Hitstat

21 September 2016

1 Yohanes - Minggu 5 Rabu



Pembacaan Alkitab: 1 Yoh. 5:6
Doa baca: 1 Yoh. 5:6
Inilah Dia yang telah datang dengan air dan darah, yaitu Yesus Kristus, bukan saja dengan air, tetapi dengan air dan dengan darah. Dan Rohlah yang bersaksi karena Roh adalah kebenaran.


Menurut Perjanjian Baru, pertama-tama kebenaran adalah Allah, yang adalah terang juga kasih, berinkarnasi menjadi realitas perkara-perkara ilahi, seperti hayat ilahi, sifat ilahi, kuasa ilahi, dan kemuliaan ilahi, untuk kita miliki, agar kita dapat menikmati Dia sebagai anugerah, seperti yang diwahyukan dalam Injil Yohanes (Yoh. 1:1, 4, 14-17).

Kedua, kebenaran dalam Perjanjian Baru mengacu kepada Kristus, yang adalah Allah berinkarnasi dan yang di dalam-Nya berdiam secara jasmaniah seluruh kepenuhan ke-Allahan (Kol. 2:9), agar menjadi realitas dari: a) Allah dan manusia (Yoh. 1:18, 51; 1 Tim. 2:5); b) segala lambang, figur, dan bayangan dalam Perjanjian Lama (Kol. 2:16-17; Yoh. 4:23-24); c) segala perkara ilahi dan rohani, seperti hayat ilahi dan kebangkitan (Yoh. 11:25; 14:6), terang ilahi (Yoh. 8:12; 9:5), jalan ilahi (Yoh. 14:6), hikmat, keadilan, pengudusan, penebusan (1 Kor. 1:30). Jadi, Kristus adalah realitas (Yoh. 14:6; Ef. 4:21).

Ketiga, kebenaran adalah Roh itu, yang adalah Kristus yang mengalami transfigurasi (1 Kor. 15:45b; 2 Kor. 3:17), sebagai realitas Kristus (Yoh. 14:16-17; 15:26) dan realitas wahyu ilahi (Yoh. 16:13-15). Jadi, Roh itu adalah realitas (1 Yoh. 5:6).

Kebenaran adalah Allah sebagai terang dan kasih ilahi berinkarnasi menjadi realitas dari segala hal ilahi untuk kita miliki sehingga kita dapat menikmati Allah sebagai anugerah. Ini berarti Allah adalah kebenaran, realitas dari hal-hal ilahi untuk kita miliki. Karena itu, kita perlu memiliki Allah sebagai realitas dan kemudian menikmati Dia sebagai anugerah. Jadi, realitas ilahi sesungguhnya adalah Allah sendiri. Dia adalah realitas dari segala perkara ilahi.

Kebenaran dalam Perjanjian Baru juga menunjukkan Kristus sebagai Allah yang berinkarnasi. Kristus adalah Orang yang di dalam-Nya segala kepenuhan ke-Allahan berhuni secara jasmaniah. Sebagai perwujudan dari kepenuhan ke-Allahan, Kristus, yang adalah Allah yang berinkarnasi, adalah realitas dari Allah dan manusia, realitas dari semua lambang, gambar, dan bayangan Perjanjian Lama, dan realitas dari segala perkara yang ilahi dan rohani.

Realitas adalah Kristus sebagai Allah yang berinkarnasi. Realitas adalah Kristus sebagai Orang yang di dalam-Nya segala kepenuhan ke-Allahan berhuni secara jasmaniah menjadi realitas dari Allah, manusia, lambang-lambang, gambar-gambar, dan bayang-bayang, dan semua perkara yang ilahi dan rohani. Dalam Perjanjian Lama kita memiliki banyak lambang, gambar, dan bayang-bayang. Kristus adalah realitas semuanya. Dalam Alkitab kita juga membaca banyak perkara rohani dan ilahi seperti hayat, terang, hikmat, dan kebenaran. Kristus sendiri adalah realitas dari semua hal ini. Karena itu, ketika kita membaca perkataan "kebenaran" atau "realitas" dalam Perjanjian Baru, kita perlu menyadari bahwa kata ini pertama-tama mengacu kepada Allah dan juga kepada Kristus.

Kita telah menunjukkan bahwa dalam Perjanjian Baru kebenaran menyatakan Roh itu, yang adalah transfigurasi Kristus dan juga realitas Kristus dan wahyu ilahi. Karena alasan ini, dalam 1 Yohanes 5:6, Yohanes berkata, "Dan Rohlah yang bersaksi karena Roh adalah kebenaran."


Sumber: Pelajaran-Hayat 1 Yohanes, Buku 1, Berita 9

No comments: