Hitstat

08 May 2013

Efesus - Minggu 33 Rabu


Pembacaan Alkitab: Ef. 6:18-20


Paulus menyuruh kita berjaga-jaga di dalam doa yang tak putus-putusnya. “Tak putus-putusnya” di sini dalam bahasa aslinya berarti “dengan segala ketekunan”. Untuk memelihara suatu penghidupan doa, kita perlu segala ketekunan, perhatian yang tekun dan terus-menerus. Jika Anda telah menentukan satu waktu berdoa pada pagi hari, Anda perlu berjaga-jaga dengan tekun pada waktu itu. Jangan sekali-kali mengizinkan perkara apa pun mengganggu Anda. Mungkin Anda harus memutuskan telepon Anda selama waktu itu. Jika kita tidak dengan tekun berjaga-jaga dalam doa, musuh akan mengirimkan banyak gangguan kepada kita.

Dalam ayat 18 Paulus juga mengatakan tentang “permohonan untuk semua orang kudus” Ini menunjukkan bahwa kita perlu berdoa secara khusus untuk semua orang kudus. Untuk berjaga-jaga dalam kehidupan doa kita, kita perlu berdoa secara khusus. Ini berarti kita harus berdoa khususnya untuk berjaga-jaganya kita dalam doa, yakni berdoa demi kehidupan doa kita, dan demi waktu doa kita. Kita pun perlu memohon untuk semua orang kudus. Renungkan, berapa banyak waktu yang diperlukan untuk berdoa bagi orang kudus di tempat Anda dan bagi orang kudus di kota dan negara lain!

Dalam ayat 19 Paulus melanjutkan, “supaya kepadaku, jika aku membuka mulutku, dikaruniakan perkataan yang benar, agar dengan keberanian aku memberitakan rahasia Injil.” Kata “perkataan” dalam bahasa aslinya juga berarti “penuturan”, “pembicaraan”, atau “ekspresi”. Paulus minta kaum beriman berdoa baginya, agar kepadanya dikaruniakan perkataan. Ia damba membuka mulutnya dengan keberanian untuk memberitakan rahasia Injil. Paulus perlu perkataan dan keberanian untuk mengumumkannya. Rahasia Injil ini adalah Kristus dan gereja bagi penggenapan tujuan kekal Allah. Ada orang Kristen memberitakan Injil yang di dalamnya tidak ada rahasia, tetapi Paulus memberitakan rahasia Injil ini. Rahasia Injil ini menyiratkan seluruh ekonomi Perjanjian Baru. Kristus adalah rahasia Allah, dan gereja adalah rahasia Kristus. Kristus dan gereja adalah untuk ekonomi Allah, yang juga merupakan satu rahasia. Semua rahasia ini berkaitan dengan Injil.

Dalam ayat 20 Paulus selanjutnya mengatakan, “Yang kulayani sebagai utusan yang dipenjarakan. Berdoalah supaya dengan keberanian aku menyatakannya, sebagaimana seharusnya aku berbicara.” Paulus adalah seorang utusan Injil. Seorang utusan atau duta besar adalah seorang yang diutus oleh otoritas tertentu untuk menghubungi orang tertentu. Paulus menganggap dirinya seorang duta besar yang diutus Allah, ia adalah seorang yang diutus oleh otoritas tertinggi dalam alam semesta ini. Tetapi, ia adalah duta besar yang dipenjarakan. Kata “dipenjarakan” di sini ialah “rantai ganda”, yaitu rantai yang mengikatkan tawanan pada pengawalnya. Paulus damba agar dalam keadaan terikat rantai yang demikian, ia dapat berbicara dengan keberanian. Walaupun Paulus dirantai bersama orang yang mengawalnya, ia tetap ingin berbicara dengan keberanian, sebagaimana seharusnya ia berbicara.


Sumber: Pelajaran-Hayat Efesus, Buku 3, Berita 66

No comments: