Pembacaan
Alkitab: Ibr. 2:9-11, 14-15; 12:2
Di surga, Kristus telah membukakan satu jalan yang
baru dan yang hidup, bagi kita untuk memasuki tempat maha kudus (10:19-20). Ia tidak saja menyediakan
jalan raya bagi kita, juga telah membukakan jalan yang baru sehingga kita dapat
masuk ke dalam tempat maha kudus.
Kristus telah menyucikan surga berikut semua benda di dalamnya.
Kita tidak hanya perlu penyucian darah Kristus, surga berikut benda-benda di dalamnya juga perlu
penyucian, sama seperti kemah berikut setiap benda yang ada di dalamnya perlu
dipercik dan
disucikan dengan darah kurban.
Dengan naik ke surga, Kristus telah meneguhkan perjanjian baru dan
mendapatkan penebusan yang kekal (9:12). Kenaikan-Nya ke surga telah meneguhkan
perjanjian baru yang didirikan-Nya di bumi. Di sana, di surga, Ia telah mendapatkan penebusan
yang kekal bagi kita.
Kristus telah
mendapatkan pelayanan (ministri) yang jauh lebih agung (8:6). Ministri-Nya di atas takhta pada hari ini jauh lebih agung dan unggul
daripada pelayanan para imam dalam kemah Perjanjian Lama. Inilah ministri-Nya di dalam tempat yang maha kudus.
Sebagai Jaminan dan Pengantara Perjanjian Baru, Kristus
memberlakukan perjanjian itu (7:22; 8:6; 9:15). Dalam bahasa Yunani, kata
"Jaminan" berarti suatu garansi, penjamin, sponsor. Kristus adalah
jaminan perjanjian yang baru; Ia tidak saja bertanggung jawab atas jaminannya,
bahkan atas berlakunya perjanjian tersebut.
Sebagai
Pelaksana Perjanjian baru, Kristus melaksanakan perjanjian ini (9:16‑17).
Kristus ialah Penjamin perjanjian yang baru dan Ia pun adalah Pelaksana
perjanjian tersebut. Perjanjian (wasiat) memerlukan seorang pelaksana, barulah
dapat dilaksanakan. Dalam kenaikan-Nya, Kristus menjadi Pelaksana
perjanjian, melaksanakan setiap perjanjian itu ke atas diri kita.
Kristus ialah Imam Besar yang berdoa untuk kita dan menyelamatkan
kita dengan sempurna (7:25‑26). Hal ini bukan menurut aturan imamat Harun di
bumi, melainkan menurut aturan imamat Melkisedek di surga.
Selaku minister (pelayan) surgawi, Kristus menyuplaikan surga,
hayat, dan kekuatan ke dalam kita (8:2), supaya di bumi ini dapat menempuh
hidup surgawi. Ia tidak saja menyelamatkan kita keluar dari hal-hal negatif, juga senantiasa
menunjang kita dengan suplai surgawi dari hayat ilahi-Nya.
Kristus juga sebagai Pengudus yang menguduskan kita dengan sifat
dan hayat-Nya yang
kudus (2:11). Ia telah menguduskan kita dengan darah-Nya melalui persembahan diri-Nya di atas salib. Itulah
pengudusan yang obyektif, yakni pengudusan kedudukan, yang dirampungkan-Nya bagi kita di bumi. Sekarang,
Ia sedang menguduskan kita dengan sifat dan hayat-Nya yang kudus, ini barulah
pengudusan yang subyektif, yakni pengudusan sifat, yang sedang dirampungkan-Nya bagi kita di surga.
Kristus adalah Penyempurna iman (12:2). Ia dapat menyempurnakan
kita dalam iman untuk hidup kita sehari-hari. Ia telah memelopori iman bagi kita ketika Ia di bumi, sebab
Dialah Pemulai dan Pendahulu iman. Kini Ia di surga menyempumakan iman kita,
agar kita dapat hidup dan bergerak berdasarkan iman-Nya.
Kristus pun sebagai Pemimpin keselamatan kita, yang memimpin kita
memasuki kemuliaan (2:10). Hari ini, setiap hal yang Ia lakukan di surga, tidak
lain bertujuan memimpin kita memasuki kemuliaan-Nya, agar Allah memperoleh
ekspresi sepenuhnya. Inilah tujuan terakhir dari rencana Allah yang kekal.
Sumber:
Pelajaran-Hayat Ibrani, Buku 2, Berita 31
No comments:
Post a Comment