Doa baca: “Karena anak-anak itu adalah anak-anak dari darah
dan daging, maka Ia juga menjadi sama dengan mereka dan turut mengalami keadaan
mereka, supaya melalui kematian-Nya Ia memusnahkan dia, yaitu Iblis yang
berkuasa atas maut.” (Ibr. 2:14)
Yang
Digenapkan oleh Kematian Kristus
Pertama kematian Kristus
menggenapkan masalah dosa-dosa kita, masalah pelanggaran-pelanggaran dan
kesalahan kita, dan perbuatan dosa kita. Kematian-Nya telah membereskan masalah
dosa-dosa kita secara kekal. Kedua, kematian Kristus yang almuhit, telah
menanggulangi dosa. Dosa-dosa mengacu kepada perbuatan, pelanggaran, kesalahan,
kekeliruan. Dosa sesungguhnya adalah sifat dosa Satan. Satan adalah sumber
dosa. Dosa adalah penemuan Satan, dan Satan sendiri adalah unsur dosa.
Sesungguhnya dalam pandangan Allah, dosa adalah Satan. Menurut Kitab Roma, dosa
adalah sesuatu yang hidup, yang dapat membuat kita melakukan hal-hal yang tidak
ingin kita lakukan, sesuatu yang dapat berhuni di dalam kita, menipu kita
bahkan membunuh kita (Rm. 6:14; 7:8, 11, 17). Pada waktu kejatuhan manusia,
ketika manusia makan buah pengetahuan yang baik dan jahat, dia menerima sifat
jahat Satan ke dalam dirinya.
Masalah ketiga yang ditanggulangi
oleh kematian Kristus adalah manusia lama kita. Roma 6:6 mengatakan “Karena
kita tahu bahwa manusia lama kita telah turut disalibkan.” Kita telah
diletakkan ke dalam Kristus oleh Allah dan kita berada di dalam Dia ketika Dia
disalibkan. Karena itu kita tercakup dalam kematian-Nya yang kekal dan almuhit.
Keempat, karena manusia lama kita telah disalibkan bersama Kristus, seluruh
ciptaan lama disalibkan juga. Sebagai umat manusia, kita adalah pemuka ciptaan
lama dan mewakili ciptaan lama. Ketika wakil ciptaan lama, disalibkan, seluruh
ciptaan lama juga disalibkan. Kelima, dalam keinsanian-Nya dan melalui
kematian-Nya dalam daging, Kristus menghancurkan Satan, persona yang memiliki
kuasa maut (Ibr. 2:14).
Sumber: Pelajaran-Hayat Markus, Buku 3, Berita 49