Hitstat

16 April 2016

1 Petrus - Minggu 6 Sabtu



Pembacaan Alkitab: 1 Ptr. 1:17-19
Doa baca: 1 Ptr. 1:18
Sebab kamu tahu bahwa kamu telah ditebus dari cara hidupmu yang sia-sia yang kamu warisi dari nenek moyangmu itu bukan dengan barang yang fana, bukan pula dengan perak atau emas.


Sang Kudus yang telah memanggil kita adalah Bapa. Dia melahirkan kita kembali untuk menghasilkan keluarga kudus -- Bapa yang kudus dengan anak-anak yang kudus. Sebagai anak-anak yang kudus, kita harus menempuh kehidupan yang kudus. Kalau tidak, Bapa akan menjadi Hakim (4:17) dan menanggulangi ketidakkudusan kita. Di dalam kita, Dia melahirkan kita dengan hayat, agar kita bisa memiliki sifat kudus-Nya. Di luar kita, Dia mendisiplin kita dengan penghakiman, agar kita bisa berbagian dalam kekudusan-Nya (Ibr. 12:9-10). Dia akan menghakimi kita berdasarkan perilaku kita, pekerjaan kita, tanpa memandang orang. Karena itu, kita harus melewati hari-hari pengembaraan kita dalam rasa takut (takwa). Jika kita memanggil Dia Bapa, seharusnya kita juga takut kepada-Nya sebagai Hakim kita, dan kita menempuh hidup yang kudus dalam rasa takut.

Dalam ayat 17 Petrus “tidak berbicara tentang penghakiman akhir atas manusia. Maksudnya, 'Bapa tidak menghakimi siapa pun, melainkan telah menyerahkan penghakiman itu seluruhnya kepada Anak' (Yoh. 5:22). Yang dibicarakan di sini adalah penghakiman sehari-hari dari pemerintahan Allah dalam dunia ini, yang dilaksanakan terhadap anak-anak-Nya. Karena itu, di sini dikatakan 'selama kamu menumpang di dunia ini'" (Darby). Inilah penghakiman Allah atas keluarga-Nya sendiri (1 Ptr. 4:17).

Karena kedua surat ini menyinggung tentang pemerintahan Allah, maka penghakiman Allah dan penghakiman Tuhan disebut berulang-ulang (2:23; 4:5-6, 17; 2 Ptr. 2:3-4, 9; 3:7) sebagai salah satu dari hal utama. Penghakiman Allah dimulai dari malaikat-malaikat (2 Ptr. 2:3-4) dan berlangsung terus melewati angkatan demi angkatan manusia dalam Perjanjian Lama (2 Ptr. 2:5-9). Dalam zaman Perjanjian Baru, penghakiman Allah dimulai dari rumah Allah (1 Ptr. 1:17; 2:23; 4:6, 17) dan berlangsung sampai datangnya hari Tuhan (2 Ptr. 3:10), yang akan menjadi hari penghakiman atas orang Yahudi, orang beriman, dan orang kafir sebelum Kerajaan Seribu Tahun. Setelah Kerajaan Seribu Tahun, semua yang sudah meninggal, termasuk manusia dan roh-roh, akan dihakimi dan akan binasa (1 Ptr. 4:5; 2 Ptr. 3:7), dan langit serta bumi akan dihanguskan oleh api (2 Ptr. 3:10b, 12). Hasil dari berbagai penghakiman itu tidak sama. Ada penghakiman yang mengakibatkan pemberesan disipliner, ada yang menghasilkan penghukuman sezaman, dan ada yang mengakibatkan kebinasaan kekal. Bagaimanapun, Tuhan Allah akan membersihkan dan memurnikan alam semesta dengan semua penghakiman itu, agar Dia bisa memiliki langit baru dan bumi baru yang menjadi alam semesta baru yang penuh dengan kebenaran-Nya (2 Ptr. 3:13) bagi perkenan-Nya.

Dalam ayat 17 Petrus mendorong kita untuk menempuh waktu pengembaraan dengan takut. Ini adalah semacam rasa takut yang kudus, seperti "takut dan gentar" dalam Filipi 2:12, yaitu kewaspadaan yang serius dan sehat, yang membawa kita kepada perilaku yang kudus. Rasa takut semacam ini disebutkan beberapa kali dalam kitab ini karena ajaran kitab ini menyinggung tentang pemerintahan Allah.

Ayat 18-19 menerangkan mengapa kita seharusnya menempuh waktu pengembaraan kita dengan takut, "Sebab kamu tahu bahwa kamu telah ditebus dari cara hidupmu yang sia-sia yang kamu warisi dari nenek moyangmu itu bukan dengan barang yang fana, bukan pula dengan perak atau emas, melainkan dengan darah yang mahal, yaitu darah Kristus yang sama seperti darah anak domba yang tak bernoda dan tak bercacat." Mengapa kita harus menempuh waktu pengembaraan kita dengan takut? Karena kita tahu bahwa kita telah ditebus dengan darah Kristus yang mahal. Karena kita tahu hal ini, kita sekarang menempuh waktu pengembaraan kita dengan takut. Yang kita tekankan di sini adalah bahwa cara hidup kita yang kudus seharusnya berasal dari penebusan Kristus yang terkasih dan mustika.


Sumber: Pelajaran-Hayat 1 Petrus, Buku 1, Berita 11

No comments: