Hitstat

17 July 2015

Ibrani - Minggu 8 Jumat



Pembacaan Alkitab: Ibr. 1:9; Yes. 9:5; 2 Kor. 3:17


Ibrani 1:9 mengatakan, "Engkau mencintai keadilan dan membenci kefasikan; sebab itu Allah, Allah-Mu telah mengurapi Engkau dengan minyak sebagai tanda kesukaan, melebihi teman-teman sekutu-Mu (mitra-mitra-Mu)." Kita telah nampak bahwa Putra adalah Allah, kalau begitu Allah yang disebut di sini Allah siapa? Berapakah sebenarnya Allah itu? Allah hanya satu! Menurut kebenaran Alkitab, Allah itu hanya satu (1 Kor. 8:4). Kita tidak dapat mengatakan Allah itu lebih dari satu. Walaupun ada Allah Bapa, Allah Putra, dan Allah Roh (Mat. 28:19), itu tidak berarti ada tiga Allah yang berbeda. Allah hanya ada satu!

Yesaya 9:5 dan 2 Korintus 3:17 membuktikan bahwa Bapa, Putra, dan Roh adalah satu. Yesaya 9:5 mengatakan, "Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang Putra telah diberikan untuk kita ... dan namanya disebutkan orang ... Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal..." Jika Anda percaya bahwa Anak yang dilahirkan di palungan adalah Allah yang perkasa, Anda pun harus percaya bahwa Putra yang diberikan kepada kita itu adalah Bapa yang kekal. Dalam Yesaya 9:5 ini terdapat dua garis, yaitu Anak yang dilahirkan untuk kita adalah Allah yang perkasa, dan Putra yang diberikan kepada kita ialah Bapa yang kekal.

Ketika masib muda, saya menerima pengajaran dari guru‑guru Kaum Saudara yang mengajarkan kebenaran Alkitab menurut pengetahuan mereka. Mereka mengajarkan bahwa kita tidak boleh berdoa kepada Putra atau kepada Roh Kudus, tetapi berdoa kepada Bapa atas nama Putra dan berdasarkan kekuatan Roh Kudus. Kata mereka hanya dalam keadaan tertentu baru kita boleh berdoa kepada Tuhan Yesus, itu pun tidak boleh terlalu sering. Kemudian Tuhan membimbing saya tinggal bersama Saudara Watchman Nee. Pada suatu hari, ia mengundang seorang pengkhotbah China dari China Inland Mission untuk berkhotbah dalam sidang kita. Dalam pemberitaannya pengkhotbah itu mengatakan, "Janganlah menganggap Tuhan Yesus sebagai satu persona yang di luar Roh Kudus." Ketika ia meneruskan berkata bahwa Tuhan Yesus itu justru adalah Roh Kudus, Saudara Watchman Nee berkata, "Amin!" Selesai sidang, saya datang kepada Saudara Watchman Nee, dan ia berkata kepada saya, "Inilah yang kita perlukan dan yang patut kita terima." Bagi saya ini merupakan satu revolusi yang besar. Pada hari itu saya menyeberang sungai ajaran Kaum Saudara, dan memasuki tanah permai kebenaran. Tidak lama kemudian, Saudara Watchman Nee bersekutu dengan beberapa orang dari kami mengenai Yohanes 14 dan menjelaskan bahwa hari ini Tuhan Yesus adalah Roh Kudus itu. Ia menjelaskan bahwa "Ia" dalam ayat 17 adalah "Aku" dalam ayat 18. Saat itu mata saya terbuka dan saya beroleh terang. Selanjutnya ayat 17 mengatakan bahwa Roh itu akan diam di dalam kita, sedang ayat 20 mengatakan bahwa Tuhan akan diam di dalam kita. Di dalam kita sebenarnya ada dua atau satu? Sudah tentu hanya satu. Siapakah yang satu itu? Tuhan Yesus atau Roh Kudus? Kedua‑duanya, sebab mereka adalah satu. Lalu ayat 9‑11 menunjukkan bahwa Tuhan Yesus bukan hanya Roh juga Bapa. Kita hari ini jangan bersikap bodoh seperti Filipus, yaitu memohon Tuhan menunjukkan Bapa kepada mereka. Firman Tuhan, "Siapa saja yang telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa." Sebab Tuhan dengan Bapa adalah satu (Yoh. 10:30). Sebelum Saudara Watchman Nee dipenjarakan, ia pernah menerbitkan sejilid buku kidung yang tebal, yang memuat sebanyak 1056 nyanyian. Banyak nyanyian yang baik dalam buku kidung kita dewasa ini adalah pilihan dari buku kidung itu. Di antaranya ada sebuah nyanyian (No. 368) yang bait kelimanya mengatakan demikian : “Pernah Kau ini Sang Bapa, kini Kau ialah Roh Kudus; dengan corak yang berbeda, keadaan‑Mu yang baru.” Di sini dengan jelas dikatakan bahwa Tuhan adalah Bapa, Ia pun Roh Kudus. Sekarang kalian tahu dari mana saya menerima kebenaran bahwa Kristus ialah Rob itu. Kebenaran ini telah terbukti sepenuhnya dalam, pengalaman dan praktek pribadi saya. Saya katakan sekali lagi, yang kita perhatikan bukanlah doktrin, melainkan pengalaman.


Sumber: Pelajaran-Hayat Ibrani, Buku 1, Berita 16

No comments: