Ada tiga jenis ajaran utama mengenai kehidupan kita sebagai umat
manusia. Pertama ialah berbagai ajaran etika. Orang-orang dari setiap bangsa dan
budaya pasti diajarkan untuk memperbaiki perilaku mereka. Mereka dilatih secara
etis untuk menjadi manusia yang baik, ramah, sopan, rendah hati, dan pengasih.
Dari jenis ini ada beberapa yang bahkan menasihati kita untuk berdoa kepada
Allah dan mohon bantuan-Nya demi menempuh hidup yang wajar.
Ajaran jenis kedua menyatakan, untuk menempuh hidup
dengan wajar, kita perlu dipimpin, diilhami, dan dikuatkan oleh Roh Kudus.
Jenis ajaran ini terkenal di kalangan orang-orang Kristen pada hari ini. Berdasarkan
ajaran ini, melalui Roh Kudus barulah kita dapat rendah hati dan mengasihi
orang. Walaupun ajarannya itu sendiri tidak ada salahnya, tetapi mungkin saja ajaran
demikian hanya dipakai untuk membantu kaum beriman hidup sebagai makhluk
ciptaan Allah dengan bantuan Roh Allah. Sudah tentu tidak salah jika kita
menasihati orang lain untuk percaya dan bersandar kepada Roh Kudus dan menerima
bantuan dari Roh Kudus. Namun, setiap perkara tergantung pada kedudukan apa yang
kita miliki untuk percaya dan bersandar kepada Roh Kudus itu. Jika kita percaya
dan bersandar kepada Roh Kudus di atas kedudukan makhluk ciptaan Allah, itu sebenarnya
berarti kita merampas bantuan Roh itu. Tetapi jika kita ingin bersandar kepada
Roh itu, kita harus berdiri pada kedudukan anak-anak Allah. Kalau demikian,
kita akan menikmati Roh Bapa.
Ketika Anda bersandar kepada Roh Kudus, di atas kedudukan apakah
Anda berdiri? Apakah Anda berdiri di atas kedudukan makhluk ciptaan Allah? Apakah
Anda hanya ingin menjadi orang yang baik? Karena Anda tahu diri Anda lemah dan Allah
penuh rahmat, apakah Anda meminta Dia mengutus Roh Kudus untuk menguatkan Anda supaya
Anda hidup sebagai makhluk ciptaan-Nya dengan wajar? Jika demikian, itu berarti
Anda berdiri di atas kedudukan makhluk ciptaan untuk minta bantuan Roh Kudus.
Bersandar kepada Roh itu memang benar, tetapi kedudukan makhluk ciptaan
bukanlah kedudukan yang wajar untuk bersandar kepada-Nya. Kedudukan yang wajar
untuk minta kepenuhan suplai Roh Yesus Kristus yang limpah lengkap
adalah kedudukan anak-anak Allah.
Menurut ajaran jenis ketiga, kita telah dilahirkan dari Allah menjadi
anak-anak Allah dengan hayat dan sifat ilahi. Karena kita adalah anak-anak Allah,
Ia tidak hanya memberi kita Roh itu, tetapi Ia sendiri sekarang adalah Roh
dalam batin kita untuk menjadikan kita anak-anak-Nya secara penuh. Ia tidak
hanya membantu kita menjadi orang yang lebih pengasih, lebih rendah hati, atau
lebih kuat. Setelah mengalami inkarnasi, kehidupan insani, penyaliban, dan kebangkitan,
sekarang Allah Tritunggal ada di dalam kita sebagai Roh pemberi-hayat almuhit
yang menjadi hayat dan suplai hayat kita. Sasaran-Nya ialah merampungkan keputraan
dan menjadikan kita anak-anak Allah sepenuhnya. Sementara itu, kita harus hidup
menurut Dia saja.
Dalam pemulihan Tuhan dewasa ini, kita tidak hanya menasihati
kaum saleh untuk hidup menurut Roh, sasaran kita justru membantu kaum beriman
mengetahui bahwa mereka adalah anak-anak Allah yang dihuni oleh Roh almuhit.
Kita harus hidup menurut Roh, yakni menurut Allah Tritunggal yang tinggal di
batin kita. Jika pengalaman kita demikian, pasti kita tidak lagi hidup dengan
ajaran jenis pertama dan jenis kedua, melainkan dengan jenis yang ketiga, yakni
ajaran yang sesuai dengan ekonomi Allah dalam keselamatan-Nya.
Sumber:
Pelajaran-Hayat Galatia, Buku 2, Berita 45
No comments:
Post a Comment