Hitstat

09 September 2013

Filipi - Minggu 3 Senin



Pembacaan Alkitab: Flp. 1:19-21


Dalam 1:19 Paulus mengatakan, “Karena aku tahu bahwa kesudahan semuanya ini ialah keselamatanku oleh doamu dan suplai limpah lengkap dari Roh Yesus Kristus” (Tl.). Kata “suplai limpah lengkap” bukan mutlak terjemahan dari bahasa Yunani, melainkan satu terjemahan penafsiran dari kata Yunani yang dipakai di sini. Secara harfiah, kata Yunani yang diterjemahkan suplai ini ditujukan kepada suplai segala kebutuhan anggota paduan suara oleh pemimpinnya. Kata yang dipakai Paulus menyiratkan suplai yang limpah lengkap. Pemimpin rombongan itu menyuplaikan semua keperluan dari setiap anggota paduan suara, antara lain makanan, pakaian, tempat tinggal, serta alat-alat musik. Suplai ini sungguh lengkap, bahkan almuhit. Bila seseorang mengikuti rombongan kesenian tersebut, ia tidak perlu cemas terhadap kebutuhan-kebutuhan kehidupannya, sebab pemimpin rombongan dapat menyuplaikan apa saja yang ia perlukan. Dalam menggunakan ungkapan “suplai limpah lengkap dari Roh Yesus Kristus” Paulus mengibaratkan suplai Roh itu seperti pemimpin rombongan tersebut. Sebab itu, jika kita ingin memiliki pengertian yang tepat terhadap 1:19, perlulah kita membubuhi kata limpah lengkap di belakang kata suplai. Suplai limpah lengkap dari Roh yang almuhit membuat Paulus dapat memperhidupkan dan memperbesar Kristus dalam penderitaannya bagi Dia. Suplai Roh Yesus Kristus ini limpah lengkap dan almuhit. Apa yang kita miliki hari ini bukan suatu suplai yang sebagian, tetapi suplai yang limpah lengkap dan almuhit.

Roh Yesus Kristus adalah “Roh itu” yang disebut dalam Yohanes 7:39. Ini bukan Roh Allah semata-mata, yang sudah ada sebelum inkarnasi Tuhan, melainkan Roh Allah, Roh Kudus dengan keilahian-Nya setelah kebangkitan Tuhan, yang diramu (dicampur) dengan inkarnasi (keinsanian), hidup insani di bawah salib, penyaliban, dan kebangkitan. Minyak urapan kudus dalam Keluaran 30:23-25, ramuan yang terdiri dari minyak zaitun dengan empat macam rempah-rempah, adalah suatu lambang lengkap dari Roh Allah yang majemuk ini, yang sekarang adalah Roh Yesus Kristus. Di sini tidak disebut Roh Yesus seperti tercantum dalam Kisah Para Rasul 16:7, juga bukan Roh Kristus yang tercantum dalam Roma 8:9, melainkan Roh Yesus Kristus. Roh Yesus terutama berhubungan dengan keinsanian Tuhan dan hidup insani-Nya; Roh Kristus terutama berhubungan dengan kebangkitan Tuhan. Untuk mengalami keinsanian Tuhan seperti yang digambarkan dalam Filipi 2:5-8, kita perlu Roh Yesus. Untuk mengalami kuat kuasa kebangkitan Tuhan, seperti yang disebutkan dalam 3:10, kita perlu Roh Kristus. Dalam penderitaannya, Paulus telah mengalami penderitaan Tuhan dalam keinsanian-Nya dan kebangkitan-Nya. Karena itu, baginya Roh itu adalah Roh Yesus Kristus, yakni Roh pemberi-hayat yang almuhit dan majemuk dari Allah Tritunggal. Roh yang demikian memiliki dan bahkan adalah suplai limpah lengkap bagi orang seperti Paulus, yang mengalami dan menikmati Kristus dalam hidup insani-Nya dan kebangkitan-Nya. Akhirnya, Roh Yesus Kristus yang majemuk ini menjadi tujuh Roh Allah, yaitu ketujuh obor yang menyala-nyala di hadapan takhta-Nya untuk melaksanakan pemerintahan-Nya di bumi bagi penggenapan ekonomi-Nya mengenai gereja; Dia juga adalah ketujuh mata Anak Domba untuk mentransfusikan segala apa adanya Dia ke dalam gereja (Why. 1:4; 4:5; 5:6).


Sumber: Pelajaran-Hayat Filipi, Buku 1, Berita 5

No comments: