Hitstat

27 March 2013

Efesus - Minggu 27 Rabu


Pembacaan Alkitab: Ef. 5:25-27


Pembasuhan dalam ayat 26 terutama bukan untuk menanggulangi dosa, melainkan cacat dan kerut. Cacat merupakan sesuatu yang berasal dari hayat alamiah dan kerut berhubungan dengan ketuaan. Hanya air hayat yang dapat membasuh kekurangan-kekurangan ini secara metabolis dengan pengubahan hayat. Setiap cacat dan kerut dalam gereja akan terbasuh bersih melalui pembasuhan batiniah dari air dalam firman. Semakin kita datang kepada firman, kita makin beroleh perawatan. Perawatan yang kita terima membawakan suatu pembasuhan batiniah dari segala kekurangan yang diakibatkan oleh hayat alamiah dan segala kekerutan akibat ketuaan. Kita semua memerlukan suatu pembasuhan organik dan metabolis untuk menyingkirkan segala kekurangan dan tandatanda ketuaan kita. Tatkala gereja terbasuh secara organik dan metabolis sedemikian rupa, maka gereja akan diperbarui hingga tidak bercela.

Pembasuhan demikian sepenuhnya terjadi oleh hayat dan oleh perawatan hayat. Maka hendaklah kita terdorong untuk tinggal dalam Kristus, sebagai sumber perawatan dan berkontak dengan firman untuk menerima unsur perawatan, agar kita dapat terbasuh bersih secara organik dan metabolis dari semua kekurangan dan ketuaan. Melalui pembasuhan yang sedemikianlah gereja akan disempurnakan dan menjadi mulia.

Gereja yang sedemikian mulia inilah yang akan dipersembahkan Kristus kepada-Nya sendiri pada saat kedatangan-Nya kembali. Mulia adalah Allah diekspresikan. Karena itu, menjadi mulia berarti menjadi ekspresi Allah. Akhirnya, gereja yang dipersembahkan kepada Kristus akan menjadi gereja yang mengekspresikan Allah. Gereja yang demikian akan menjadi kudus dan tidak bercela. Menjadi kudus berarti dijenuhi dan diubah oleh Kristus, dan tidak bercela berarti menjadi tidak bernoda dan tan-pa kerut, yakni tanpa sesuatu yang berasal dari hayat alamiah dalam manusia lama kita.

Gereja yang dipersembahkan kepada Kristus akan menjadi gereja yang mulia, dan akan menjadi ekspresi, manifestasi Allah sendiri. Bagi gereja, menjadi mulia berarti menjadi ekspresi Allah. Karena perawatan, pemeliharaan, dan pengudusan akan menyebabkan gereja dijenuhi dengan esens Allah, maka akhirnya gereja akan menjadi mempelai perempuan untuk mengekspresikan Allah. Setiap gereja lokal hari ini harus menjadi ekpresi Allah. Satu-satunya jalan bagi kita untuk menjadi ekspresi-Nya ialah dijenuhi dengan esens ilahi terus-menerus. Bila kita ingin mengalami penjenuhan ini, kita perlu mengalami perawatan, pemeliharaan, dan pengudusan Kristus.


Sumber: Pelajaran-Hayat Efesus, Buku 3, Berita 54

No comments: