Hitstat

19 February 2013

Efesus - Minggu 22 Selasa


Pembacaan Alkitab: Ef. 4:13-14


Ayat 14 menunjukkan bahwa anak-anak terombang-ambing. Kehidupan orang Kristen ibarat berlayar di laut, yang banyak badai. Sebagai orang Kristen, kita tidak boleh mengharap perjalanan kita selalu tenang, tanpa ombak atau angin. Ombak dan badai tidak saja menyerang kaum beriman secara individual, juga menyerang gereja. Gereja sering mengalami ombak dan berada di tengah-tengah badai. Konsepsi Paulus di sini bukan berarti kita dapat menghindari ombak dan angin, melainkan kita dapat terlindung dari ombak yang mengombang-ambingkan serta angin yang meniup.

Mungkin Anda tidak mengerti apa sebenarnya ombak dan angin ini. Itulah berbagai pengajaran, doktrin, konsepsi, dan opini. Ketika gereja berlayar di laut, Iblis akan mencari kesempatan untuk memasukkan beberapa pengajaran, konsepsi, dan opini yang menyenangkan untuk menggoda kaum beriman. Maksudnya ialah untuk memisahkan mereka dari Kristus dan gereja.

Anak kecil atau bayi mudah sekali ditipu atau disesatkan. Sebagai contoh, anak-anak dapat ditipu untuk meninggalkan rumahnya melalui memberinya permen atau kembang gula. Kesukaan mereka akan kembang gula membuat mereka lupa segalanya. Karena banyak orang Kristen masih kanak-kanak dan menyukai ajaran-ajaran yang berlapis gula, maka mereka sangat mudah tertipu.

Satu-satunya cara untuk melepaskan diri dari gelombang dan angin ialah bertumbuh dalam hayat. Ketika Anda bertumbuh, Anda harus berlindung di bawah naungan orang tua Anda di dalam Kristus. Janganlah memperhatikan kembang gula rohani, tetapi perhatikanlah jalan yang ditempuh orang tua Anda dalam Kristus itu. Dengan demikian Anda akan terlindung dan terjaga.

Dalam hidup gereja (church life) orang muda harus berlindung di bawah naungan yang diberikan oleh orang dewasa. Naungan itu adalah tempat perlindungan yang terbaik. Jangan menerima konsepsi apa pun menurut diri sendiri, walaupun konsepsi itu tampak sangat manis. Kapan saja Anda dicobai demikian, Anda harus berkata, “Aku tidak memperhatikan perkara-perkara yang manis itu. Aku hanya memperhatikan Kristus, gereja, dan naungan orang dewasa.” Jika Anda menerima kembang gula itu, Anda akan menemukan bahwa di balik lapisan gula ada racunnya.

Dengan membaca konteks ayat 14 ini kita nampak ujian yang paling dapat diandalkan untuk menyingkapkan ajaran yang menipu orang ialah Kristus dan gereja. Dalam kelicikannya, Iblis memakai gelombang dan angin untuk menyelewengkan orang-orang kudus dari Kristus dan gereja. Adakalanya, Iblis bahkan memakai Alkitab untuk menipu kita. Ini menunjukkan, ajaran-ajaran Alkitab dapat juga dipakai Iblis untuk membawa kita meninggalkan tujuan Allah. Iblis dapat memakai hampir setiap perkara untuk menyelewengkan kita dari Kristus dan gereja. Dia bahkan bisa memakai kata-kata Alkitab untuk mencobai Tuhan Yesus di padang gurun. Maka tidak ada perlindungan yang lebih baik daripada Kristus dan gereja. Janganlah kita menerima ajaran yang tidak lulus melalui ujian Kristus dan gereja.


Sumber: Pelajaran-Hayat Efesus, Buku 2, Berita 44

No comments: