Hitstat

08 November 2014

Kolose - Minggu 32 Sabtu



Pembacaan Alkitab: Kol. 3:15-18


Hanya perkataan Allahlah yang dapat membina kita dan memberi keseimbangan, pembedaan, dan keluwesan yang sewajarnya. Kita harus memiliki kecepatan atau kelambatan yang memadai. Bahkan dalam hal kasih pun harus memadai. Ada orang beriman yang mengasihi orang lain menurut pasang surut emosinya. Bila kasihnya sedang mengalami pasang, mereka mengasihi orang lain dengan berlebihan. Tetapi ketika surut, mereka tidak dapat menyatakan kasih kepada siapa pun; mereka ibarat sebuah patung ukiran, sama sekali tidak memiliki perasaan. Pertama-tama kita harus terbina secara pribadi dalam hal kebajikan. Kemudian kita dibangun bersama orang lain dalam hidup gereja.

Dalam Kolose 3:16 Paulus menyuruh kita untuk membiarkan perkataan Kristus tinggal dengan limpahnya di dalam kita. Kata Yunani yang diterjemahkan “tinggal” ini berarti berada di dalam rumah, bersemayam, berhuni. Ini menunjukkan bahwa perkataan Kristus harus dapat berumah di dalam kita. Jika suatu tempat menjadi rumah kita, kita harus ada kebebasan untuk melakukan semua pengaturan yang diperlukan. Kalau kita ingin menyimpan suatu barang, kita boleh berbuat demikian; kalau kita ingin membuang sesuatu, kita pun bebas melakukannya. Demikian pula, jika perkataan Kristus ingin membuat rumahnya di dalam kita, kita harus memberi kebebasan, kemerdekaan, dan hak penuh kepadanya. Kita harus berdoa, “Tuhan, aku persembahkan seluruh diriku kepada-Mu dan perkataan-Mu. Aku memberi-Mu jalan masuk ke setiap bagian dalam manusia batiniahku. Tuhan, jadikanlah manusia batiniahku satu rumah untuk diri-Mu sendiri dan perkataan-Mu.”

Kita semua harus mengakui bahwa sering kali perkataan Tuhan telah mendatangi kita, tetapi kita tidak memberinya tempat yang cukup luas di batin kita, malahan kita membatasi dan mengekangnya. Adakalanya kita telah menerima perkataan Allah, tetapi kita tidak memberinya kebebasan untuk membuat rumahnya di dalam kita. Saya bertanya kepada Anda, dalam pengalaman Anda siapa yang utama, perkataan Kristus, atau Anda? Saya tidak percaya ada yang dapat mengatakan bahwa tempat utamanya selalu diberikan kepada perkataan Allah. Kadang kala mungkin kita memberikan tempat utama kepada perkataan Kristus dan membiarkannya menjadi yang pertama. Tetapi, kita lebih sering mengutamakan diri sendiri. Dengan diam-diam kita menyimpan tempat yang utama untuk diri sendiri. Ditinjau dari luar, kita bertindak seolah-olah menyediakan tempat utama bagi perkataan Allah, tetapi dengan diam-diam tempat utama itu kita simpan untuk diri sendiri.

Dalam Kolose 3:16 Paulus mengatakan tentang “mengajar dan menegur seorang akan yang lain dan sambil menyanyikan mazmur dan puji-pujian dan nyanyian rohani, kamu mengucap syukur kepada Allah di dalam hatimu.” Ini menunjukkan bahwa bila kita dipenuhi dengan perkataan Allah, kita seharusnya dipenuhi pula dengan sukacita. Jika kita menerima perkataan Allah tetapi tidak ada sukacita, itu pasti ada yang tidak beres. Bila kita menerima perkataan Allah, sebetulnya kita menerima Roh itu. Menerima Roh itu seharusnya membuat kita tergugah dan membuat kita bersukacita dan bernyanyi.


Sumber: Pelajaran-Hayat Kolose, Buku 3, Berita 64

No comments: