Hitstat

02 January 2013

Efesus - Minggu 15 Rabu


Pembacaan Alkitab: Ef. 1:23; 3:10-11


Seluruh kekayaan Kristus adalah untuk menghasil­kan gereja. Hal ini terjadi melalui penyaluran ilahi Kristus ke dalam kaum beriman. Gereja bukan dihasilkan oleh ajaran atau dengan berorganisasi, melainkan oleh penyaluran Kristus. Semakin banyak Kristus disalurkan ke dalam kita, semakin banyak hayat yang kita miliki, dan kita akan semakin banyak memiliki hayat yang per­kasa dan kaya, kehidupan gereja pun akan semakin di­pertinggi. Saya mengasihi ministri yang menyalurkan ke­kayaan Kristus ke dalam kaum beriman. Melalui ministri yang sedemikian, kita memiliki kehidupan gereja yang wajar, perkasa, dan yang dipertinggi.

Kekayaan Kristus menghasilkan gereja melalui peng­alaman dan kenikmatan kaum beriman atas Kristus. Di pihak Kristus, adalah masalah penyaluran; tetapi di pi­hak kita, itu adalah suatu masalah pengalaman dan ke­nikmatan. Apabila kita mengalami dan menikmati Kristus yang disalurkan ke dalam kita, kita akan men­jadi bagian dari kehidupan gereja yang wajar.

Kekayaan Kristus juga mengekspresikan berbagai ragam hikmat Allah (3:10). Hikmat Allah itu beraneka ragam, memiliki banyak aspek dalam banyak arah. Hik­mat ini diekspresikan di depan para pemerintah dan pe­nguasa di surga, terutama di depan kuasa jahat Iblis. Allah damba untuk mendemonstrasikan kehebatan hik­mat-Nya kepada kuasa-kuasa Iblis itu. Maka, kekayaan Kristus memamerkan aneka ragam hikmat-Nya. Ini se­suai dengan kehendak kekal Allah (3:11).

Pengalaman atas kekayaan Kristus menghasilkan ke­penuhan Kristus, Tubuh, sebagai ekspresi Kristus (1:23). Kitab Efesus membicarakan tentang kekayaan Kristus maupun kepenuhan Kristus. Seorang Amerika yang ting­gi besar adalah kepanuhan Amerika, sebab ia menikmati kekayaan bahan makanan Amerika. Sepanjang tahun pertumbuhan dan perkembangannya, ia telah menghabis­kan banyak daging sapi, ayam, sayur-mayur dan buah­buahan. Karena itu, sebagai manusia yang dewasa, ia menjadi kepenuhan Amerika. Kekayaan bahan makanan Amerika tidak dapat membuatnya menjadi kepenuhan sebelum ia memakan, mencerna, dan menyerapnya. Me­lalui menyerap kekayaan itu sedemikian rupa, maka kekayaan itu menjadi bagiannya. Demikian pula, semua aspek kekayaan Kristus tidak dapat menjadi kepenuhan Kristus sebelum dimakan, dinikmati, dicerna, dan dise­rap oleh kita. Melalui menyerap kekayaan ini sedemikian rupa, kita menjadi Tubuh Kristus, yaitu kepenuhan-Nya yang mengekspresikan Dia. Jadi, Tubuh Kristus tersusun dari kekayaan Kristus yang telah kita nikmati dan serap. Karena itu, Tubuh merupakan hasil dari pengalaman dan kenikmatan atas kekayaan Kristus.


Sumber: Pelajaran-Hayat Efesus, Buku 2, Berita 30

No comments: