Hitstat

09 January 2014

Filipi - Minggu 20 Kamis



Pembacaan Alkitab: Kol. 3:16


Kolose 3:16 mengatakan, “Hendaklah perkataan Kristus tinggal dengan limpahnya di antara kamu, sehingga kamu dengan segala hikmat mengajar dan menegur seorang akan yang lain dan sambil menyanyikan mazmur dan puji-pujian dan nyanyian rohani, kamu mengucap syukur kepada Allah di dalam hatimu.” Di sini Paulus berkata bahwa perkataan Kristus harus tinggal di dalam kita, menghuni kita. Hal ini menyiratkan perkataan Kristus itu hidup. Sesuatu yang dapat tinggal dalam kita atau menghuni dalam kita pasti adalah sesuatu yang hidup.

Ungkapan Paulus dalam ayat ini menunjukkan bahwa perkataan Kristus mirip dengan satu persona yang hidup. Paulus nyaris mempersonifikasikan perkataan Kristus. Ia menyuruh kita membiarkan perkataan ini tinggal di dalam kita seperti seorang manusia yang hidup. Perkataan Kristus memang sebenarnya adalah persona Kristus yang hidup. Tidak hanya demikian, menurut Perjanjian Baru, persona Kristus yang hidup ialah Roh itu. Yesus adalah nama persona ini, dan Roh itu adalah realitas persona ini. Karena itu, setiap kali kita memanggil nama Tuhan Yesus, yang datang adalah Roh itu. Kita juga telah menunjukkan bahwa firman dengan Roh adalah satu. Jadi, ketika perkataan Kristus tinggal di dalam kita, Roh itu pun berhuni di dalam kita.

Dalam Kolose 3:16 Paulus menyuruh kita membiarkan perkataan Kristus tinggal dengan limpahnya di dalam kita “dengan segala hikmat”. Pernahkah Anda memikirkan apa artinya perkataan Kristus tinggal di dalam Anda dengan segala hikmat? Jika kita ingin mengerti makna ungkapan ini, kita harus membedakan arti hikmat dengan pengetahuan. Pengetahuan terutama berkaitan dengan fungsi pikiran, sedangkan hikmat berkaitan dengan fungsi roh kita. Ini berarti, bila perkataan Kristus ingin tinggal di dalam kita dengan segala hikmat, perlulah kita melatih roh kita. Jika kita menggunakan pikiran kita untuk menghafalkan firman, maka firman akan tinggal dalam kita sebagai pengetahuan. Menghafalkan ayat-ayat Alkitab adalah fungsi pikiran yang berkaitan dengan pengetahuan, bukan fungsi roh yang berkaitan dengan hikmat. Tinggalnya firman di dalam kita dengan segala hikmat ditujukan kepada sedapat mungkin membiarkan firman ini tinggal di dalam kita melalui latihan roh. Hikmat lebih dalam, lebih halus, dan lebih indah daripada pengetahuan. Hikmat berasal dari latihan roh kita.

Ketika Paulus berbicara tentang membiarkan perkataan Kristus tinggal dengan limpahnya di dalam kita dalam Kolose 3:16, ia tidak menyebut pembacaan Alkitab yang merupakan latihan pikiran. Sebaliknya, ia menyebut hikmat yang menyiratkan latihan roh. Hasil latihan roh ialah hikmat, tetapi hasil latihan pikiran ialah pengetahuan.

Dalam ayat ini Paulus juga membicarakan “mengajar dan menegur seorang akan yang lain sambil menyanyikan mazmur dan puji-pujian dan nyanyian rohani, kamu mengucap syukur kepada Allah di dalam hatimu”. Di sini Paulus tidak mengatakan mengajar dan menegur dengan cara biasa, melainkan mengajar dan menegur dengan mazmur, puji-pujian, dan nyanyian rohani. Lagi pula, Paulus menunjukkan bahwa dengan bernyanyi kita perlu membiarkan perkataan Kristus tinggal dengan limpahnya di dalam kita. Kita juga dapat mengajar dan menegur dengan bernyanyi.


Sumber: Pelajaran-Hayat Filipi, Buku 2, Berita 40

No comments: