Hitstat

14 March 2016

1 Petrus - Minggu 2 Senin



Pembacaan Alkitab: 1 Ptr. 1:1-2
Doa Baca: 1 Ptr. 1:1
Dari Petrus, rasul Yesus Kristus. Kepada orang-orang pendatang yang tersebar di Pontus, Galatia, Kapadokia, Asia Kecil dan Bitinia.


Satu Petrus 1:1 mengatakan, "Dari Petrus, rasul Yesus Kristus. Kepada orang-orang pendatang yang tersebar di Pontus, Galatia, Kapadokia, Asia Kecil dan Bitinia." Nama Petrus menyatakan manusia Petrus yang sudah dilahirkan kembali dan rohani; sedangkan nama Simon menyatakan manusia alamiahnya berdasarkan kelahiran (Yoh. 1:42; Mat. 16:17-18). Mula-mula, dia adalah Simon, bukan Petrus. Nama Simon menunjukkan manusia lama, manusia alamiah, penuh dengan diri. Tetapi ketika Petrus datang kepada Tuhan Yesus, Tuhan segera memberi dia nama baru. Tuhan memandang dia dan berkata, "Engkau Simon, anak Yohanes, engkau akan dinamakan Kefas (artinya: Petrus)" (Yoh. 1:42). Tuhan Yesus tidak pernah melakukan sesuatu tanpa tujuan. Di balik penggantian nama Simon ada suatu realitas. Melalui mengganti nama Simon Tuhan Yesus menunjukkan bahwa Dia akan mengubah Simon menjadi Petrus, menjadi sebuah batu.

Jika kita membaca keempat kitab Injil dan Surat-surat Kiriman Petrus, kita akan menemukan, sulit dipercaya bahwa Simon, nelayan Galilea, dapat menjadi penulis yang demikian. Pada waktu dia menulis Surat-surat Kirimannya, Petrus telah diubah, ditransformasi. Salah satu kidung kita dimulai dengan perkataan: "Ku bejana ciptaan, Kristus mulia di dalam; wajib jadi wadah-Nya yang berisikan Tuhan" (Kidung no. 425). Bait terakhir dari kidung ini mengatakan, "Ubah aku butuhkan." Simon adalah bejana ciptaan; namun, Petrus adalah manusia yang telah diubah. Dia telah dilahirkan kembali dan sama sekali menjadi baru. Karena itu, dalam kedua Surat Kirimannya kita tidak dapat melihat dagingnya, dirinya, atau hayat alamiahnya. Sebaliknya, apa yang kita lihat adalah manusia baru yang diekspresikan dalam tulisan-tulisannya. Kristus diekspresikan dalam tulisan-tulisan Petrus.

Surat Kiriman Petrus ditujukan kepada "orang-orang pendatang yang tersebar". Orang-orang yang terpilih hanya mengembara di muka bumi, sama seperti orang Israel yang mengembara di padang gurun. Meskipun mereka adalah orang-orang yang terpilih, mereka telah tersebar dan mereka sedang mengembara.

Kata "dipilih" menyiratkan pemikiran akan pemerintahan Allah. Kedua surat Petrus (2 Ptr. 3:1) menyinggung pemerintahan Allah. Pemerintahan Allah bersifat universal untuk menanggulangi semua makhluk ciptaan-Nya agar Dia bisa mendapatkan alam semesta yang bersih dan murni (2 Ptr. 3:13) untuk mengekspresikan diri-Nya. Dalam zaman Perjanjian Baru, penanggulangan ini dimulai dari orang-orang pilihan-Nya, umat pilihan-Nya, keluarga-Nya sendiri (1 Ptr. 4:17), khususnya dari kaum pelancong (pendatang) pilihan-Nya sebagai kesaksian-Nya yang tersebar dan merantau di antara bangsa-bangsa, orang-orang bukan Yahudi. Jadi, kedua kitab ini menekankan kaum beriman adalah kaum terpilih (2:9; 5:13; 2 Ptr. 1:10). Sebagai bangsa pilihan Allah, kaum pilihan Allah, milik khusus Allah, kaum pendatang pilihan yang tersebar ini perlu tahu bahwa mereka berada di bawah penanggulangan pemerintahan Allah untuk tujuan positif-Nya, tidak peduli bagaimana keadaan dan lingkungan sekitar mereka. Apa saja dan apa pun yang terjadi pada diri mereka, entah penganiayaan, atau pencobaan, atau penderitaan jenis lainnya (1 Ptr. 1:6; 5:9), hanyalah sebagian dari penanggulangan pemerintahan Allah yang berharga. Visi semacam ini akan memperlengkapi, mengokohkan, menguatkan, dan meneguhkan mereka (5:10) sehingga mereka bertumbuh dalam anugerah (2 Ptr. 3:18).


Sumber: Pelajaran-Hayat 1 Petrus, Buku 1, Berita 2

No comments: