Hitstat

19 March 2016

1 Petrus - Minggu 2 Sabtu



Pembacaan Alkitab: 1 Ptr. 1:4
Doa Baca: 1 Ptr. 1:4
Untuk menerima warisan yang tidak dapat binasa, yang tidak dapat cemar dan tidak dapat layu, yang tersimpan di surga bagi kamu.


Warisan dalam ayat 4 meliputi keselamatan yang akan datang atas jiwa kita (ayat 5, 9), anugerah yang akan kita terima pada saat Tuhan menyatakan diri (ayat 13), kemuliaan yang akan dinyatakan (5:1), mahkota kemuliaan yang tidak dapat layu (5:4), dan kemuliaan yang kekal (5:10). Semua butir dari warisan kekal kita itu berhubungan dengan hayat ilahi yang kita dapatkan melalui kelahiran kembali dan yang kita alami serta nikmati sepanjang hidup kristiani kita. "Warisan ini adalah kepemilikan yang penuh atas hal yang dijanjikan kepada Abraham dan kepada semua orang beriman (Kej. 12:3; lihat Gal. 3:6), suatu warisan yang jauh lebih tinggi daripada Kanaan yang diduduki oleh orang Israel; seperti hak keputraan dari orang-orang yang dilahirkan kembali lebih tinggi daripada hak keputraan orang Israel, karena orang-orang yang dilahirkan kembali telah menerima Roh yang dijanjikan itu melalui iman sebagai jaminan warisan mereka.

Kelahiran kita yang pertama memberi kita suatu warisan. Ketika kita dilahirkan dari orang tua kita, kita mewarisi penciptaan Allah. Karena penciptaan adalah warisan kita melalui kelahiran, kita dapat menikmati udara, sinar matahari, dan hujan. Uang yang kita pakai untuk membeli makanan sesungguhnya digunakan untuk membayar ongkos kerja. Makanan itu sendiri diberikan kepada kita oleh Allah Pencipta. Jika tidak ada sinar matahari, hujan, atau udara, siapa yang dapat memproduksi makanan? Makanan adalah pemberian Allah. Melalui kelahiran kita yang pertama, kita telah mewarisi bumi, sinar matahari, udara, atmosfer, hujan, dan angin. Semua aspek dari warisan bumiah kita ini membantu dan menjaga kita supaya kita tetap hidup. Tanpa warisan semacam ini, tidak ada seorang pun yang dapat hidup.

Dalam prinsip yang sama, melalui kelahiran kita yang kedua, kelahiran kembali, kita telah dilahirkan ke dalam warisan yang baru. Warisan ini bukan di bumi, melainkan ada di surga. Meskipun warisan baru ini tersimpan bagi kita di surga, kita dapat menikmatinya sekarang di bumi. Kita dapat menggunakan ilustrasi pemakaian listrik. Meskipun listrik ini disimpan jauh di pusat pembangkit tenaga listrik, kita memakainya dan menikmatinya setiap hari di rumah kita. Listrik ditransmisikan dari pusat pembangkit tenaga listrik ke rumah kita untuk kenikmatan kita. Sama halnya, warisan kita yang surgawi, ilahi, dan rohani tersimpan di surga; namun secara terus-menerus ditransmisikan ke dalam roh kita bagi kenikmatan kita. Bukankah Anda menikmati kekayaan hayat ilahi ini?

Kita perlu terkesan dengan fakta bahwa warisan dalam 1:4 adalah bagi kita hari ini, bukan hanya untuk dinikmati di masa yang akan datang. Begitu seseorang dilahirkan di bumi, dia memiliki hak untuk menikmati warisan bumiah. Dalam prinsip yang sama, begitu seseorang dilahirkan kembali oleh Allah dengan Roh-Nya, orang itu dilahirkan kepada pengharapan yang hidup, dan pengharapan yang hidup ini adalah warisan semua berkat rohani dan surgawi yang berhubungan dengan hidup yang kekal. Setiap hari kita perlu memiliki warisan ini dan menikmatinya. Warisan ini legal, layak, dan sah, karena Kristus telah mati untuk membelinya bagi kita. Dia telah membayar harganya dengan darah-Nya yang mahal, dan kita telah dipercik dengan darah ini. Karena itu, setiap hari kita dapat menikmati kekayaan hayat ilahi. Setiap hari kita dapat berbagian dalam warisan yang menjadi milik kita hari ini dan sampai selamanya.

Dalam ayat 4 Petrus menggunakan tiga kata untuk menjelaskan warisan kita: tidak dapat binasa, tidak dapat cemar, dan tidak dapat layu. "Tidak dapat binasa" mengacu kepada dalam substansinya tidak dapat hancur, tidak dapat rusak; "tidak dapat cemar" mengacu kepada dalam kemurniannya tidak bernoda; "tidak dapat layu," mengacu kepada dalam kecantikan dan kemuliaannya tidak pudar. Berlawanan dengan berbagai warisan bumiah, warisan surgawi kita tidak dapat binasa, karena warisan ini bukan bersifat materi. Semua yang bersifat materi atau fisik dapat binasa. Tetapi warisan kita yang tersimpan di surga bersifat ilahi dan rohani, sama sekali tidak dapat binasa. Selain itu, warisan ini tidak dapat cemar; tidak ada apa pun yang dapat membuatnya najis. Akhirnya, warisan ini tidak dapat layu; kecantikan dan kemuliaannya tidak dapat layu. Ini adalah kualitas yang unggul dari warisan kekal kita dalam hayat.


Sumber: Pelajaran-Hayat 1 Petrus, Buku 1, Berita 3

No comments: