Hitstat

05 November 2013

Filipi - Minggu 11 Selasa



Pembacaan Alkitab: Flp. 3:8-11


Kehidupan sehari-hari kita merupakan satu petunjuk apakah kita dan di mana kita berada dalam hal mengalami Kristus. Kita boleh jadi berbicara banyak tentang Kristus, tetapi dalam kehidupan sehari-hari kita mungkin tidak benar-benar berada di dalam Kristus. Sebaliknya, kita mungkin berada di dalam budaya, filsafat nasional, atau logika domestik kita. Ketika kita mengikuti sidang gereja atau berkumpul dengan orang-orang kudus, kita mungkin banyak berbicara tentang Kristus. Tetapi dalam kehidupan sehari-hari kita mungkin hidup dalam filsafat nasional, logika domestik, atau konsepsi keluarga kita.

Dalam ayat 10 Paulus berkata, “Mengenal Dia dan kuasa kebangkitan-Nya dan persekutuan dalam penderitaan-Nya, di mana aku menjadi serupa dengan Dia dalam kematian-Nya.” Menurut ayat ini, Paulus tidak saja ingin mengenal Kristus, juga ingin mengenal kuasa kebangkitan Kristus dan persekutuan dalam penderitaan-Nya. Kuasa kebangkitan Kristus adalah hayat kebangkitan-Nya yang telah membangkitkan Dia dari antara orang mati (Ef. 1:19-20). Realitas dari kuasa kebangkitan Kristus adalah Roh itu (Rm. 1:4). Untuk mengenal, mengalami kuasa ini, seseorang perlu diidentikkan dengan kematian Kristus dan diserupakan dengannya. Kematian adalah dasar dari kebangkitan. Untuk mengalami kuasa kebangkitan Kristus, kita perlu menempuh suatu hidup yang tersalib, seperti Dia. Penyerupaan kita dengan kematian-Nya memberikan dasar kepada kuasa kebangkitan-Nya untuk bangkit agar hayat ilahi-Nya dapat dinyatakan dalam kita.

Menjadi serupa dengan kematian Kristus merupakan dasar pengalaman akan Kristus. Jika kita tidak diserupakan dengan kematian Kristus, kita tidak mempunyai dasar untuk mengalami Kristus. Untuk mengalami Kristus, kita harus diserupakan dengan kematian-Nya. Tetapi untuk menjadi serupa dengan kematian Kristus, kita harus mempunyai persekutuan dalam penderitaan-Nya. Melalui berpartisipasi dalam penderitaan Kristus, kita akan dibawa ke dalam satu posisi untuk mengalami kuasa kebangkitan-Nya. Kemudian, ketika kita mengalami kuasa kebangkitan Kristus, kita akan mengenal Dia.

Dalam Filipi 3 urutannya adalah: mengenal Kristus, mengenal kuasa kebangkitan Kristus, mengenal persekutuan dalam penderitaan-Nya, dan menjadi serupa dengan kematian-Nya. Akan tetapi, dalam pengalaman rohani kita, urutannya berlawanan. Setiap hari kita diserupakan dengan kematian Kristus, kemudian kita berpartisipasi dalam penderitaan-Nya, mengenal kuasa kebangkitan-Nya, dan melalui mengenal kuasa kebangkitan, kita mengenal Kristus sendiri. Menurut urutan Paulus, pertama-tama kita menerima kemustikaan pengenalan akan Kristus melalui nampak visi Kristus; kedua, kita menganggap segalanya sampah; ketiga, kita memperoleh Kristus dan ditemukan di dalam Dia; dan keempat, kita mengenal Kristus, mengalami Dia.


Sumber: Pelajaran-Hayat Filipi, Buku 1, Berita 21

No comments: