Hitstat

04 March 2014

Filipi - Minggu 28 Selasa



Pembacaan Alkitab: Flp. 3:15-16


Kita semua perlu “berpikir demikian”, suatu pikiran yang menuntut Kristus sebagai kebangkitan yang unggul. Bagi orang muda, menuntut sasaran ini tidak semata-mata memperbaiki perilaku atau karakter, atau menjadi seorang pelajar yang lebih baik, melainkan menempuh satu kehidupan yang sebenarnya adalah Kristus itu sendiri dalam kebangkitan. Ini adalah kehidupan yang sepenuhnya di luar ciptaan lama dan berada di dalam Allah. Semoga kita semua mempunyai pikiran yang unik ini.

Dalam ayat 15 Paulus berkata, “Jikalau lain pikiranmu tentang salah satu hal, hal itu akan dinyatakan Allah juga kepadamu.” Berpikir lain adalah hal yang umum di antara orang Kristen hari ini. Orang Kristen mempunyai ratusan macam cara berpikir, pemahaman, dan pengertian yang berbeda. Oh, betapa banyaknya pikiran yang terdapat di kalangan kaum beriman! Tetapi Paulus menganjuri kita untuk memiliki satu pikiran, yaitu “berpikir demikian”.

Menurut Alkitab, kita hanya memiliki satu Allah, satu Tuhan, satu Roh, dan satu gereja. Penekanan dalam Alkitab ialah kesatuan. Hanya ada satu Pencipta dan satu Penyelamat. Dari fakta Paulus mengatakan jika lain pikiran kita, maka “hal itu akan dinyatakan Allah juga”. Kata “dinyatakan” di sini dalam bahasa aslinya adalah “diwahyukan”; ini menunjukkan bahwa kalau kita menaruh pikiran lain, berarti kita kekurangan wahyu. Jika kita mempunyai pikiran lain, kita perlu wahyu. Karena alasan inilah, maka dalam ayat 15 Paulus tidak mengatakan Allah akan mengajar kita, melainkan Allah akan menyatakan (mewahyukan) hal itu kepada kita.

Kaum beriman tidak bisa memiliki satu pikiran hanya dengan membaca Alkitab secara harfiah. Sewaktu Tuhan Yesus datang ke bumi ini, ketiga puluh sembilan jilid kitab Perjanjian Lama telah ditulis. Namun, sekalipun para ahli agama menyelidiki Alkitab, mereka tidak mau datang kepada Kristus supaya mereka beroleh hayat. Dalam Yohanes 5:39-40 Tuhan Yesus berkata, “Kamu menyelidiki Kitab-kitab Suci, sebab kamu menyangka bahwa di dalamnya kamu temukan hidup yang kekal, tetapi walaupun Kitab-kitab Suci itu memberi kesaksian tentang Aku, namun kamu tidak mau datang kepada-Ku untuk memperoleh hidup itu.” Jika kita menyelidiki Alkitab tanpa datang kepada Tuhan, kita akan memiliki banyak pikiran yang berbeda-beda. Ada orang yang lebih menyukai Musa, lainnya lebih menyukai Elia atau Yeremia. Hanya bila kita datang kepada Kristus, persona yang unik ini, barulah kita dapat memiliki satu pikiran yang sama.

Meskipun ada ratusan pikiran yang berbeda-beda di kalangan orang Kristen hari ini, tujuan kita bukanlah menyeragamkan orang beriman. Namun, bila Kristus, persona yang unik ini, diwahyukan kepada kita, kita akan disatukan di dalam Dia dan oleh Dia. Pada hakikatnya, Dia sendiri adalah kesatuan kita.

Kita bukan hanya tidak bertujuan mempersatukan seluruh orang beriman, sebenarnya, kita tidak bisa mengharapkan sejumlah besar orang beriman mau menempuh jalan pemulihan Tuhan ini. Pada akhir ministri-Nya di bumi, Tuhan Yesus tidak mempunyai banyak pengikut. Menurut Kisah Para Rasul 1, hanya seratus dua puluh orang yang berhimpun bersama di sebuah loteng di Yerusalem. Sasaran kita bukan ingin disambut dengan hangat atau memiliki anggota yang banyak. Dalam hal ini, kita perlu diingatkan, yakni Paulus tidak menulis Kitab Filipi ketika ia disambut khalayak ramai. Sebaliknya, Surat Kiriman ini ditulis ketika Paulus ditolak, dianiaya, dan ditawan dalam penjara.


Sumber: Pelajaran-Hayat Filipi, Buku 3, Berita 55

No comments: