Hitstat

26 July 2017

Wahyu - Minggu 25 Rabu



Pembacaan Alkitab: Why. 14:14-20
Doa baca: Why. 14:20
Buah-buah anggur itu digiling di luar kota dan dari gilingan itu mengalir darah, tingginya sampai ke kekang kuda dan jauhnya dua ratus mil.


Dalam Alkitab, bangsa Yahudi diumpamakan sebagai pohon ara (Mat. 24:32), kaum beriman sebagai gandum (Mat. 13:25, 30), orang kafir yang jahat sebagai pohon anggur (Why. 14:19), yaitu tiruan dari pohon anggur yang benar (sejati) yang tersusun dari Kristus dan anggota-anggota Tubuh-Nya (Yoh. 15:1-6).

Gilingan anggur besar akan menjadi tempat penghakiman di lembah Yosafat (Yl. 3:9-16). Kitab Yoel 3 dengan jelas memperlihatkan kepada kita bahwa Tuhan akan mengumpulkan tentara dari segala bangsa ke lembah Yosafat (juga disebut lembah Kidron), yang berhubungan dengan lembah Hinom, yang terletak di antara Yerusalem dengan Bukit Zaitun. Pada zaman dulu orang-orang menguburkan barang-barang yang najis di sana. Raja Asa dari Yehuda menguburkan berhala ibunya di tempat itu (1 Raj. 15:13). Karena itu, barang-barang yang najis dan berhala dikuburkan di lembah ini.

Gilingan besar murka Allah (ayat 19) adalah perang Harmagedon (16:12-16). Semua pasukan yang jahat dan duniawi dari orang kafir akan dikumpulkan di sana, dan Tuhan bersama kaum beriman pemenang-Nya akan berperang melawan mereka, serta memusnahkan mereka (19:11-21; Yl. 3:9-13; Yes. 63:1-6). Nama Harmagedon (dalam bahasa Inggris: Armageddon) terdiri dari dua kata. Kata pertama, "Ar" berarti "bukit" dan kata kedua, "mageddon" adalah megido, yang berarti "pembantaian".

Zakharia 14 menyatakan, ketika Tuhan Yesus datang kembali, Ia akan menjejakkan kaki-Nya di atas bukit Zaitun, menyebabkan bukit ini terbelah menjadi dua dan terbukalah sebuah jalan bagi bangsa Yahudi yang terkepung sehingga mereka bisa melarikan diri (Za. 14:4-5). Kisah Para Rasul 1 memberi tahu kita, Tuhan Yesus yang naik dari bukit Zaitun, akan kembali dengan cara yang sama seperti pada waktu Ia naik. Ini berarti Ia akan datang kembali ke bukit Zaitun, dekat lembah Yosafat. Himpunan seluruh kekuatan dunia saat itu seperti kumpulan buah anggur yang telah masak di dalam gilingan besar. Ketika Tuhan melihat seluruh tentara dunia telah berhimpun pada perang Harmagedon, itulah saatnya Ia menginjak gilingan anggur itu.

Sebelum buah-buah anggur itu dikumpulkan ke gilingan besar, mereka akan benar-benar telah masak (ayat 18). Untuk menjadi masak, kandungan air dalam gandum harus benar-benar telah kering. Tetapi buah anggur sangat berlainan: buah-buah anggur itu harus penuh dengan air. Entah Anda itu gandum atau buah anggur, hal itu tergantung pada apakah Anda kering atau penuh dengan air. Jika Anda berambisi memperoleh lebih banyak air duniawi, maka Anda hidup seperti buah-buah anggur, bukan seperti gandum.

Gilingan besar itu akan diinjak oleh Kristus (Yes. 63:1-6). Darah yang mengalir keluar dari gilingan itu akan membentuk sungai yang dua ratus mil panjangnya. Itulah jarak dari Bozra (Yes. 63:1) ke Harmagedon (Why. 16:16). Sungai darah ini demikian tinggi hingga mencapai kekang kuda. Dari Bozra sampai Harmagedon akan terbentuk sungai darah. Penginjakan gilingan ini merupakan penghakiman Tuhan Yesus yang dilaksanakan terhadap Antikristus dengan semua kekuatannya.


Sumber: Pelajaran-Hayat Wahyu, Buku 3, Berita 48

No comments: