Pembacaan Alkitab: 2 Yoh. 7-9
Doa baca: 2 Yoh. 9
Setiap orang yang tidak tinggal di dalam ajaran
Kristus, tetapi melangkah keluar dari situ, tidak memiliki Allah. Siapa yang
tinggal di dalam ajaran itu, ia memiliki Bapa maupun Anak.
Dalam ayat 7 Yohanes mengatakan bahwa orang-orang
yang tidak mengakui Yesus datang sebagai manusia bukan hanya penyesat, tetapi juga
antikristus. Kita telah nampak bahwa seorang antikristus berbeda dengan seorang
Kristus palsu (Mat. 24:5, 24). Kristus palsu adalah orang yang berpura-pura menipu,
bertindak seperti Kristus, sedangkan antikristus adalah orang yang menyangkal ke-Allahan
Kristus, menyangkal Yesus adalah Kristus, yaitu menyangkal Bapa dan Putra dengan
menyangkal Yesus adalah Putra Allah (1 Yoh. 2:22), tidak mengakui Dia telah datang
dalam tubuh daging melalui proses terkandung oleh Roh Kudus secara ilahi (1 Yoh.
4:2-3). Siapa pun yang menyangkal persona Kristus adalah antikristus.
Dalam ayat 8 Yohanes berkata agar kita jangan kehilangan
apa yang telah dikerjakan oleh para rasul. Apa yang telah dikerjakan para rasul
adalah hal-hal kebenaran tentang Kristus, yang dilayankan dan disalurkan para rasul
kepada kaum beriman. Dipengaruhi oleh bidah tentang persona Kristus berarti menghilangkan,
merusak, dan menghancurkan hal-hal mustika tentang persona Kristus yang telah digarapkan
para rasul ke dalam kaum beriman. Di sini rasul mengingatkan kaum beriman untuk
berjaga-jaga agar mereka tidak terpengaruh oleh bidah dan kehilangan hal-hal kebenaran.
Dalam ayat 8 Yohanes juga menunjukkan bahwa kaum
beriman “mendapat upahmu sepenuhnya”. Menurut konteksnya, khususnya ayat 9, upah
yang penuh tentulah Bapa dan Putra sebagai kenikmatan penuh bagi kaum beriman yang
setia, yang tinggal di dalam kebenaran tentang persona Kristus, dan yang tidak menyimpang
dari hal ini karena terpengaruh oleh bidah mengenai Kristus. Penafsiran ini dibenarkan
oleh fakta bahwa tidak ada petunjuk yang menyatakan bahwa upah ini akan diberikan
pada masa yang akan datang, seperti upah yang disebutkan dalam Matius 5:12; 16:27;
1 Korintus 3:8, 13-14; Ibrani 10:35-36; dan Wahyu 11:18; 22:12. Jika kita tidak
ingin disesatkan oleh bidah, tetapi mau tinggal dengan setia dalam kebenaran tentang
Kristus yang ajaib dan almuhit (Dia adalah Allah pun manusia, Pencipta dan Penebus
kita), maka di dalam Dia kita akan menikmati Allah Tritunggal sampai sepuasnya sebagai
upah kita yang penuh, bahkan hari ini juga di bumi.
Kalau kita kehilangan hal-hal mustika yang digarapkan
ke dalam kita oleh para rasul, berarti kita tidak tinggal di dalam kebenaran. Lalu,
kita akan kehilangan kenikmatan atas Bapa dan Putra. Tetapi kalau kita tinggal di
dalam kebenaran, kita akan menerima upah penuh, upah yang sebenarnya adalah kenikmatan
atas Bapa dan Putra. Puji Tuhan, upah itu sedang menunggu untuk kita nikmati! Untuk
menikmati upah itu, kita perlu tinggal, menetap di dalam kebenaran ilahi tentang
Yesus Kristus, Putra Allah. Orang-orang Modernis hari ini, yang tidak tinggal di
dalam kebenaran ini pasti tidak memiliki kenikmatan ini. Bagi mereka, tidak ada
upah yang adalah kenikmatan atas Bapa dan Putra. Kalau Anda menghubungi mereka,
Anda akan tahu bahwa mereka sangat kelaparan dan kering dalam hal rohani.
Sumber:
Pelajaran-Hayat 2 Yohanes, Berita
2
No comments:
Post a Comment