hitstat

28 May 2014

Kolose - Minggu 9 Rabu



Pembacaan Alkitab: Kol. 1:28-29; Ef. 3:20


Sekarang kita dapat memahami mengapa Paulus bergumul bagi terhiburnya hati orang-orang Kolose. Dia tahu bahwa inilah satu-satunya cara kaum saleh dapat memiliki keyakinan yang penuh akan pengertian. Karena hati kita telah diasuh dan terjalin bersama, maka kita di dalam pemulihan Tuhan memiliki kepastian atau jaminan yang sedemikian. Kepastian ini memberi kita pengetahuan penuh tentang Kristus sebagai rahasia Allah. Semoga Tuhan mengasuh hati kita setiap hari agar kita boleh memiliki suatu hidup gereja yang sehat! Bila hati kita gembira, semua saudara dan saudari kelihatannya indah. Tetapi bila hati kita tidak gembira, keadaannya akan berkebalikan. Betapa pentingnya hati kita diasuh oleh Tuhan!

Setelah hati mereka terhibur barulah orang-orang Kolose dapat menerima wahyu tentang Kristus. Karena begitu pentingnya masalah ini, maka kitab ini lebih menekankan hati daripada roh. Kita tidak dapat mempersembahkan tiap-tiap orang dewasa penuh dalam Kristus kecuali hati orang-orang itu terhibur. Jika hati mereka tidak pernah diasuh, mereka tidak dapat menerima apa-apa yang kita suplaikan kepada mereka tentang Kristus. Sebab itu, langkah pertama dalam mempersembahkan tiap-tiap orang dewasa penuh dalam Kristus ialah menghibur hati mereka kepada segala kekayaan keyakinan yang penuh akan pengertian. Terutama para pemimpin harus mohon anugerah dari Tuhan agar dapat menghibur semua hati yang menyimpang, yang tidak puas, dan yang kecewa. Bila hati kaum saleh telah terhibur, mudahlah kita menyuplaikan kekayaan Kristus kepada mereka. Tetapi jika hati kaum saleh mempunyai problem, pikiran mereka akan terganggu. Maka, satu-satunya cara untuk mengatasi problem dalam pikiran ialah mengarahkan hati itu melalui pengasuhan Tuhan. Ini adalah satu pelajaran yang sangat penting untuk kita pelajari.

Dalam 1:29 Paulus mengatakan bahwa dia bergumul menurut operasi Kristus di dalam dia. Pergumulan ini adalah jerih lelahnya untuk mempersembahkan tiap-tiap orang dewasa penuh dalam Kristus. Dia berusaha keras melakukan hal ini melalui memberitakan Kristus, dengan memperingatkan dan mengajar setiap orang dengan segala hikmat.

Setiap orang yang telah beroleh selamat setidak-tidaknya memiliki pengalaman tentang operasi Kristus. Beroleh selamat tidak hanya sekadar beroleh pengampunan dosa dan dibenarkan Allah, tetapi juga beroleh Kristus yang disalurkan ke dalam kita. Kristus yang diam di dalam kita itu juga beroperasi di dalam kita. Seperti yang telah kita tunjukkan, operasi-Nya menjadi suatu “operasi” yang beroperasi di dalam kita. Pergumulan Paulus bagi kaum saleh adalah menurut “operasi” ini.

Operasi Kristus beroperasi dengan kuat. Paulus menyebut kuat kuasa ini dalam Efesus 3:7 dan 20. Dalam Efesus 3:7 dia mengatakan tentang “pengerjaan kuasa-Nya”, dan dalam Efesus 3:20, “kuasa yang bekerja di dalam kita”. Kuat kuasa ini adalah kuat kuasa hayat kebangkitan (Flp. 3:10) yang berada di batin kaum beriman (Ef. 1:19). Inilah kuat kuasa yang beroperasi di dalam Kristus untuk membangkitkan Dia dari antara orang mati, mendudukkan Dia di sebelah kanan Allah di surga, dan menaklukkan segala sesuatu di bawah kaki-Nya (Ef. 1:20-22). Jadi, kuat kuasa ini adalah kuat kuasa yang membangkitkan, kuat kuasa yang mengungguli, dan kuat kuasa yang menaklukkan. Menurut operasi Kristus dengan kuat kuasa yang sedemikianlah kita dapat bergumul untuk mempersembahkan tiap-tiap orang dewasa penuh dalam Kristus.


Sumber: Pelajaran-Hayat Kolose, Buku 1, Berita 17

27 May 2014

Kolose - Minggu 9 Selasa



Pembacaan Alkitab: Kol. 2:1-2; Ef. 1:19-22


Karena tata cara, ketentuan, dan filsafat yang berbeda-beda yang telah menyusup ke dalam kehidupan gereja, maka hati kaum saleh di Kolose telah terluka, sehingga hati mereka menjadi dingin dan tidak puas. Bila hal-hal seperti itu masuk ke dalam gereja, akibatnya selalu perselisihan dan perpecahan. Kita harus menjaga pintu gereja, agar hal-hal itu tidak sampai masuk dan menimbulkan kerugian. Gereja di Kolose telah diserbu oleh ketentuan-ketentuan dan tata cara-tata cara Yahudi, filsafat penyembah berhala, aliran mistik, dan pertapaan. Hal-hal itu menyebabkan kaum saleh menjadi keras kepala, berbeda pendapat, dan tidak puas. Hal-hal itu pun menyebabkan hati kaum saleh terluka dan menjadi dingin, terpecah belah dan bercerai satu dengan yang lain. Sebab itu, Paulus bergumul untuk kaum saleh supaya hati mereka terhibur dan terjalin bersama dalam kasih.

Bila hati telah terluka, menjadi dingin, dan terpecah belah, mudah sekali pikiran itu diselewengkan, bahkan diserang oleh musuh. Bila pikiran dalam kondisi sedemikian, pikiran tidak akan mampu memahami perkataan yang disuplaikan tentang Kristus dan ekonomi Allah.

Problem dalam hati kerap kali merupakan penyebab sakit jiwa. Jika pikiran seseorang berada di bawah serangan musuh, itu suatu petunjuk bahwa hatinya bermasalah. Bila hati bermasalah, mudahlah pikiran berada dalam kegelapan atau takluk kepada serangan. Ini adalah satu prinsip yang penting sekali. Kebanyakan kasus penyakit kejiwaan bersumber pada problem yang ada di dalam hati. Empat puluh tahun lebih yang lalu, kepala sebuah rumah sakit jiwa yang besar mengatakan kepada saya bahwa menurut pengalaman dan pengamatannya, problem mental disebabkan oleh problem yang berkaitan dengan keserakahan akan uang dan hawa nafsu seks. Ini semua adalah problem hati. Tamak akan uang menyebabkan problem dalam hati sejumlah orang, sedangkan hawa nafsu daging menyebabkan problem dalam hati sebagian orang lainnya. Problem-problem seperti ini membuat pikiran berada di bawah serangan. Dari pengalaman bertahun-tahun, kita telah mengetahui bahwa penyakit kejiwaan dapat ditelusuri dari problem hati. Pikiran dapat diserang karena hati sakit. Mungkin seseorang mempunyai satu ambisi tertentu atau keinginan dalam hatinya, jika ambisi atau keinginan itu tidak terpenuhi dan tidak tertanggulangi, maka pikirannya dapat diserang.

Paulus pasti menyadari hal ini, dia tahu pentingnya hati orang-orang Kolose terhibur dan terjalin dalam kasih. Jika hati mereka diperhatikan dengan memadai, maka kaum saleh akan memiliki kekayaan keyakinan yang penuh akan pengertian. Pikiran mereka akan berfungsi lagi secara normal untuk memahami hal-hal rohani. Ketika hati kita terhibur, pikiran kita juga akan berfungsi dengan tepat. Tetapi, jika hati kita bermasalah, maka pikiran kita juga akan bermasalah. Hati mengatur pikiran. Jadi, normal tidaknya pikiran kita tergantung pada kondisi hati kita.

Hubungan kaum saleh dalam hidup gereja menguji dan menyingkapkan apa yang ada di dalam hati kita. Kalau hati diduduki oleh ambisi, keinginan, dan tujuan-tujuan tertentu, pikiran kita tidak akan normal dan akan membuat kita bermasalah dengan orang lain. Sebagai contoh, jika pikiran saya berada di bawah serangan karena ada suatu problem dalam hati saya, mungkin saya akan merasa kesal jika seorang saudara tidak menyambut saya dengan senyuman. Saya mungkin akan lebih kesal lagi jika saudara itu mengundang saudara lain untuk makan siang bersamanya, tetapi tidak mengundang saya. Saya mungkin akan marah-marah karena situasi yang demikian. Kemarahan ini bukan disebabkan oleh temperamen, melainkan oleh problem dalam hati saya. Dalam hati saya, saya ingin dihargai, dihormati, dan diberi kedudukan. Itu mungkin menyebabkan saya merasa bahwa orang lain harus menunjukkan penghormatannya kepada saya melalui menyambut saya dengan cara yang menyenangkan. Tetapi, jika di dalam hati saya tidak ada problem, saya tidak akan merasa terganggu jika seorang saudara tidak tersenyum kepada saya atau tidak mengajak saya dalam satu aktivitas tertentu. Jika hati kita benar, kita akan senang di dalam hidup gereja, tidak peduli apa yang terjadi atas diri kita. Tetapi jika dalam hati kita ada suatu problem, pasti gereja tidak menyenangkan. Ini adalah satu hal yang sangat serius.


Sumber: Pelajaran-Hayat Kolose, Buku 1, Berita 17

26 May 2014

Kolose - Minggu 9 Senin



Pembacaan Alkitab: Kol. 1:28-29; 2:1-2


Dalam berita ini kita akan melihat masalah bergumul menurut operasi Kristus (1:29). Kita telah menunjukkan bahwa Paulus telah berjerih lelah untuk mempersembahkan tiap-tiap orang dewasa penuh dalam Kristus. Mempersembahkan tiap-tiap orang dewasa penuh dalam Kristus merupakan suatu tugas yang sangat sulit, yang hanya dapat digenapkan melalui bergumul menurut operasi Kristus.

Dalam hal mempersembahkan tiap-tiap orang dewasa penuh dalam Kristus, kita perlu memenuhi prinsip yang ditetapkan dalam Kejadian 2, yaitu manusia membajak tanah, dan Allah menurunkan hujan (ayat 5). Di satu pihak, kita harus membajak tanah, dan di pihak lainnya, hanya Allahlah yang dapat menurunkan hujan. Ketika kita percaya dan bersandar kepada Allah dan mengharap agar Ia menurunkan hujan, kita harus setia dalam kewajiban kita, yakni membajak tanah. Ini berarti kita harus memenuhi prinsip yang ditetapkan Allah. Dengan memakai prinsip ini dalam hal mempersembahkan tiap-tiap orang dewasa penuh dalam Kristus, kita nampak bahwa kita tidak boleh berdoa saja, tetapi juga berjerih lelah menurut operasi Kristus.

Dalam Kolose 2:1 Paulus berkata, “Karena aku mau, supaya kamu tahu, betapa beratnya perjuangan yang kulakukan untuk kamu, dan untuk mereka yang di Laodikia dan untuk semuanya, yang belum mengenal aku pribadi.” Ayat ini menunjukkan bahwa Paulus berjuang, menderita, dan bergumul untuk melihat suatu hal tertentu terlaksana di antara orang-orang Kolose dan Laodikia. Ayat 2 memperlihatkan tujuan perjuangan Paulus: “Supaya hati mereka terhibur dan mereka terjalin bersama dalam kasih, sehingga memperoleh segala kekayaan keyakinan yang penuh akan pengertian, dan pengenalan yang penuh akan rahasia Allah, yaitu Kristus”(Tl.). Paulus tidak mengatakan ia berjuang agar kaum saleh dapat melatih roh mereka untuk melihat apa yang telah ia persekutukan tentang Kristus, melainkan ia berjuang agar hati mereka dapat terhibur.

Mengapa hati orang Kolose perlu terhibur, terjalin bersama dalam kasih, sehingga memperoleh segala kekayaan keyakinan yang penuh akan pengertian? Keyakinan di sini menyiratkan dua hal: iman dan pengetahuan. Ketika kita memiliki iman dan pengetahuan, kita memiliki keyakinan terhadap apa yang kita percayai. Keyakinan ini kemudian menjamin kita. Paulus berjuang agar hati orang-orang Kolose beroleh keyakinan yang penuh.

Perkataan “dan pengenalan penuh akan rahasia Allah, yaitu Kristus” (Tl.), adalah keterangan tambahan dari perkataan “sehingga memperoleh segala kekayaan keyakinan yang penuh akan pengertian” (Tl.). Dalam bahasa aslinya, kata “dan” dan “sehingga memperoleh” di sini adalah kata yang sama, dapat diterjemahkan sebagai “kepada” (red). Hendaklah kita ingat bahwa sebagai kitab sejenis, Kitab Efesus membahas gereja sebagai Tubuh, sedangkan Kitab Kolose membahas Kristus sebagai Kepala. Kitab Efesus sangat menekankan roh manusia, frase “di dalam roh” berulang-ulang digunakan dalam Kitab Efesus. Tetapi, Kitab Kolose hanya menyinggung roh manusia sekali (2:5). Dalam Kitab Kolose, hati penting sekali artinya. Di sini Paulus menekankan pentingnya hati dalam menerima wahyu tentang Kristus. Paulus tahu jika kita ingin mempersembahkan tiap-tiap orang dewasa penuh dalam Kristus haruslah kita memperhatikan kondisi hati mereka. Fakta bahwa dia menyimpulkan pasal pertama dengan sebuah kata tentang mempersembahkan tiap-tiap orang dewasa penuh dalam Kristus dan membuka pasal 2 dengan kata-kata tentang menghibur hati menunjukkan bahwa hal mempersembahkan tiap-tiap orang dewasa penuh itu erat sekali kaitannya dengan hati.


Sumber: Pelajaran-Hayat Kolose, Buku 1, Berita 17