Hitstat

21 February 2014

Filipi - Minggu 26 Jumat



Pembacaan Alkitab: Flp. 3:10-16; Kol. 1:24


Ayat 10 dimulai dengan frase dasar “mengenal Dia”. Frase dasar ini berkaitan dengan predikat majemuk yang tercantum dalam ayat 8 dan 9, yakni “supaya aku mendapatkan Kristus, dan ditemukan di dalam Dia” (Tl.). Pertama-tama kita harus melepaskan semuanya dan menganggapnya sampah, supaya kita mendapatkan Kristus. Mendapatkan Kristus dengan cara demikian bukan hanya percaya kepada-Nya atau menerima Dia, melainkan menganggap semuanya rugi, melepaskan semuanya, dan kemudian menganggapnya sampah. Paulus adalah seorang yang menderita rugi atas segalanya dan menganggap semuanya sampah. Ia telah terlepas dari segala hambatan duniawi. Demi mendapatkan Kristus ia telah membuang segala sesuatu, termasuk agama dan kebudayaan, dan menganggapnya sampah, barang rongsokan, makanan anjing. Karena itu, Paulus dapat berada pada jalan yang tanpa rintangan untuk mendapatkan Kristus dan ditemukan di dalam Dia demi mengenal Dia.

“Mengenal Dia” mengacu kepada mengenal Kristus secara umum. Tetapi mengenal kuasa kebangkitan Kristus dan persekutuan penderitaan-Nya, dan menjadi serupa dengan Dia dalam kematian-Nya merupakan perincian yang berkaitan dengan mengenal Kristus. Sebenarnya mengenal Kristus di sini berarti mengenal kuasa kebangkitan-Nya dan persekutuan penderitaan-Nya. Ada beberapa orang Kristen menyatakan bahwa mereka telah mengenal Kristus bertahun-tahun, tetapi mereka tidak mengenal kuasa kebangkitan Kristus, walaupun mereka tahu bahwa Kristus sangat berkuasa dan bahwa Dia telah menyatakan kuasa-Nya melalui membangkitkan Lazarus dari antara orang mati. Namun, kebangkitan Lazarus sangat berlainan dengan kuasa kebangkitan Kristus. Lazarus pada akhirnya tetap mati dan dikubur dalam makam. Tetapi kebangkitan Kristus adalah kebangkitan yang membawa-Nya ke takhta. Ketika Paulus menyinggung kuasa kebangkitan Kristus, dalam benaknya hal ini adalah sesuatu yang berbeda dengan kuasa yang dinyatakan dalam kebangkitan Lazarus. Paulus membicarakan kebangkitan yang dapat disebut kebangkitan “Kristus”. Dia ingin mengenal kuasa kebangkitan-”Nya” ini.

Dalam ayat 10 Paulus mengatakan tentang persekutuan penderitaan Kristus. Kita mungkin mengalami banyak penderitaan, tetapi tidak mengambil bagian dalam penderitaan Kristus. Sebagai contoh, mungkin seseorang kehilangan pekerjaan karena ia tidak bekerja dengan rajin, dan hal itu mungkin membuatnya menderita. Tetapi penderitaan itu sama sekali tidak ada hubungannya dengan penderitaan Kristus.

Berbeda pula antara penderitaan untuk transformasi dan untuk Tubuh. Perkataan Paulus dalam Filipi 3:10 tidak ditujukan kepada penderitaan untuk transformasi. Jika kita bandingkan Filipi 3:10 dengan Kolose 1:24, kita akan nampak bahwa penderitaan yang ia katakan dalam Kolose 1:24 adalah untuk menggenapkan kekurangan penderitaan Kristus bagi Tubuh. Ketika kita menderita bagi Tubuh, baru kita dapat mengalami kuasa kebangkitan Kristus. Tidak perlu diragukan, untuk transformasi memang kita perlu penderitaan. Tetapi jangan menyamakan penderitaan semacam ini dengan penderitaan Kristus, sebab Ia tidak perlu menderita untuk hal ini.

Sebagaimana penderitaan tidak hanya satu macam, maka kebangkitan juga lebih dari satu macam. Semua manusia yang mati akan dibangkitkan, ada yang “dibangkitkan untuk beroleh hayat” dan ada lagi yang “dibangkitkan untuk menerima hukuman” (Yoh. 5:29). Jenis kebangkitan yang kita bicarakan dalam berita ini adalah kebangkitan Kristus serta kuasa-Nya. Jarang sekali orang Kristen yang mengetahui kuasa kebangkitan yang unik ini.


Sumber: Pelajaran-Hayat Filipi, Buku 3, Berita 52

No comments: