Hitstat

05 September 2013

Filipi - Minggu 3 Kamis



Pembacaan Alkitab: Flp. 1:15-21


Dalam 1:7-11 Paulus menggunakan sejumlah istilah penting. Dia membicarakan tentang pembelaan Injil, peneguhan Injil, pengetahuan penuh, segala pengertian, pembuktian oleh pengujian, dan buah kebenaran. Dalam ayat 8 dia bahkan menunjukkan “kasih mesra (bagian dalam) Kristus Yesus”. Kunci rahasia untuk memahami ayat-ayat ini dan semua istilah beserta dan ungkapan-ungkapan yang termuat di dalamnya ialah mengalami Kristus. Pengalaman akan Kristus merupakan kunci utama untuk membuka pintu Kitab Filipi. Mengatakan bahwa pembelaan Injil, peneguhan Injil, pengetahuan, pengertian, pembuktian oleh pengujian, kemurnian, dan buah kebenaran adalah Kristus sendiri memang benar. Ya, bahkan pembelaan Injil pun Kristus. Jika tidak ada Kristus, kita tidak ada jalan untuk membela Injil. Kita hanya dapat membela Injil dengan Kristus, bukan dengan kefasihan. Kita sering memberitakan Injil bahkan membicarakan Kristus, namun dalam pembicaraan kita itu kemungkinan besar tidak ada realitas Kristus. Pemberitaan Injil yang sedemikian ini tidak menyuplaikan Kristus kepada orang lain. Cara untuk membela Injil ialah menyuplaikan Kristus. Kristus juga peneguhan Injil yang sebenarnya, sebab Dialah sentralitas, titik fokus Injil. Selain Dia tidak ada peneguhan Injil.

Pengetahuan dan pengertian untuk membedakan yang sejati juga adalah Kristus sendiri. Kalau kita selalu mengalami Kristus dari hari ke hari, kita akan dipenuhi dengan pengetahuan dan pengertian. Kita tidak akan membedakan perkara-perkara dengan kepintaran alamiah kita, tetapi dengan Kristus yang hidup di batin kita. Pengalaman kita akan Kristus akan membuat kita berhikmat dan tangkas. Kristus yang berhuni di batin kita adalah daya persepsi kita. Ketika saya masih muda, saya sudah sungguh-sungguh menuntut Tuhan, tetapi ketika itu saya tidak tahu bahwa Kristus dapat menjadi pengertian untuk membedakan, ketangkasan, dan daya persepsi saya. Namun bertahun-tahun kemudian, akhirnya saya nampak bahwa Dia adalah kemampuan yang olehnya saya dapat mengenal hakekat dari segala perkara. Kristus yang berhuni di batin saya adalah daya persepsi saya.

Ketika kita membaca Kitab Filipi kita perlu ingat bahwa pokok dan titik berat kitab ini adalah mengalami Kristus. Faktor pengendali yang memungkinkan kita memahami Kitab Filipi adalah pengalaman akan Kristus. Setiap aspek dalam kitab ini dikendalikan oleh pokok ini. Itulah sebabnya kita mengatakan bahwa pengalaman akan Kristus merupakan kunci utama untuk membuka Kitab Filipi. Jika kita menggunakan kunci ini untuk membuka tiap ayat dan frase dalam kitab ini, kita akan nampak bahwa yang diperhatikan Paulus di sini tidak lain ialah pengalaman akan Kristus semata. Sebagai contoh, dalam menderita bagi Injil kita dapat menikmati anugerah. Menikmati anugerah berarti mengalami Kristus. Dalam Filipi 3 Paulus tidak membicarakan anugerah, tetapi kuat kuasa kebangkitan Kristus. Namun, kuat kuasa kebangkitan dalam pasal 3 justru adalah anugerah dalam pasal 1. Lagi pula, memasuki persekutuan penderitaan Kristus berarti menderita bagi Injil. Hal ini menunjukkan, bahkan dalam penderitaan bagi Injil pun kita perlu mengalami Kristus. Walau Paulus menggunakan banyak istilah yang berbeda-beda dalam kitab ini, tetapi pokoknya satu, yakni pengalaman akan Kristus. Sebab itu, jika kita ingin memahami Kitab Filipi, kita perlu membacanya dalam terang fakta bahwa pokok kitab ini ialah pengalaman akan Kristus.


Sumber: Pelajaran-Hayat Filipi, Buku 1, Berita 4

No comments: