18 July 2017

Wahyu - Minggu 24 Selasa



Pembacaan Alkitab: Why. 14:1-4
Doa baca: Why. 14:4
Mereka adalah orang-orang yang tidak mencemarkan dirinya dengan perempuan-perempuan, karena mereka murni sama seperti perawan. Mereka adalah orang-orang yang mengikuti Anak Domba itu ke mana saja Ia pergi. Mereka ditebus dari antara manusia sebagai kurban-kurban sulung bagi Allah dan bagi Anak Domba itu.


Kita beruntung sekali berdiri di atas bahu demikian banyak guru-guru besar yang telah mendahului kita. Kita bersyukur kepada Tuhan atas mereka itu. Makna bilangan yang telah kita lihat tadi juga berdasar pada pengertian mereka. Namun, Tuhan menunjukkan kepada kita sesuatu yang lebih maju daripada yang ditunjukkan-Nya kepada mereka. Meskipun angka 144.000 itu angka sebenarnya, namun memiliki makna rohani, menyatakan bahwa setiap pemenang yang hidup adalah bagian dari kelengkapan administrasi Allah untuk merampungkan ekonomi-Nya sampai kekal. Menjadi seorang pemenang yang hidup merupakan perkara besar. Menjadi buah bungar berarti bagi kelengkapan administrasi Allah untuk merampungkan ekonomi-Nya sampai kekal.

Ayat 3 mengatakan bahwa ke-144.000 orang itu "telah ditebus dari bumi itu". Ini membuktikan bahwa mereka sudah tidak berada di bumi, melainkan sudah terangkat ke surga. Pada saat ayat 1-5, buah bungar sudah tidak lagi berada di bumi, karena mereka telah ditebus "dari bumi itu". Mereka ditebus dengan darah Anak Domba dan telah diangkat dari bumi ke surga.

Ayat 1 juga menunjukkan bahwa pada dahi 144.000 orang itu "tertulis nama-Nya dan nama Bapa-Nya". Ini menyatakan mereka satu dengan Anak Domba dan Bapa, milik Anak Domba dan Bapa. Nama Anak Domba dan nama Bapa tertulis pada dahi para pemenang duluan, yang berlawanan dengan orang-orang yang menyembah binatang itu, yang pada dahinya tertulis nama binatang itu (13:16-17).

Ke-144.000 orang itu menyanyikan suatu nyanyian baru di hadapan takhta dan di depan keempat makhluk hidup dan tua-tua (ay. 3). Selain para buah bungar, tak seorang pun dapat mempelajari nyanyian itu, karena mereka tidak memiliki pengalaman yang dibutuhkan untuk itu. Segala kidung atau nyanyian selalu berasal dari pengalaman. Tanpa pengalaman, tidak ada yang dapat Anda nyanyikan. Karena ke-144.000 pemenang itu mempunyai pengalaman yang istimewa dan khas terhadap diri Kristus, mereka bisa menyanyikan nyanyian yang tidak bisa dipahami orang lain.

Pada hari itu, nyanyian ke-144.000 orang itu nyaring sekali. Nyanyian ke-144.000 orang itu kedengarannya mungkin mirip dengan suara desau air terjun Niagara, bahkan lebih. Karena air terjun Niagara penuh air yang bertekanan besar, maka suara yang ditimbulkannya bukanlah sesuatu yang dibuat-buat. Demikian juga seharusnya ketika kita berhimpun bersama.

Untuk menjadi pemenang-pemenang yang hidup, kita perlu dijaga oleh anugerah Tuhan dari setiap pencemaran dan polusi, serta hidup di bumi seperti perawan. Saya tidak mau merokok dan minum minuman keras, karena saya tidak mau tercemar. Namun terhadap hal semacam ini tidak harus menjadi peraturan yang membuta. Kita semua harus berkata, "Tuhan Yesus, aku mengasihi Engkau. Karena kasihku pada-Mu, aku ingin tetap seperti perawan bagi-Mu. Tuhan, aku tidak ingin dicemari atau dikotori dengan perkara apa saja. Tuhan, aku ingin menjaga diriku bagi-Mu."


Sumber: Pelajaran-Hayat Wahyu, Buku 3, Berita 46

No comments: