Hitstat

11 October 2017

Matius - Minggu 2 Rabu

Pembacaan Alkitab: Ibr. 7:14
Doa baca: Ibr. 7:14
Sebab telah diketahui semua orang bahwa Tuhan kita berasal dari suku Yehuda dan mengenai suku itu Musa tidak pernah mengatakan apa pun tentang imam-imam.


Ishak dan Ismael adalah saudara sebapa, tetapi lain ibu. Yakub dan Esau lebih intim lagi. Mereka saudara kembar. Yakub berarti pengganti. Ia menggantikan orang lain, menaruh mereka di bawah dirinya, dan memanjat melampaui mereka. Esau keluar dari rahim, Yakub memegang tumit Esau. Yakub adalah pemegang tumit yang sejati. Nama Yakub juga bermakna pemegang tumit, perampas. Kalahkan yang lain! Letakkan mereka di bawah kaki Anda dengan muslihat. Itulah Yakub. Karena Allah telah memilih dia, maka segala usahanya itu sia-sia. Yakub memerlukan visi. Sebenarnya dia tidak perlu merampas orang lain, karena Allah telah memilih dia sebagai yang pertama. Bahkan sebelum si kembar lahir, Allah sudah memberi tahu ibunya bahwa yang lebih muda akan menjadi yang pertama, dan yang lebih tua akan menjadi yang kedua. Seperti ada tertulis, “Aku mengasihi Yakub, tetapi membenci Esau” (Mal. 1:2-3; Rm. 9:13).

Apakah yang diperlukan Yakub? Dia memerlukan penanggulangan Allah. Sebab itu, Allah membangkitkan Esau, saudaranya, dan kemudian Laban, pamannya, untuk menanggulangi dia. Allah bahkan membangkitkan empat orang istri ditambah dua belas pembantu laki-laki dan pembantu perempuan. Banyak sekali penderitaan dalam hidup Yakub, namun penderitaan itu berasal dari pergumulannya, bukan dari pilihan Allah. Semakin banyak bergumul, semakin banyak Yakub menderita. Boleh jadi kita menertawai Yakub, namun kita sendiri persis seperti dia. Semakin kita mencoba dan berusaha melakukan sesuatu, semakin banyak masalah kita.

Silsilah Kristus adalah masalah hak kesulungan, dan hak kesulungan terutama mengacu kepada hubungan dengan Kristus dan partisipasi dalam Kristus. Penyerobotan Yakub tidak dibenarkan, namun penuntutannya terhadap hak kesulungan tentu saja dihargai oleh Allah. Esau memandang rendah hak kesulungan dan menjual haknya dengan murah (Kej. 25:29-34). Sebab itu, ia kehilangan hak kesulungan dan tidak dapat memperolehnya kembali, sekalipun dengan menyesal dan menangis (Kej. 27:34-38; Ibr. 12:16-17). Dia kehilangan berkat untuk berbagian dalam Kristus. Ini seharusnya menjadi peringatan bagi kita. Yakub menghormati dan menuntut hak kesulungan, dan ia pun memperolehnya. Ia mewarisi berkat yang dijanjikan Allah, berkat mengenai Kristus (Kej. 28:4, 14).

Putra Yakub yang pertama ialah Ruben. Ruben seharusnya mewarisi hak kesulungan, bagian anak sulung. Hak kesulungan meliputi tiga unsur: dua bagian atas tanah, jabatan imam, dan jabatan raja. Ruben adalah putra sulung, namun ia kehilangan hak kesulungannya karena kecemarannya (Kej. 49:3-4; 1 Taw. 5:1-2). Dua bagian atas tanah itu beralih ke tangan Yusuf. Ini tentunya disebabkan oleh kemurnian Yusuf (Kej. 39:7-20). Dia adalah putra terdekat yang paling mengerti hati ayahnya (Kej. 37:2-3, 12-17). Kedua putranya, Manasye dan Efraim, masing-masing menerima satu bagian dari tanah itu (Yos. 16 dan 17). Jadi melalui kedua anaknya, ia mewarisi dua bagian atas tanah permai. Jabatan imamat beralih kepada Lewi (Ul. 33:8-10). Lewi sangat memahami hati Allah. Untuk memenuhi hasrat Allah, Lewi melupakan orang tuanya, saudara-saudaranya, dan anak-anaknya, hanya memperhatikan hasrat Allah. Dengan demikian, dia menerima bagian imamat dari hak kesulungan. Jabatan raja, bagian lain dari hak kesulungan, diberikan kepada Yehuda (Kej. 49:10; 1 Taw. 5:2). Ketika Yusuf dianiaya oleh saudara-saudaranya, Yehuda menjaganya (Kej. 37:26). Ia pun memperhatikan Benyamin di saat penderitaan (Kej. 43:8-9; 44:14-34). Saya yakin, inilah sebabnya jabatan raja jatuh kepada Yehuda.


Sumber: Pelajaran-Hayat Matius, Buku 1, Berita 2

No comments: